<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS</title><description>Polri sampai saat ini sedang mendalami 86 rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/18/337/3207625/polri-periksa-86-rekaman-cctv-usut-kasus-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/18/337/3207625/polri-periksa-86-rekaman-cctv-usut-kasus-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras"/><item><title>Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/18/337/3207625/polri-periksa-86-rekaman-cctv-usut-kasus-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/18/337/3207625/polri-periksa-86-rekaman-cctv-usut-kasus-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras</guid><pubDate>Rabu 18 Maret 2026 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/18/337/3207625/kapolri_jenderal_listyo_sigit-nrhs_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/18/337/3207625/kapolri_jenderal_listyo_sigit-nrhs_large.jpeg</image><title>Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terus mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Usut Tuntas&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas. Tentunya saat ini Polri sedang bekerja,&amp;quot; kata Sigit di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Sigit, pihaknya sampai saat ini sedang mendalami 86 rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman. Yang jelas, tentunya kita tidak berhenti sampai di situ,&amp;quot; ujar Sigit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolri menjelaskan, polisi juga mencari sumber informasi, alat bukti, dan barang bukti lainnya. Sehingga nantinya, kata Sigit semua akan disatukan untuk membuat kasus ini menjadi terungkap serta terang benderang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan mohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat,&amp;quot; ucap Sigit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengungkapkan insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul &amp;quot;Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia&amp;rdquo; di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB, pada Kamis 12 Maret 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen. Berdasarkan kronologinya, kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.&#13;
&#13;
Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai &amp;lsquo;buf&amp;rsquo; berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terus mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Usut Tuntas&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas. Tentunya saat ini Polri sedang bekerja,&amp;quot; kata Sigit di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Sigit, pihaknya sampai saat ini sedang mendalami 86 rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin sudah ditampilkan 86 CCTV dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman. Yang jelas, tentunya kita tidak berhenti sampai di situ,&amp;quot; ujar Sigit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kapolri menjelaskan, polisi juga mencari sumber informasi, alat bukti, dan barang bukti lainnya. Sehingga nantinya, kata Sigit semua akan disatukan untuk membuat kasus ini menjadi terungkap serta terang benderang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan mohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat,&amp;quot; ucap Sigit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengungkapkan insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul &amp;quot;Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia&amp;rdquo; di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB, pada Kamis 12 Maret 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen. Berdasarkan kronologinya, kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.&#13;
&#13;
Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai &amp;lsquo;buf&amp;rsquo; berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
