<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Lakukan Uji Labfor Wadah Air Keras yang Disiramkan ke Aktivis KontraS</title><description>Polisi melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) terhadap sejumlah barang bukti, salah satunya wadah yang diduga digunakan untuk menampung air keras yang disiramkan pelaku kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/16/338/3207236/polisi-lakukan-uji-labfor-wadah-air-keras-yang-disiramkan-ke-aktivis-kontras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/16/338/3207236/polisi-lakukan-uji-labfor-wadah-air-keras-yang-disiramkan-ke-aktivis-kontras"/><item><title>Polisi Lakukan Uji Labfor Wadah Air Keras yang Disiramkan ke Aktivis KontraS</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/16/338/3207236/polisi-lakukan-uji-labfor-wadah-air-keras-yang-disiramkan-ke-aktivis-kontras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/16/338/3207236/polisi-lakukan-uji-labfor-wadah-air-keras-yang-disiramkan-ke-aktivis-kontras</guid><pubDate>Senin 16 Maret 2026 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/16/338/3207236/kapolda_metro_jaya_irjen_asep-zy4X_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi (foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/16/338/3207236/kapolda_metro_jaya_irjen_asep-zy4X_large.JPG</image><title>Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi (foto: Okezone) </title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) terhadap sejumlah barang bukti, salah satunya wadah yang diduga digunakan untuk menampung air keras yang disiramkan pelaku kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara berupa helm, dan wadah yang diduga digunakan sebagai tempat cairan kimia tersebut,&amp;rdquo; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, Senin (16/3/2026).&#13;
&#13;
Iman berharap hasil uji labfor tersebut dapat mengungkap sidik jari hingga DNA para pelaku yang menempel pada barang bukti yang diamankan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat berharap nanti hasil dari uji laboratorium forensik tersebut, mudah-mudahan ditemukan sidik jari pelaku, kemudian juga DNA pelaku yang menempel di helm yang bersangkutan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terduga Pelaku 4 Orang&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi menyampaikan pelaku diduga berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diduga empat orang terduga pelaku menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,&amp;quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iman menjelaskan, aksi penyiraman air keras itu terjadi di Jalan Salemba 1, tepatnya di persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) pukul 20.37 WIB. Polisi juga memperoleh rekaman CCTV untuk menyelidiki kasus ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Puji syukur kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga sangat membantu dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan, satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan OTK 2 kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen. Pelaku kemudian menuju Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, ke arah Stasiun Gondangdia, dan selanjutnya menuju wilayah Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian untuk satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tetapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2. Dari Jalan Pramuka Sari 2 selanjutnya menuju Matraman, dan dari Matraman termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, lalu ke Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, rekaman CCTV tersebut selanjutnya dipadukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi. Diketahui ada pelaku yang sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelariannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) terhadap sejumlah barang bukti, salah satunya wadah yang diduga digunakan untuk menampung air keras yang disiramkan pelaku kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara berupa helm, dan wadah yang diduga digunakan sebagai tempat cairan kimia tersebut,&amp;rdquo; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, Senin (16/3/2026).&#13;
&#13;
Iman berharap hasil uji labfor tersebut dapat mengungkap sidik jari hingga DNA para pelaku yang menempel pada barang bukti yang diamankan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat berharap nanti hasil dari uji laboratorium forensik tersebut, mudah-mudahan ditemukan sidik jari pelaku, kemudian juga DNA pelaku yang menempel di helm yang bersangkutan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terduga Pelaku 4 Orang&#13;
&#13;
Sebelumnya, polisi menyampaikan pelaku diduga berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Diduga empat orang terduga pelaku menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,&amp;quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iman menjelaskan, aksi penyiraman air keras itu terjadi di Jalan Salemba 1, tepatnya di persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) pukul 20.37 WIB. Polisi juga memperoleh rekaman CCTV untuk menyelidiki kasus ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Puji syukur kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga sangat membantu dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia mengungkapkan, satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan OTK 2 kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen. Pelaku kemudian menuju Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, ke arah Stasiun Gondangdia, dan selanjutnya menuju wilayah Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian untuk satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tetapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2. Dari Jalan Pramuka Sari 2 selanjutnya menuju Matraman, dan dari Matraman termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, lalu ke Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, rekaman CCTV tersebut selanjutnya dipadukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi. Diketahui ada pelaku yang sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelariannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
