<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono: Transaksi Ramadhan di Jakarta Tembus Rp21 Triliun</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan nilai transaksi ekonomi di Ibu Kota selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah telah menembus Rp21 triliun.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/20/338/3208104/pramono-transaksi-ramadhan-di-jakarta-tembus-rp21-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/20/338/3208104/pramono-transaksi-ramadhan-di-jakarta-tembus-rp21-triliun"/><item><title>Pramono: Transaksi Ramadhan di Jakarta Tembus Rp21 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/20/338/3208104/pramono-transaksi-ramadhan-di-jakarta-tembus-rp21-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/20/338/3208104/pramono-transaksi-ramadhan-di-jakarta-tembus-rp21-triliun</guid><pubDate>Jum'at 20 Maret 2026 22:31 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/20/338/3208104/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-gocE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/20/338/3208104/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-gocE_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan nilai transaksi ekonomi di Ibu Kota selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah telah menembus Rp21 triliun.&#13;
&#13;
Angka tersebut tercatat sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggulirkan program bertajuk &amp;ldquo;Mudik ke Jakarta&amp;rdquo; yang dimulai sejak awal Ramadhan.&#13;
&#13;
Menurut Pramono, program tersebut dirancang untuk menjadikan Jakarta sebagai magnet wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi selama bulan suci.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi saya diberikan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, transaksi di Jakarta sudah Rp21 triliun,&amp;rdquo; ujar Pramono kepada wartawan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan nilai transaksi tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari ritel, pusat perbelanjaan, hingga perhotelan.&#13;
&#13;
Ia menyebut aktivitas di Pasar Tanah Abang menjadi salah satu penyumbang utama tingginya perputaran uang selama Ramadhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cut-off hari ini, 20 Maret, transaksi sudah di atas Rp21 triliun. Sumbernya dari ritel, pusat perbelanjaan, Tanah Abang, hingga perhotelan,&amp;rdquo; ujar Eliawati.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tingginya transaksi ini juga dipengaruhi program lomba diskon yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta untuk menarik minat belanja masyarakat.&#13;
&#13;
Eliawati menambahkan, capaian tersebut jauh melampaui kota besar lainnya. Di Semarang, nilai transaksi tercatat sekitar Rp8,46 miliar, sementara di Surabaya berada di kisaran Rp6 miliar.&#13;
&#13;
Dengan capaian tersebut, Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat ekonomi nasional, terutama pada momentum Ramadhan hingga Idulfitri.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan nilai transaksi ekonomi di Ibu Kota selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah telah menembus Rp21 triliun.&#13;
&#13;
Angka tersebut tercatat sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggulirkan program bertajuk &amp;ldquo;Mudik ke Jakarta&amp;rdquo; yang dimulai sejak awal Ramadhan.&#13;
&#13;
Menurut Pramono, program tersebut dirancang untuk menjadikan Jakarta sebagai magnet wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi selama bulan suci.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tadi saya diberikan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, transaksi di Jakarta sudah Rp21 triliun,&amp;rdquo; ujar Pramono kepada wartawan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan nilai transaksi tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari ritel, pusat perbelanjaan, hingga perhotelan.&#13;
&#13;
Ia menyebut aktivitas di Pasar Tanah Abang menjadi salah satu penyumbang utama tingginya perputaran uang selama Ramadhan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cut-off hari ini, 20 Maret, transaksi sudah di atas Rp21 triliun. Sumbernya dari ritel, pusat perbelanjaan, Tanah Abang, hingga perhotelan,&amp;rdquo; ujar Eliawati.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, tingginya transaksi ini juga dipengaruhi program lomba diskon yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta untuk menarik minat belanja masyarakat.&#13;
&#13;
Eliawati menambahkan, capaian tersebut jauh melampaui kota besar lainnya. Di Semarang, nilai transaksi tercatat sekitar Rp8,46 miliar, sementara di Surabaya berada di kisaran Rp6 miliar.&#13;
&#13;
Dengan capaian tersebut, Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat ekonomi nasional, terutama pada momentum Ramadhan hingga Idulfitri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
