<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Hujan Ekstrem hingga Karhutla saat Lebaran, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca </title><description>Modifikasi cuaca dilakukan di beberapa wilayah Pulau jawa hingga Riau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208176/antisipasi-hujan-ekstrem-hingga-karhutla-saat-lebaran-bmkg-lakukan-modifikasi-cuaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208176/antisipasi-hujan-ekstrem-hingga-karhutla-saat-lebaran-bmkg-lakukan-modifikasi-cuaca"/><item><title>Antisipasi Hujan Ekstrem hingga Karhutla saat Lebaran, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca </title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208176/antisipasi-hujan-ekstrem-hingga-karhutla-saat-lebaran-bmkg-lakukan-modifikasi-cuaca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/21/337/3208176/antisipasi-hujan-ekstrem-hingga-karhutla-saat-lebaran-bmkg-lakukan-modifikasi-cuaca</guid><pubDate>Sabtu 21 Maret 2026 15:41 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/21/337/3208176/ilustrasi-lY9W_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/21/337/3208176/ilustrasi-lY9W_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi terjadinya hujan ekstrem hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia saat momen Lebaran.&#13;
&#13;
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa saat ini modifikasi cuaca sedang dilakukan di beberapa wilayah Pulau Jawa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian operasi modifikasi cuaca saat ini berlangsung di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,&amp;rdquo; kata Faisal kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).&#13;
&#13;
Namun, Faisal menerangkan bahwa modifikasi ini masih bersifat situasional dan akan diberlakukan jika wilayah berpotensi mengalami hujan ekstrem.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini situasional, tergantung kondisi. Apabila berpotensi terjadi hujan ekstrem, modifikasi cuaca akan segera dilakukan untuk menurunkan intensitas hujan sekitar 20 sampai 50 persen,&amp;rdquo; ujar Faisal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Faisal juga menyebut adanya operasi modifikasi cuaca untuk menambah hujan di Riau. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan karhutla di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk tahun ini kita akan mengalami musim kering yang lebih awal dan lebih panjang, sehingga secara umum akan lebih kering daripada tahun 2025,&amp;rdquo; ucap Faisal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini perlu kewaspadaan terkait terjadinya kekeringan, karhutla, dan juga kesehatan bagi kita semua, serta upaya menjaga swasembada pangan di Indonesia,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi terjadinya hujan ekstrem hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia saat momen Lebaran.&#13;
&#13;
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa saat ini modifikasi cuaca sedang dilakukan di beberapa wilayah Pulau Jawa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian operasi modifikasi cuaca saat ini berlangsung di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,&amp;rdquo; kata Faisal kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).&#13;
&#13;
Namun, Faisal menerangkan bahwa modifikasi ini masih bersifat situasional dan akan diberlakukan jika wilayah berpotensi mengalami hujan ekstrem.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini situasional, tergantung kondisi. Apabila berpotensi terjadi hujan ekstrem, modifikasi cuaca akan segera dilakukan untuk menurunkan intensitas hujan sekitar 20 sampai 50 persen,&amp;rdquo; ujar Faisal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Faisal juga menyebut adanya operasi modifikasi cuaca untuk menambah hujan di Riau. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan karhutla di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk tahun ini kita akan mengalami musim kering yang lebih awal dan lebih panjang, sehingga secara umum akan lebih kering daripada tahun 2025,&amp;rdquo; ucap Faisal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini perlu kewaspadaan terkait terjadinya kekeringan, karhutla, dan juga kesehatan bagi kita semua, serta upaya menjaga swasembada pangan di Indonesia,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
