<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Warga Sipil Terlibat</title><description>Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan warga sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/31/338/3209781/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-polisi-belum-temukan-warga-sipil-terlibat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/03/31/338/3209781/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-polisi-belum-temukan-warga-sipil-terlibat"/><item><title>Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Warga Sipil Terlibat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/03/31/338/3209781/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-polisi-belum-temukan-warga-sipil-terlibat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/03/31/338/3209781/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-polisi-belum-temukan-warga-sipil-terlibat</guid><pubDate>Selasa 31 Maret 2026 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/31/338/3209781/dirreskrimum_polda_metro_jaya_kombes_iman_imanuddin-HqgZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/31/338/3209781/dirreskrimum_polda_metro_jaya_kombes_iman_imanuddin-HqgZ_large.jpg</image><title>Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan warga sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan, dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil sampai dengan proses penyerahan,&amp;quot; kata Iman kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis 12 Maret 2026 malam, usai menghadiri acara podcast berjudul &amp;quot;Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia&amp;rdquo; di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belakangan, TNI menyatakan telah menangkap 4 orang anggotanya yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus, yakni NDP, SL, BHW, dan ES.&#13;
&#13;
NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.&#13;
&#13;
Sementara itu Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie. Keduanya punya inisial berbeda dengan yang dibeberkan Puspom TNI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Versi Polda Metro Jaya, inisial dua pelaku adalah BHC dan MAK dengan kemungkinan terduga pelaku lebih dari dua orang. Hingga kini, Puspom TNI belum memberi update terkait penanganan kasus itu.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan warga sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan, dan sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil sampai dengan proses penyerahan,&amp;quot; kata Iman kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis 12 Maret 2026 malam, usai menghadiri acara podcast berjudul &amp;quot;Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia&amp;rdquo; di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belakangan, TNI menyatakan telah menangkap 4 orang anggotanya yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus, yakni NDP, SL, BHW, dan ES.&#13;
&#13;
NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.&#13;
&#13;
Sementara itu Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie. Keduanya punya inisial berbeda dengan yang dibeberkan Puspom TNI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Versi Polda Metro Jaya, inisial dua pelaku adalah BHC dan MAK dengan kemungkinan terduga pelaku lebih dari dua orang. Hingga kini, Puspom TNI belum memberi update terkait penanganan kasus itu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
