<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>H-3 Lebaran, Pedagang Pasar Kaget di Cirebon Kebanjiran Pembeli</title><description>Pedagang merasakan mulai meningkatnya penjualan pada H-3 Lebaran ini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/18/340/3207664/h-3-lebaran-pedagang-pasar-kaget-di-cirebon-kebanjiran-pembeli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/18/340/3207664/h-3-lebaran-pedagang-pasar-kaget-di-cirebon-kebanjiran-pembeli"/><item><title>H-3 Lebaran, Pedagang Pasar Kaget di Cirebon Kebanjiran Pembeli</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/18/340/3207664/h-3-lebaran-pedagang-pasar-kaget-di-cirebon-kebanjiran-pembeli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/18/340/3207664/h-3-lebaran-pedagang-pasar-kaget-di-cirebon-kebanjiran-pembeli</guid><pubDate>Rabu 18 Maret 2026 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/18/340/3207664/pedagang_musiman_saat_mudik_lebaran-Bwqc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">H-3 Lebaran, Pedagang Pasar Kaget di Cirebon Kebanjiran Pembeli (Mei Sada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/18/340/3207664/pedagang_musiman_saat_mudik_lebaran-Bwqc_large.jpg</image><title>H-3 Lebaran, Pedagang Pasar Kaget di Cirebon Kebanjiran Pembeli (Mei Sada)</title></images><description>JAKARTA - Memasuki H-3 Lebaran, aktivitas pasar kaget di wilayah Cirebon mulai menggeliat. Para pedagang musiman di sepanjang Jalur Pantura pun mulai merasakan meningkatnya jumlah pembeli saat puncak&amp;nbsp;arus mudik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu pedagang, Kusnandar, warga Sunyaragi, Kesambi, Cirebon mengaku mulai membuka lapaknya sejak Jumat (13/3/2026). Ia berencana berjualan hingga malam takbiran. Ia pun merasakan mulai meningkatnya penjualan pada H-3 Lebaran ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukanya dari Jumat, nanti sampai malam takbir, habis itu sudah selesai. Alhamdulillah, mulai ramai hari ini,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui, Rabu (18/3/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, momen ini menjadi titik awal lonjakan pembeli di pasar kaget, setelah sebelumnya masih relatif sepi. Dari hasil berjualan, Kusnandar mengaku bisa meraih omzet lebih dari Rp500 ribu per hari saat kondisi ramai.&#13;
&#13;
Namun, ia menyebut pendapatan tersebut tidak menentu, tergantung jumlah pembeli yang datang setiap harinya. Keramaian pasar kaget biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang berbuka puasa dan saat sahur.&#13;
&#13;
Di luar waktu tersebut, jumlah pembeli cenderung lebih sedikit, tergantung kondisi cuaca dan aktivitas masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namanya juga dagang, nggak tentu. Tapi paling lebihnya bisa sampai lima ratus ribu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menariknya, para pedagang yang membuka lapak di pasar kaget ini tidak dikenakan biaya sewa tempat. Mereka hanya perlu membayar biaya listrik untuk lapak yang digelar.&#13;
&#13;
Keberadaan pasar kaget ini pun menjadi peluang bagi warga setempat untuk meraup keuntungan tambahan selama momentum mudik dan Lebaran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Memasuki H-3 Lebaran, aktivitas pasar kaget di wilayah Cirebon mulai menggeliat. Para pedagang musiman di sepanjang Jalur Pantura pun mulai merasakan meningkatnya jumlah pembeli saat puncak&amp;nbsp;arus mudik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu pedagang, Kusnandar, warga Sunyaragi, Kesambi, Cirebon mengaku mulai membuka lapaknya sejak Jumat (13/3/2026). Ia berencana berjualan hingga malam takbiran. Ia pun merasakan mulai meningkatnya penjualan pada H-3 Lebaran ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukanya dari Jumat, nanti sampai malam takbir, habis itu sudah selesai. Alhamdulillah, mulai ramai hari ini,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui, Rabu (18/3/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, momen ini menjadi titik awal lonjakan pembeli di pasar kaget, setelah sebelumnya masih relatif sepi. Dari hasil berjualan, Kusnandar mengaku bisa meraih omzet lebih dari Rp500 ribu per hari saat kondisi ramai.&#13;
&#13;
Namun, ia menyebut pendapatan tersebut tidak menentu, tergantung jumlah pembeli yang datang setiap harinya. Keramaian pasar kaget biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang berbuka puasa dan saat sahur.&#13;
&#13;
Di luar waktu tersebut, jumlah pembeli cenderung lebih sedikit, tergantung kondisi cuaca dan aktivitas masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namanya juga dagang, nggak tentu. Tapi paling lebihnya bisa sampai lima ratus ribu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menariknya, para pedagang yang membuka lapak di pasar kaget ini tidak dikenakan biaya sewa tempat. Mereka hanya perlu membayar biaya listrik untuk lapak yang digelar.&#13;
&#13;
Keberadaan pasar kaget ini pun menjadi peluang bagi warga setempat untuk meraup keuntungan tambahan selama momentum mudik dan Lebaran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
