<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Kekerasan, Kemenag Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Aman dan Ramah Santri</title><description>Program pesantren ramah anak menjadi salah satu langkah untuk memastikan pendidikan berlangsung dalam suasana yang aman dan penuh kasih.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/15/337/3207007/cegah-kekerasan-kemenag-dorong-pesantren-jadi-lingkungan-aman-dan-ramah-santri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/15/337/3207007/cegah-kekerasan-kemenag-dorong-pesantren-jadi-lingkungan-aman-dan-ramah-santri"/><item><title>Cegah Kekerasan, Kemenag Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Aman dan Ramah Santri</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/15/337/3207007/cegah-kekerasan-kemenag-dorong-pesantren-jadi-lingkungan-aman-dan-ramah-santri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/15/337/3207007/cegah-kekerasan-kemenag-dorong-pesantren-jadi-lingkungan-aman-dan-ramah-santri</guid><pubDate>Minggu 15 Maret 2026 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/15/337/3207007/pemerintah-8uJj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenag Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Aman dan Ramah Santri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/15/337/3207007/pemerintah-8uJj_large.jpg</image><title>Kemenag Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Aman dan Ramah Santri</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyoroti pembentukan karakter santri sebagai fondasi penting bagi masa depan bangsa. Pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan penghormatan terhadap sesama.&#13;
&#13;
Kemenag terus mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang ramah bagi santri. Program pesantren ramah anak menjadi salah satu langkah untuk memastikan pendidikan berlangsung dalam suasana yang aman dan penuh kasih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sering muncul kasus kekerasan yang disebut sebagai kasus pesantren, padahal tidak semuanya terjadi di pesantren,&amp;rdquo; ujar Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said, saat menghadiri Takjil Pesantren, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dikutip ,Minggu (15/3/2026).&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan, bahwa kegiatan Takjil Pesantren merupakan bagian dari upaya menyapa santri di berbagai daerah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi pesantren di berbagai daerah dalam upaya memperkuat karakter santri inspiratif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu kami memiliki program pesantren ramah anak agar santri menjadi anak-anak yang disayangi di lingkungan pesantren,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama Farid F. Saenong mengajak para santri mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa dalam Alquran.&#13;
&#13;
Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan pentingnya ketekunan dalam menuntut ilmu dan kerendahan hati di hadapan Allah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam Surat Taha ada rekaman pertanyaan Allah kepada Nabi Musa: &amp;lsquo;Apa yang ada di tangan kananmu wahai Musa?&amp;rsquo; Nabi Musa menjawab bahwa itu adalah tongkat,&amp;rdquo;ujarnya&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para ulama menjelaskan percakapan itu menunjukkan nikmatnya berdialog dengan Allah sekaligus menggambarkan kegigihan Nabi Musa dalam menuntut ilmu,&amp;rdquo; lanjut Farid Saenong.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia juga menekankan pentingnya kebersamaan antara santri dan para kiai dalam proses pembelajaran. Kedekatan dengan guru, menurutnya, menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian santri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika bersama orang tua dan kiai, meskipun tidak ada bahan untuk dibicarakan tidak masalah, yang penting bisa berkumpul bersama. Jangan ragu untuk membantu dan menjadi asisten kiai,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menambahkan, pesantren memiliki peran penting dalam membangun akhlak generasi bangsa.&#13;
&#13;
Dia menilai, pembinaan karakter tersebut hanya dapat dilakukan secara optimal melalui sistem pendidikan pesantren yang berlangsung sepanjang waktu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Misi suci akhlakul karimah adalah misi kenabian. Jadi, nilai ini ditanamkan secara kuat dalam kehidupan pondok pesantren,&amp;rdquo; ucap Suyitno.&#13;
&#13;
Suyitno menerangkan, sistem pendidikan pesantren memungkinkan pembinaan karakter berlangsung secara menyeluruh. Interaksi antara kiai, santri, asrama, dan masjid menciptakan lingkungan pendidikan yang berlangsung selama 24 jam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren merupakan pendidikan yang genuine di Indonesia. Pembinaan akhlak dan spiritual di pesantren berlangsung sepanjang waktu dan menjadi modal sosial intelektual bagi masa depan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyoroti pembentukan karakter santri sebagai fondasi penting bagi masa depan bangsa. Pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan penghormatan terhadap sesama.&#13;
&#13;
Kemenag terus mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang ramah bagi santri. Program pesantren ramah anak menjadi salah satu langkah untuk memastikan pendidikan berlangsung dalam suasana yang aman dan penuh kasih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sering muncul kasus kekerasan yang disebut sebagai kasus pesantren, padahal tidak semuanya terjadi di pesantren,&amp;rdquo; ujar Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said, saat menghadiri Takjil Pesantren, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dikutip ,Minggu (15/3/2026).&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan, bahwa kegiatan Takjil Pesantren merupakan bagian dari upaya menyapa santri di berbagai daerah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Program ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi pesantren di berbagai daerah dalam upaya memperkuat karakter santri inspiratif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu kami memiliki program pesantren ramah anak agar santri menjadi anak-anak yang disayangi di lingkungan pesantren,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama Farid F. Saenong mengajak para santri mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa dalam Alquran.&#13;
&#13;
Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan pentingnya ketekunan dalam menuntut ilmu dan kerendahan hati di hadapan Allah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam Surat Taha ada rekaman pertanyaan Allah kepada Nabi Musa: &amp;lsquo;Apa yang ada di tangan kananmu wahai Musa?&amp;rsquo; Nabi Musa menjawab bahwa itu adalah tongkat,&amp;rdquo;ujarnya&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para ulama menjelaskan percakapan itu menunjukkan nikmatnya berdialog dengan Allah sekaligus menggambarkan kegigihan Nabi Musa dalam menuntut ilmu,&amp;rdquo; lanjut Farid Saenong.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia juga menekankan pentingnya kebersamaan antara santri dan para kiai dalam proses pembelajaran. Kedekatan dengan guru, menurutnya, menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian santri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika bersama orang tua dan kiai, meskipun tidak ada bahan untuk dibicarakan tidak masalah, yang penting bisa berkumpul bersama. Jangan ragu untuk membantu dan menjadi asisten kiai,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menambahkan, pesantren memiliki peran penting dalam membangun akhlak generasi bangsa.&#13;
&#13;
Dia menilai, pembinaan karakter tersebut hanya dapat dilakukan secara optimal melalui sistem pendidikan pesantren yang berlangsung sepanjang waktu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Misi suci akhlakul karimah adalah misi kenabian. Jadi, nilai ini ditanamkan secara kuat dalam kehidupan pondok pesantren,&amp;rdquo; ucap Suyitno.&#13;
&#13;
Suyitno menerangkan, sistem pendidikan pesantren memungkinkan pembinaan karakter berlangsung secara menyeluruh. Interaksi antara kiai, santri, asrama, dan masjid menciptakan lingkungan pendidikan yang berlangsung selama 24 jam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren merupakan pendidikan yang genuine di Indonesia. Pembinaan akhlak dan spiritual di pesantren berlangsung sepanjang waktu dan menjadi modal sosial intelektual bagi masa depan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
