<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Curhat di DPR, Amsal: Saya Hanya Pekerja Kreatif, Tak Kelola Anggaran</title><description>Terdakwa kasus dugaan markup pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, menegaskan, bahwa dirinya hanya pekerja kreatif yang tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/30/337/3209526/curhat-di-dpr-amsal-saya-hanya-pekerja-kreatif-tak-kelola-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/30/337/3209526/curhat-di-dpr-amsal-saya-hanya-pekerja-kreatif-tak-kelola-anggaran"/><item><title> Curhat di DPR, Amsal: Saya Hanya Pekerja Kreatif, Tak Kelola Anggaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/30/337/3209526/curhat-di-dpr-amsal-saya-hanya-pekerja-kreatif-tak-kelola-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/30/337/3209526/curhat-di-dpr-amsal-saya-hanya-pekerja-kreatif-tak-kelola-anggaran</guid><pubDate>Senin 30 Maret 2026 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/30/337/3209526/terdakwa_amsal_christy_sitepu-2iCh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terdakwa  Amsal Christy Sitepu (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/30/337/3209526/terdakwa_amsal_christy_sitepu-2iCh_large.jpg</image><title>Terdakwa  Amsal Christy Sitepu (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Terdakwa kasus dugaan markup pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, menegaskan, bahwa dirinya hanya pekerja kreatif yang tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Amsal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya cuma mencari keadilan, Pak. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif biasa. Saya tidak punya wewenang dalam anggaran. Sederhananya, saya hanya menjual,&amp;rdquo; ujar Amsal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amsal juga mempertanyakan dasar perkara yang menjeratnya. Ia menilai pihak pemberi proyek seharusnya dapat menolak jika harga yang diajukan dianggap tidak sesuai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau memang harganya kemahalan, kenapa tidak ditolak saja? Atau kalau tidak sesuai, kenapa harus dibayarkan? Tidak perlu saya dipenjarakan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Amsal mengaku khawatir kasus yang dialaminya dapat berdampak luas terhadap pelaku industri kreatif, khususnya generasi muda.&#13;
&#13;
Ia menilai, situasi ini berpotensi membuat pekerja kreatif ragu untuk bekerja sama dengan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya khawatir jika ini terus terjadi, anak-anak muda pekerja ekonomi kreatif di Indonesia akan takut bekerja sama dengan pemerintah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Terdakwa kasus dugaan markup pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, menegaskan, bahwa dirinya hanya pekerja kreatif yang tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Amsal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya cuma mencari keadilan, Pak. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif biasa. Saya tidak punya wewenang dalam anggaran. Sederhananya, saya hanya menjual,&amp;rdquo; ujar Amsal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amsal juga mempertanyakan dasar perkara yang menjeratnya. Ia menilai pihak pemberi proyek seharusnya dapat menolak jika harga yang diajukan dianggap tidak sesuai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau memang harganya kemahalan, kenapa tidak ditolak saja? Atau kalau tidak sesuai, kenapa harus dibayarkan? Tidak perlu saya dipenjarakan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Amsal mengaku khawatir kasus yang dialaminya dapat berdampak luas terhadap pelaku industri kreatif, khususnya generasi muda.&#13;
&#13;
Ia menilai, situasi ini berpotensi membuat pekerja kreatif ragu untuk bekerja sama dengan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya khawatir jika ini terus terjadi, anak-anak muda pekerja ekonomi kreatif di Indonesia akan takut bekerja sama dengan pemerintah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
