<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Dipicu Utang, ASN di Tangsel Dianiaya Atasan hingga Bonyok</title><description>Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi korban dugaan penganiayaan oleh atasannya sendiri. Insiden tersebut diduga dipicu persoalan utang-piutang antara keduanya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/01/338/3209887/diduga-dipicu-utang-asn-di-tangsel-dianiaya-atasan-hingga-bonyok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/01/338/3209887/diduga-dipicu-utang-asn-di-tangsel-dianiaya-atasan-hingga-bonyok"/><item><title>Diduga Dipicu Utang, ASN di Tangsel Dianiaya Atasan hingga Bonyok</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/01/338/3209887/diduga-dipicu-utang-asn-di-tangsel-dianiaya-atasan-hingga-bonyok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/01/338/3209887/diduga-dipicu-utang-asn-di-tangsel-dianiaya-atasan-hingga-bonyok</guid><pubDate>Rabu 01 April 2026 00:30 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/31/338/3209887/asn_tangsel_dianiaya-pDmV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ASN Tangsel Dianiaya (Foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/31/338/3209887/asn_tangsel_dianiaya-pDmV_large.jpg</image><title>ASN Tangsel Dianiaya (Foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
TANGSEL - Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi korban dugaan penganiayaan oleh atasannya sendiri. Insiden tersebut diduga dipicu persoalan utang-piutang antara keduanya.&#13;
&#13;
Korban berinisial IS (45), seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel. Sementara terduga pelaku adalah AS, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Bidang Sarana-Prasarana di instansi yang sama.&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, IS mengalami luka lebam di bagian mata kiri setelah dipukul oleh pelaku. Korban pun telah menjalani visum dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Serpong.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sudah lapor, sudah visum juga. Saya juga sudah dipanggil ke Polsek untuk diminta keterangan lanjutan,&amp;rdquo; ujar IS saat ditemui di kediamannya di kawasan Cilenggang, Serpong, Selasa (31/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
IS mengungkapkan, dugaan penganiayaan itu tidak hanya terjadi sekali. Ia mengaku telah beberapa kali mengalami tindakan kekerasan dari atasannya sejak Oktober 2025.&#13;
&#13;
Peristiwa terbaru terjadi pada 4 Februari 2026, saat pelaku mendatangi rumah korban dan langsung melakukan penyerangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah beberapa kali. Di kantor waktu itu saya dipukul juga. Masalahnya soal utang. Yang terakhir itu tanggal 4 Februari, sekitar jam 11, dia datang ke rumah, terus langsung nendang dan mukul, kena mata saya,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut IS, konflik tersebut bermula dari utang sebesar Rp10 juta sejak tahun 2024. Ia mengaku telah membayar sebagian, namun masih menyisakan Rp5 juta.&#13;
&#13;
Kondisi kesehatannya yang tengah menjalani pengobatan batu ginjal membuatnya kesulitan untuk melunasi sisa utang tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Utang saya total Rp10 juta, sudah dibayar separuh, tinggal Rp5 juta. Kondisi saya lagi rawat jalan, jadi kesulitan untuk melunasinya,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Serpong Kompol Suhardono belum memberikan penjelasan rinci terkait penanganan kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Coba dicek dulu,&amp;rdquo; ujarnya singkat.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
TANGSEL - Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi korban dugaan penganiayaan oleh atasannya sendiri. Insiden tersebut diduga dipicu persoalan utang-piutang antara keduanya.&#13;
&#13;
Korban berinisial IS (45), seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel. Sementara terduga pelaku adalah AS, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Bidang Sarana-Prasarana di instansi yang sama.&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, IS mengalami luka lebam di bagian mata kiri setelah dipukul oleh pelaku. Korban pun telah menjalani visum dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Serpong.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sudah lapor, sudah visum juga. Saya juga sudah dipanggil ke Polsek untuk diminta keterangan lanjutan,&amp;rdquo; ujar IS saat ditemui di kediamannya di kawasan Cilenggang, Serpong, Selasa (31/3/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
IS mengungkapkan, dugaan penganiayaan itu tidak hanya terjadi sekali. Ia mengaku telah beberapa kali mengalami tindakan kekerasan dari atasannya sejak Oktober 2025.&#13;
&#13;
Peristiwa terbaru terjadi pada 4 Februari 2026, saat pelaku mendatangi rumah korban dan langsung melakukan penyerangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah beberapa kali. Di kantor waktu itu saya dipukul juga. Masalahnya soal utang. Yang terakhir itu tanggal 4 Februari, sekitar jam 11, dia datang ke rumah, terus langsung nendang dan mukul, kena mata saya,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut IS, konflik tersebut bermula dari utang sebesar Rp10 juta sejak tahun 2024. Ia mengaku telah membayar sebagian, namun masih menyisakan Rp5 juta.&#13;
&#13;
Kondisi kesehatannya yang tengah menjalani pengobatan batu ginjal membuatnya kesulitan untuk melunasi sisa utang tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Utang saya total Rp10 juta, sudah dibayar separuh, tinggal Rp5 juta. Kondisi saya lagi rawat jalan, jadi kesulitan untuk melunasinya,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Serpong Kompol Suhardono belum memberikan penjelasan rinci terkait penanganan kasus tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Coba dicek dulu,&amp;rdquo; ujarnya singkat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
