<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PB Al Washliyah: Penetapan Awal Syawal Berpotensi Berbeda, Sabtu 21 Maret 2026</title><description>Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Pengurus Besar Al Jam?? iyatul Washliyah, Julian Lukman, menyatakan bahwa penetapan awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi mengalami perbedaan, dengan kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/19/337/3207899/pb-al-washliyah-penetapan-awal-syawal-berpotensi-berbeda-sabtu-21-maret-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/19/337/3207899/pb-al-washliyah-penetapan-awal-syawal-berpotensi-berbeda-sabtu-21-maret-2026"/><item><title>PB Al Washliyah: Penetapan Awal Syawal Berpotensi Berbeda, Sabtu 21 Maret 2026</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/19/337/3207899/pb-al-washliyah-penetapan-awal-syawal-berpotensi-berbeda-sabtu-21-maret-2026</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/19/337/3207899/pb-al-washliyah-penetapan-awal-syawal-berpotensi-berbeda-sabtu-21-maret-2026</guid><pubDate>Kamis 19 Maret 2026 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/19/337/3207899/penetapan_awal_syawal_berpotensi_berbeda-ZKdm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penetapan Awal Syawal Berpotensi Berbeda (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/19/337/3207899/penetapan_awal_syawal_berpotensi_berbeda-ZKdm_large.jpg</image><title>Penetapan Awal Syawal Berpotensi Berbeda (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Pengurus Besar Al Jam&amp;rsquo;iyatul Washliyah, Julian Lukman, menyatakan bahwa penetapan awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi mengalami perbedaan, dengan kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Lukman dalam Seminar Posisi Hilal di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada hari Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,&amp;rdquo; ujar Lukman.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, hal itu berdasarkan hasil ijtima awal Syawal 1447 Hijriah serta hasil hisab di empat markaz yang dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB.&#13;
&#13;
Adapun hasil pengukuran menunjukkan ketinggian hilal di Jayapura sebesar 1&amp;deg; 0&amp;rsquo; 58,04&amp;rdquo;; di Pelabuhan Ratu 1&amp;deg; 39&amp;rsquo; 0,57&amp;rdquo;; di Medan 2&amp;deg; 36&amp;rsquo; 40,78&amp;rdquo;; dan di Lhoknga, Aceh 2&amp;deg; 50&amp;rsquo; 27,33&amp;rdquo; dengan elongasi sekitar 6,01&amp;deg;.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data tersebut, lanjutnya, Ramadan berpotensi digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari karena belum memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Tim Rukyat Hilal Kementerian Agama juga menyampaikan bahwa 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Anggota Tim Rukyat Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, dalam Seminar Sidang Isbat di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).&#13;
&#13;
Cecep menjelaskan, ketinggian hilal di Provinsi Aceh telah memenuhi kriteria MABIMS, yakni minimal 3 derajat. Namun, hilal belum memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga, secara hisab, 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan hari Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,&amp;rdquo; ujar Cecep.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Pengurus Besar Al Jam&amp;rsquo;iyatul Washliyah, Julian Lukman, menyatakan bahwa penetapan awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi mengalami perbedaan, dengan kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Lukman dalam Seminar Posisi Hilal di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awal Syawal 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada hari Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,&amp;rdquo; ujar Lukman.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, hal itu berdasarkan hasil ijtima awal Syawal 1447 Hijriah serta hasil hisab di empat markaz yang dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB.&#13;
&#13;
Adapun hasil pengukuran menunjukkan ketinggian hilal di Jayapura sebesar 1&amp;deg; 0&amp;rsquo; 58,04&amp;rdquo;; di Pelabuhan Ratu 1&amp;deg; 39&amp;rsquo; 0,57&amp;rdquo;; di Medan 2&amp;deg; 36&amp;rsquo; 40,78&amp;rdquo;; dan di Lhoknga, Aceh 2&amp;deg; 50&amp;rsquo; 27,33&amp;rdquo; dengan elongasi sekitar 6,01&amp;deg;.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data tersebut, lanjutnya, Ramadan berpotensi digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari karena belum memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Tim Rukyat Hilal Kementerian Agama juga menyampaikan bahwa 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Anggota Tim Rukyat Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, dalam Seminar Sidang Isbat di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).&#13;
&#13;
Cecep menjelaskan, ketinggian hilal di Provinsi Aceh telah memenuhi kriteria MABIMS, yakni minimal 3 derajat. Namun, hilal belum memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga, secara hisab, 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan hari Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,&amp;rdquo; ujar Cecep.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
