<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Perempuan yang Mencoba Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka Alami Depresi</title><description>Percobaan bunuh diri tersebut berhasil digagalkan dan korban tengah menjalani perawatan di RSCM. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/25/337/3208657/polisi-perempuan-yang-mencoba-bunuh-diri-di-depan-istana-merdeka-alami-depresi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/25/337/3208657/polisi-perempuan-yang-mencoba-bunuh-diri-di-depan-istana-merdeka-alami-depresi"/><item><title>Polisi: Perempuan yang Mencoba Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka Alami Depresi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/25/337/3208657/polisi-perempuan-yang-mencoba-bunuh-diri-di-depan-istana-merdeka-alami-depresi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/25/337/3208657/polisi-perempuan-yang-mencoba-bunuh-diri-di-depan-istana-merdeka-alami-depresi</guid><pubDate>Rabu 25 Maret 2026 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/25/337/3208657/seorang_wanita_muda_dilaporkan_mencoba_bunuh_diri_di_depan_istana_merdeka-dMm3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang wanita muda dilaporkan mencoba bunuh diri di depan Istana Merdeka. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/25/337/3208657/seorang_wanita_muda_dilaporkan_mencoba_bunuh_diri_di_depan_istana_merdeka-dMm3_large.jpg</image><title>Seorang wanita muda dilaporkan mencoba bunuh diri di depan Istana Merdeka. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang perempuan berinisial JSLP (20) di depan pintu gerbang Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/3/2026), diduga dipicu masalah keluarga. Pihak kepolisian mengatakan bahwa JSLP memiliki masalah berat dan depresi yang memicu aksinya tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Motifnya sebenarnya, dia (korban) punya permasalahan keluarga. Pertama, permasalahan keluarga besarnya, maksudnya orang tuanya. Kedua, permasalahan internalnya, pribadi dia,&amp;rdquo; kata Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi memang terlalu banyak permasalahan sehingga dia depresi,&amp;rdquo; sambung Rita.&#13;
&#13;
Rita mengungkapkan bahwa korban tengah menjalani perawatan kejiwaan di RSCM. Hal itu, kata dia, terbukti dari adanya catatan rekam medis milik JSLP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita bisa bilang begitu karena memang pada saat anggota saya membawa ke Polres, lalu kita cek semua tasnya, ternyata dia membawa kontrol pasien, yakni buku rekam medis kejiwaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rita menambahkan, saat ini korban tengah menjalani perawatan di RSCM dan dipantau oleh pihak kedokteran.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kompol Rita membenarkan adanya percobaan bunuh diri yang dilakukan JSLP pada Minggu (22/3/2026) pukul 23.35 WIB.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kejadian berawal ketika salah satu anggota Paspampres, Pratu Rival, yang tengah berjaga dari dalam Istana menaruh curiga terhadap JSLP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah diperhatikan, ada kecurigaan anggota yang sedang berjaga terhadap perempuan tersebut. Selanjutnya, mendatangi perempuan itu dengan tas sudah berada di bawah dan sepatu sudah terlepas,&amp;rdquo; kata Rita dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).&#13;
&#13;
Pratu Rival kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada danposko serta anggota Brimob yang sedang berjaga di kawasan itu.&#13;
&#13;
Pada pukul 23.40 WIB, anggota Brimob Resimen Cikeas, Briptu Resda, yang berada di tenda putih A11, menerima laporan. Posko Brimob Resimen beserta anggota kemudian mengarah ke tempat kejadian perkara (TKP).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya, pada pukul 00.10 WIB, dokter dari Bidokes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi kejadian. Pihak dokter berupaya melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap JSLP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, setelah berhasil diamankan, JSLP kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pukul 01.16 WIB, perempuan tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna pemeriksaan lebih lanjut,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang perempuan berinisial JSLP (20) di depan pintu gerbang Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/3/2026), diduga dipicu masalah keluarga. Pihak kepolisian mengatakan bahwa JSLP memiliki masalah berat dan depresi yang memicu aksinya tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Motifnya sebenarnya, dia (korban) punya permasalahan keluarga. Pertama, permasalahan keluarga besarnya, maksudnya orang tuanya. Kedua, permasalahan internalnya, pribadi dia,&amp;rdquo; kata Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi memang terlalu banyak permasalahan sehingga dia depresi,&amp;rdquo; sambung Rita.&#13;
&#13;
Rita mengungkapkan bahwa korban tengah menjalani perawatan kejiwaan di RSCM. Hal itu, kata dia, terbukti dari adanya catatan rekam medis milik JSLP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita bisa bilang begitu karena memang pada saat anggota saya membawa ke Polres, lalu kita cek semua tasnya, ternyata dia membawa kontrol pasien, yakni buku rekam medis kejiwaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rita menambahkan, saat ini korban tengah menjalani perawatan di RSCM dan dipantau oleh pihak kedokteran.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kompol Rita membenarkan adanya percobaan bunuh diri yang dilakukan JSLP pada Minggu (22/3/2026) pukul 23.35 WIB.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kejadian berawal ketika salah satu anggota Paspampres, Pratu Rival, yang tengah berjaga dari dalam Istana menaruh curiga terhadap JSLP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah diperhatikan, ada kecurigaan anggota yang sedang berjaga terhadap perempuan tersebut. Selanjutnya, mendatangi perempuan itu dengan tas sudah berada di bawah dan sepatu sudah terlepas,&amp;rdquo; kata Rita dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).&#13;
&#13;
Pratu Rival kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada danposko serta anggota Brimob yang sedang berjaga di kawasan itu.&#13;
&#13;
Pada pukul 23.40 WIB, anggota Brimob Resimen Cikeas, Briptu Resda, yang berada di tenda putih A11, menerima laporan. Posko Brimob Resimen beserta anggota kemudian mengarah ke tempat kejadian perkara (TKP).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya, pada pukul 00.10 WIB, dokter dari Bidokes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi kejadian. Pihak dokter berupaya melakukan pendekatan dan komunikasi terhadap JSLP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, setelah berhasil diamankan, JSLP kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pukul 01.16 WIB, perempuan tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna pemeriksaan lebih lanjut,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
