<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Said Didu: Perang Timteng Justru Lebih Banyak Berkahnya bagi RI</title><description>Analis Kebijakan Publik, Said Didu, menyebut perang di Timur Tengah (Timteng) justru lebih banyak membawa berkah daripada musibah bagi Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209861/said-didu-perang-timteng-justru-lebih-banyak-berkahnya-bagi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209861/said-didu-perang-timteng-justru-lebih-banyak-berkahnya-bagi-ri"/><item><title>Said Didu: Perang Timteng Justru Lebih Banyak Berkahnya bagi RI</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209861/said-didu-perang-timteng-justru-lebih-banyak-berkahnya-bagi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209861/said-didu-perang-timteng-justru-lebih-banyak-berkahnya-bagi-ri</guid><pubDate>Selasa 31 Maret 2026 21:21 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/31/337/3209861/said_didu-wgj4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Said Didu (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/31/337/3209861/said_didu-wgj4_large.jpg</image><title>Said Didu (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</title></images><description>JAKARTA - Analis Kebijakan Publik, Said Didu, menyebut perang di Timur Tengah (Timteng) justru lebih banyak membawa berkah daripada musibah bagi Indonesia.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Said saat menghadiri program Rakyat Bersuara bertajuk &amp;quot;Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?&amp;quot; yang disiarkan oleh iNews TV, Selasa (31/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menyatakan perang ini, lebih banyak sepertinya berkahnya daripada musibahnya. Karena ekonomi kita sumber daya alam,&amp;quot; kata Said.&#13;
&#13;
Menurut Said, ada dua faktor yang mendukung pernyataannya bahwa perang membawa lebih banyak berkah ke Indonesia. &amp;quot;Karena dua faktor lain tidak terganggu, pangan dan kurs,&amp;quot; ujar Said.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Said, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi krisis energi. Said memaparkan, produksi minyak saat ini 540 ribu barel per hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau naik 50 dolar, artinya ada penambahan pendapatan 390 miliar per hari. Subsidi BBM itu, dengan gas melon, hanya setahun kalau dimasukkan kompensasi 370 miliar per hari, artinya surplus,&amp;quot; ucap Said.&#13;
&#13;
Kemudian, saat disinggung soal peran net importir, Said menyebut yang disinggung adalah soal subsidi semata. &amp;quot;Saya hanya bahasnya subsidi saja. Itu dampak lain, ditanggung pemerintah kan subsidi bahan gas elpiji selama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Analis Kebijakan Publik, Said Didu, menyebut perang di Timur Tengah (Timteng) justru lebih banyak membawa berkah daripada musibah bagi Indonesia.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Said saat menghadiri program Rakyat Bersuara bertajuk &amp;quot;Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?&amp;quot; yang disiarkan oleh iNews TV, Selasa (31/3/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menyatakan perang ini, lebih banyak sepertinya berkahnya daripada musibahnya. Karena ekonomi kita sumber daya alam,&amp;quot; kata Said.&#13;
&#13;
Menurut Said, ada dua faktor yang mendukung pernyataannya bahwa perang membawa lebih banyak berkah ke Indonesia. &amp;quot;Karena dua faktor lain tidak terganggu, pangan dan kurs,&amp;quot; ujar Said.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Said, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi krisis energi. Said memaparkan, produksi minyak saat ini 540 ribu barel per hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau naik 50 dolar, artinya ada penambahan pendapatan 390 miliar per hari. Subsidi BBM itu, dengan gas melon, hanya setahun kalau dimasukkan kompensasi 370 miliar per hari, artinya surplus,&amp;quot; ucap Said.&#13;
&#13;
Kemudian, saat disinggung soal peran net importir, Said menyebut yang disinggung adalah soal subsidi semata. &amp;quot;Saya hanya bahasnya subsidi saja. Itu dampak lain, ditanggung pemerintah kan subsidi bahan gas elpiji selama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
