<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Minta Dalang Penyerangan Aktivis KontraS Dibongkar hingga Tuntas!</title><description>Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai penyerangan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai ancaman terhadap demokrasi yang tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/22/337/3208220/anies-minta-dalang-penyerangan-aktivis-kontras-dibongkar-hingga-tuntas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/22/337/3208220/anies-minta-dalang-penyerangan-aktivis-kontras-dibongkar-hingga-tuntas"/><item><title>Anies Minta Dalang Penyerangan Aktivis KontraS Dibongkar hingga Tuntas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/22/337/3208220/anies-minta-dalang-penyerangan-aktivis-kontras-dibongkar-hingga-tuntas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/22/337/3208220/anies-minta-dalang-penyerangan-aktivis-kontras-dibongkar-hingga-tuntas</guid><pubDate>Minggu 22 Maret 2026 03:05 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/21/337/3208220/anies_baswedan-oxf7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/21/337/3208220/anies_baswedan-oxf7_large.jpg</image><title>Anies Baswedan (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai penyerangan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai ancaman terhadap demokrasi yang tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa.&#13;
&#13;
Anies menyebut korban merupakan sosok yang konsisten menyuarakan tanda-tanda kemunduran demokrasi bersama aktivis lainnya. Karena itu, ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap perjuangan demokrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah serangan terhadap pribadi yang memperjuangkan demokrasi,&amp;rdquo; ujar Anies di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan, peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan secara sporadis oleh satu atau dua orang, melainkan mengindikasikan adanya perencanaan dan pengorganisasian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari awal ini bukan kriminal biasa. Tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu dua orang secara sporadis. Ini terlihat terencana dan terorganisir,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Anies berharap negara hadir untuk membuktikan komitmennya dalam melindungi kebebasan berbicara, menjaga demokrasi, serta menegakkan keadilan.&#13;
&#13;
Ia mendesak agar proses penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengungkap pihak yang memberi perintah beserta motif di baliknya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Peristiwa ini harus diselidiki sampai pada pemberi perintahnya, dan harus dielaborasi mengapa ada perintah itu,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Anies meminta seluruh pihak yang terlibat diproses hukum dan dijatuhi hukuman yang memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.&#13;
&#13;
Menurutnya, publik juga menginginkan proses hukum yang transparan dan dapat dipantau, termasuk melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama ini sering kali yang terkena hukuman adalah pelaku paling hilir, sementara hulunya jarang tersentuh. Sekarang harus dibuktikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyinggung adanya beberapa kejadian serupa dalam waktu berdekatan, termasuk meninggalnya aktivis buruh Ermanto Usman di Bekasi. Hal tersebut dinilai sebagai sinyal ancaman terhadap demokrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lagi-lagi kita harus melihat ini sebagai ancaman terhadap demokrasi. Kita berharap negara hadir dan tegas,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai penyerangan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus sebagai ancaman terhadap demokrasi yang tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa.&#13;
&#13;
Anies menyebut korban merupakan sosok yang konsisten menyuarakan tanda-tanda kemunduran demokrasi bersama aktivis lainnya. Karena itu, ia menilai serangan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap perjuangan demokrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah serangan terhadap pribadi yang memperjuangkan demokrasi,&amp;rdquo; ujar Anies di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan, peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan secara sporadis oleh satu atau dua orang, melainkan mengindikasikan adanya perencanaan dan pengorganisasian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari awal ini bukan kriminal biasa. Tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu dua orang secara sporadis. Ini terlihat terencana dan terorganisir,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Anies berharap negara hadir untuk membuktikan komitmennya dalam melindungi kebebasan berbicara, menjaga demokrasi, serta menegakkan keadilan.&#13;
&#13;
Ia mendesak agar proses penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu mengungkap pihak yang memberi perintah beserta motif di baliknya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Peristiwa ini harus diselidiki sampai pada pemberi perintahnya, dan harus dielaborasi mengapa ada perintah itu,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Anies meminta seluruh pihak yang terlibat diproses hukum dan dijatuhi hukuman yang memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.&#13;
&#13;
Menurutnya, publik juga menginginkan proses hukum yang transparan dan dapat dipantau, termasuk melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama ini sering kali yang terkena hukuman adalah pelaku paling hilir, sementara hulunya jarang tersentuh. Sekarang harus dibuktikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyinggung adanya beberapa kejadian serupa dalam waktu berdekatan, termasuk meninggalnya aktivis buruh Ermanto Usman di Bekasi. Hal tersebut dinilai sebagai sinyal ancaman terhadap demokrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lagi-lagi kita harus melihat ini sebagai ancaman terhadap demokrasi. Kita berharap negara hadir dan tegas,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
