<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag: Idulfitri Momentum Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial</title><description>Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai momentum untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208113/menag-idulfitri-momentum-perkuat-empati-dan-kepedulian-sosial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208113/menag-idulfitri-momentum-perkuat-empati-dan-kepedulian-sosial"/><item><title>Menag: Idulfitri Momentum Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208113/menag-idulfitri-momentum-perkuat-empati-dan-kepedulian-sosial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208113/menag-idulfitri-momentum-perkuat-empati-dan-kepedulian-sosial</guid><pubDate>Sabtu 21 Maret 2026 07:10 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/20/337/3208113/menteri_agama_nasaruddin_umar-YKaI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/20/337/3208113/menteri_agama_nasaruddin_umar-YKaI_large.jpg</image><title>Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto: dok ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai momentum untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial.&#13;
&#13;
Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter yang lebih peka terhadap sesama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,&amp;rdquo; ujar Menag dalam pesan Idulfitri 1 Syawal 1447 H di Jakarta, Jumat (20/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menag menjelaskan, gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual, yakni kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemenangan sejati bukan sekadar kembali pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, Idulfitri juga menjadi momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan. Keberkahan, kata dia, hadir pada hati yang terbuka serta pada mereka yang aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.&#13;
&#13;
Karena itu, Menag mengingatkan agar semangat Ramadan tidak berhenti saat Idulfitri tiba. Nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai momentum untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial.&#13;
&#13;
Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter yang lebih peka terhadap sesama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,&amp;rdquo; ujar Menag dalam pesan Idulfitri 1 Syawal 1447 H di Jakarta, Jumat (20/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menag menjelaskan, gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual, yakni kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemenangan sejati bukan sekadar kembali pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, Idulfitri juga menjadi momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan. Keberkahan, kata dia, hadir pada hati yang terbuka serta pada mereka yang aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.&#13;
&#13;
Karena itu, Menag mengingatkan agar semangat Ramadan tidak berhenti saat Idulfitri tiba. Nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
