<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering, Polisi Perkuat Mitigasi Karhutla di Sumsel</title><description>Polda Sumatera Selatan meningkatkan antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), merujuk pada prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/25/340/3208723/bmkg-prediksi-kemarau-lebih-kering-polisi-perkuat-mitigasi-karhutla-di-sumsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/25/340/3208723/bmkg-prediksi-kemarau-lebih-kering-polisi-perkuat-mitigasi-karhutla-di-sumsel"/><item><title>BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering, Polisi Perkuat Mitigasi Karhutla di Sumsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/25/340/3208723/bmkg-prediksi-kemarau-lebih-kering-polisi-perkuat-mitigasi-karhutla-di-sumsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/25/340/3208723/bmkg-prediksi-kemarau-lebih-kering-polisi-perkuat-mitigasi-karhutla-di-sumsel</guid><pubDate>Rabu 25 Maret 2026 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/25/340/3208723/kapolda_sumsel_irjen_sandi_nugroho-t64N_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/25/340/3208723/kapolda_sumsel_irjen_sandi_nugroho-t64N_large.jpg</image><title>Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho (foto: ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polda Sumatera Selatan meningkatkan antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), merujuk pada prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).&#13;
&#13;
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, menyatakan bahwa langkah kesiapsiagaan ini didasarkan pada pemaparan BMKG terkait fenomena iklim ENSO yang diprediksi tetap berada dalam kondisi netral hingga pertengahan 2026.&#13;
&#13;
Meski tidak ada fenomena El Ni&amp;ntilde;o ekstrem, BMKG memperingatkan bahwa musim kemarau di Indonesia diprediksi datang lebih awal, yakni 1 hingga 3 dasarian, termasuk di sejumlah Zona Musim (ZOM) di Sumatera Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan lebih kering dibandingkan tahun 2025. Puncaknya diprediksi terjadi pada Mei hingga Agustus,&amp;rdquo; ujar Sandi, Rabu (25/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran di wilayah rawan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mitigasi karhutla tidak bisa dilakukan secara sektoral,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sandi pun menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai instansi serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.&#13;
&#13;
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah dampak buruk karhutla terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat.&#13;
&#13;
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya evaluasi penyerapan anggaran 2026 di seluruh satuan kerja. Menurutnya, setiap program kepolisian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar laporan administratif.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Sandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dalam menjaga keamanan selama Ramadhan hingga Idulfitri.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, ASN, pemerintah daerah, dan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, tugas melindungi masyarakat tidak berhenti di sini. Personel harus tetap memantau dinamika arus lalu lintas hingga Operasi Ketupat berakhir pukul 24.00 WIB,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polda Sumatera Selatan meningkatkan antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), merujuk pada prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).&#13;
&#13;
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, menyatakan bahwa langkah kesiapsiagaan ini didasarkan pada pemaparan BMKG terkait fenomena iklim ENSO yang diprediksi tetap berada dalam kondisi netral hingga pertengahan 2026.&#13;
&#13;
Meski tidak ada fenomena El Ni&amp;ntilde;o ekstrem, BMKG memperingatkan bahwa musim kemarau di Indonesia diprediksi datang lebih awal, yakni 1 hingga 3 dasarian, termasuk di sejumlah Zona Musim (ZOM) di Sumatera Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan lebih kering dibandingkan tahun 2025. Puncaknya diprediksi terjadi pada Mei hingga Agustus,&amp;rdquo; ujar Sandi, Rabu (25/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran di wilayah rawan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mitigasi karhutla tidak bisa dilakukan secara sektoral,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sandi pun menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat sinergi dengan berbagai instansi serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.&#13;
&#13;
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah dampak buruk karhutla terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat.&#13;
&#13;
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya evaluasi penyerapan anggaran 2026 di seluruh satuan kerja. Menurutnya, setiap program kepolisian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar laporan administratif.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Sandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dalam menjaga keamanan selama Ramadhan hingga Idulfitri.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, ASN, pemerintah daerah, dan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, tugas melindungi masyarakat tidak berhenti di sini. Personel harus tetap memantau dinamika arus lalu lintas hingga Operasi Ketupat berakhir pukul 24.00 WIB,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
