<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Ungkap 2.713 Hektare Lahan Terbakar, Riau Siaga Darurat Karhutla</title><description>Sejak awal tahun ini BNPB mencatat 2.713 hektare lahan terbakar di Riau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/27/337/3208976/bnpb-ungkap-2-713-hektare-lahan-terbakar-riau-siaga-darurat-karhutla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/27/337/3208976/bnpb-ungkap-2-713-hektare-lahan-terbakar-riau-siaga-darurat-karhutla"/><item><title>BNPB Ungkap 2.713 Hektare Lahan Terbakar, Riau Siaga Darurat Karhutla</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/27/337/3208976/bnpb-ungkap-2-713-hektare-lahan-terbakar-riau-siaga-darurat-karhutla</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/27/337/3208976/bnpb-ungkap-2-713-hektare-lahan-terbakar-riau-siaga-darurat-karhutla</guid><pubDate>Jum'at 27 Maret 2026 00:06 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/26/337/3208976/karhutla-FoUX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BNPB Ungkap 2.713 Hektare Lahan Terbakar, Riau Siaga Darurat Karhutla (Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/26/337/3208976/karhutla-FoUX_large.jpg</image><title>BNPB Ungkap 2.713 Hektare Lahan Terbakar, Riau Siaga Darurat Karhutla (Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai 2.713,26 hektare dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Peristiwa itu terhitung sejak 1 Januari hingga 24 Maret 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau per Rabu (25/3/2026) mencatat total luasan terbakar sejak Rabu (1/1/2026) hingga Senin (24/3/2026) mencapai 2.713,26 hektare,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).&#13;
&#13;
Ia menyatakan, angka tersebut merupakan akumulasi data per Rabu (25/3/2026) yang menunjukkan tren peningkatan luasan terbakar di sejumlah titik strategis.&#13;
&#13;
Abdul menyebutkan, penambahan luas kebakaran terjadi secara signifikan di Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hilir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada periode pelaporan, terdapat penambahan luas kebakaran di beberapa wilayah, di antaranya di Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Abdul menambahkan, Pemerintah Riau telah menetapkan status siaga darurat sejak Kamis (13/2/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Status siaga darurat telah ditetapkan sejak Kamis (13/2) hingga Minggu (30/11) 2026. Upaya penanganan terus dilakukan melalui pemadaman darat dan udara serta peningkatan patroli di wilayah rawan,&amp;rdquo; jelas tuturnya.&#13;
&#13;
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemadaman kebakaran dan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai 2.713,26 hektare dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Peristiwa itu terhitung sejak 1 Januari hingga 24 Maret 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau per Rabu (25/3/2026) mencatat total luasan terbakar sejak Rabu (1/1/2026) hingga Senin (24/3/2026) mencapai 2.713,26 hektare,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).&#13;
&#13;
Ia menyatakan, angka tersebut merupakan akumulasi data per Rabu (25/3/2026) yang menunjukkan tren peningkatan luasan terbakar di sejumlah titik strategis.&#13;
&#13;
Abdul menyebutkan, penambahan luas kebakaran terjadi secara signifikan di Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hilir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada periode pelaporan, terdapat penambahan luas kebakaran di beberapa wilayah, di antaranya di Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Abdul menambahkan, Pemerintah Riau telah menetapkan status siaga darurat sejak Kamis (13/2/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Status siaga darurat telah ditetapkan sejak Kamis (13/2) hingga Minggu (30/11) 2026. Upaya penanganan terus dilakukan melalui pemadaman darat dan udara serta peningkatan patroli di wilayah rawan,&amp;rdquo; jelas tuturnya.&#13;
&#13;
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendataan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemadaman kebakaran dan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
