<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Analisis Rekaman CCTV Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras</title><description>Polisi sudah memeriksa saksi dan melakukan olah TKP.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206881/polisi-analisis-rekaman-cctv-usut-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206881/polisi-analisis-rekaman-cctv-usut-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras"/><item><title>Polisi Analisis Rekaman CCTV Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206881/polisi-analisis-rekaman-cctv-usut-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/14/337/3206881/polisi-analisis-rekaman-cctv-usut-penyiraman-air-keras-ke-aktivis-kontras</guid><pubDate>Sabtu 14 Maret 2026 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/14/337/3206881/kadiv_humas_polri_irjen_johnny_eddizon_isir-ZXH0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Analisis Rekaman CCTV Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/14/337/3206881/kadiv_humas_polri_irjen_johnny_eddizon_isir-ZXH0_large.jpg</image><title>Polisi Analisis Rekaman CCTV Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polri mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Polisi menganalisis rekaman CCTV untuk mengungkap perkara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, ya. Mohon dukungan doa,&amp;quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, dikutip Sabtu (14/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Isir menyebutkan, pihaknya juga sudah melakukan tahapan awal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, ada beberapa saksi yang telah diperiksa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk pendalaman terhadap bukti digital, antara lain tadi CCTV yang sedang dalam proses analisis lebih lanjut, ya,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya mengungkapkan insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul &amp;quot;Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia&amp;rdquo; di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.&#13;
&#13;
Dimas mengatakan akibat insiden itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.&#13;
&#13;
Berdasarkan kronologinya, Dimas menyebut kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Saat itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.&#13;
&#13;
Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai &amp;lsquo;buf&amp;rsquo; berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polri mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Polisi menganalisis rekaman CCTV untuk mengungkap perkara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, ya. Mohon dukungan doa,&amp;quot; kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, dikutip Sabtu (14/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Isir menyebutkan, pihaknya juga sudah melakukan tahapan awal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, ada beberapa saksi yang telah diperiksa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Termasuk pendalaman terhadap bukti digital, antara lain tadi CCTV yang sedang dalam proses analisis lebih lanjut, ya,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya mengungkapkan insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul &amp;quot;Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia&amp;rdquo; di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.&#13;
&#13;
Dimas mengatakan akibat insiden itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.&#13;
&#13;
Berdasarkan kronologinya, Dimas menyebut kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
Saat itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.&#13;
&#13;
Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai &amp;lsquo;buf&amp;rsquo; berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
