<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alimuddin Sebut Isu BBM Naik dari &amp;lsquo;Influencer Bodong&amp;rsquo; Picu Panic Buying di SPBU!</title><description>Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin, menilai narasi menakutkan soal isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu kepanikan masyarakat, termasuk aksi panic buying di sejumlah SPBU.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209875/alimuddin-sebut-isu-bbm-naik-dari-lsquo-influencer-bodong-rsquo-picu-panic-buying-di-spbu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209875/alimuddin-sebut-isu-bbm-naik-dari-lsquo-influencer-bodong-rsquo-picu-panic-buying-di-spbu"/><item><title>Alimuddin Sebut Isu BBM Naik dari &amp;lsquo;Influencer Bodong&amp;rsquo; Picu Panic Buying di SPBU!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209875/alimuddin-sebut-isu-bbm-naik-dari-lsquo-influencer-bodong-rsquo-picu-panic-buying-di-spbu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/31/337/3209875/alimuddin-sebut-isu-bbm-naik-dari-lsquo-influencer-bodong-rsquo-picu-panic-buying-di-spbu</guid><pubDate>Selasa 31 Maret 2026 22:21 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/31/337/3209875/ahmad_alimuddin-bymn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/31/337/3209875/ahmad_alimuddin-bymn_large.jpg</image><title>Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin, menilai narasi menakutkan soal isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu kepanikan masyarakat, termasuk aksi panic buying di sejumlah SPBU.&#13;
&#13;
Alim menyebut, informasi yang tidak akurat berpotensi memperkeruh situasi.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikannya saat menanggapi pandangan pakar politik ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, yang sebelumnya menyebut Indonesia tengah menuju pintu krisis atau resesi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prof juga harus memberikan informasi yang benar ke masyarakat. Jangan sampai justru menakut-nakuti. Karena faktanya, narasi ketakutan ini memicu panic buying, orang jadi antre di SPBU,&amp;rdquo; ujarnya dalam Program Rakyat Bersuara, Selasa (31/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir beredar luas informasi di media sosial terkait rencana kenaikan BBM per 1 April. Namun, menurutnya, kabar tersebut tidak terbukti.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya per 1 April, dari dua-tiga hari terakhir, isu BBM naik itu tidak benar. Ada sejumlah influencer yang menyebarkan informasi serupa sehingga membuat masyarakat khawatir,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menilai fenomena tersebut merupakan bagian dari pertarungan wacana di ruang publik, di mana informasi negatif lebih cepat menyebar dibandingkan klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Algoritma media sosial cenderung menyebarkan narasi negatif dibanding penjelasan yang mencoba memberi pemahaman ke masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ichsanuddin Noorsy menilai kondisi ekonomi Indonesia perlu diwaspadai. Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan tekanan eksternal yang cukup tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia sedang menuju pintu krisis, pintu resesi. SBN rate 4,75, inflasinya 2,5 plus minus satu poin. Rupiah melemah, menandakan tekanan eksternal tinggi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti perbedaan pernyataan pejabat pemerintah terkait kebijakan BBM yang dinilai dapat memengaruhi kepercayaan publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ingin meningkatkan public trust, pertanyaannya apakah pernyataan pemerintah konsisten atau tidak,&amp;rdquo; kata Ichsanuddin.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Ahmad menyebut perubahan pernyataan merupakan bagian dari proses pengambilan kebijakan yang melalui berbagai pertimbangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam prosesnya ada pembahasan dan penyesuaian. Setelah diputuskan, pemerintah memilih tidak menaikkan BBM,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin, menilai narasi menakutkan soal isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memicu kepanikan masyarakat, termasuk aksi panic buying di sejumlah SPBU.&#13;
&#13;
Alim menyebut, informasi yang tidak akurat berpotensi memperkeruh situasi.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikannya saat menanggapi pandangan pakar politik ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, yang sebelumnya menyebut Indonesia tengah menuju pintu krisis atau resesi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prof juga harus memberikan informasi yang benar ke masyarakat. Jangan sampai justru menakut-nakuti. Karena faktanya, narasi ketakutan ini memicu panic buying, orang jadi antre di SPBU,&amp;rdquo; ujarnya dalam Program Rakyat Bersuara, Selasa (31/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, dalam beberapa hari terakhir beredar luas informasi di media sosial terkait rencana kenaikan BBM per 1 April. Namun, menurutnya, kabar tersebut tidak terbukti.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya per 1 April, dari dua-tiga hari terakhir, isu BBM naik itu tidak benar. Ada sejumlah influencer yang menyebarkan informasi serupa sehingga membuat masyarakat khawatir,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menilai fenomena tersebut merupakan bagian dari pertarungan wacana di ruang publik, di mana informasi negatif lebih cepat menyebar dibandingkan klarifikasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Algoritma media sosial cenderung menyebarkan narasi negatif dibanding penjelasan yang mencoba memberi pemahaman ke masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ichsanuddin Noorsy menilai kondisi ekonomi Indonesia perlu diwaspadai. Ia menyebut sejumlah indikator menunjukkan tekanan eksternal yang cukup tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia sedang menuju pintu krisis, pintu resesi. SBN rate 4,75, inflasinya 2,5 plus minus satu poin. Rupiah melemah, menandakan tekanan eksternal tinggi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti perbedaan pernyataan pejabat pemerintah terkait kebijakan BBM yang dinilai dapat memengaruhi kepercayaan publik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ingin meningkatkan public trust, pertanyaannya apakah pernyataan pemerintah konsisten atau tidak,&amp;rdquo; kata Ichsanuddin.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Ahmad menyebut perubahan pernyataan merupakan bagian dari proses pengambilan kebijakan yang melalui berbagai pertimbangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam prosesnya ada pembahasan dan penyesuaian. Setelah diputuskan, pemerintah memilih tidak menaikkan BBM,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
