<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Razman Sebut Rismon Sianipar Merasa Dipolitisasi dalam Isu Ijazah Jokowi</title><description>Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution mengungkapkan, bahwa tersangka kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yakni Rismon Sianipar, merasa dirinya dipolitisasi dan dieksploitasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/02/337/3210313/razman-sebut-rismon-sianipar-merasa-dipolitisasi-dalam-isu-ijazah-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/02/337/3210313/razman-sebut-rismon-sianipar-merasa-dipolitisasi-dalam-isu-ijazah-jokowi"/><item><title>Razman Sebut Rismon Sianipar Merasa Dipolitisasi dalam Isu Ijazah Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/02/337/3210313/razman-sebut-rismon-sianipar-merasa-dipolitisasi-dalam-isu-ijazah-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/02/337/3210313/razman-sebut-rismon-sianipar-merasa-dipolitisasi-dalam-isu-ijazah-jokowi</guid><pubDate>Kamis 02 April 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/02/337/3210313/razman_nasution_ketua_umum_kami_jokowi_gibran-Lt13_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Razman Nasution Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran (foto; tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/02/337/3210313/razman_nasution_ketua_umum_kami_jokowi_gibran-Lt13_large.jpg</image><title>Razman Nasution Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran (foto; tangkapan layar)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution mengungkapkan, bahwa tersangka kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yakni Rismon Sianipar, merasa dirinya dipolitisasi dan dieksploitasi.&#13;
&#13;
Razman mengatakan, pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Rismon kepadanya. Dalam pernyataannya, Rismon juga menyinggung nama Roy Suryo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia merasa dipolitisasi, terutama oleh Roy Suryo. Ini bahasa dia ke saya. Dia merasa bukan hanya dipolitisasi, tapi juga dieksploitasi,&amp;rdquo; ujar Razman dalam program INTERUPSI, Kamis (2/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Razman kemudian menyinggung soal buku Jokowi&amp;rsquo;s White Paper yang disebut ditulis bersama oleh Rismon, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma. Menurutnya, Rismon mengklaim kontribusi penulisannya jauh lebih besar dibanding penulis lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam buku itu, Rismon mengaku menulis sekitar 480 halaman, sementara Roy Suryo disebut hanya sekitar 49 halaman yang sebagian berasal dari percakapan WhatsApp,&amp;rdquo; kata Razman.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Razman menyebut Rismon juga menduga adanya pihak lain di balik penggiringan isu ijazah palsu tersebut. Namun, Rismon tidak menyebutkan identitas pihak yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia menduga ada orang di balik ini, tapi tidak mau menyebut nama,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution mengungkapkan, bahwa tersangka kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yakni Rismon Sianipar, merasa dirinya dipolitisasi dan dieksploitasi.&#13;
&#13;
Razman mengatakan, pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Rismon kepadanya. Dalam pernyataannya, Rismon juga menyinggung nama Roy Suryo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia merasa dipolitisasi, terutama oleh Roy Suryo. Ini bahasa dia ke saya. Dia merasa bukan hanya dipolitisasi, tapi juga dieksploitasi,&amp;rdquo; ujar Razman dalam program INTERUPSI, Kamis (2/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Razman kemudian menyinggung soal buku Jokowi&amp;rsquo;s White Paper yang disebut ditulis bersama oleh Rismon, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma. Menurutnya, Rismon mengklaim kontribusi penulisannya jauh lebih besar dibanding penulis lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam buku itu, Rismon mengaku menulis sekitar 480 halaman, sementara Roy Suryo disebut hanya sekitar 49 halaman yang sebagian berasal dari percakapan WhatsApp,&amp;rdquo; kata Razman.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Razman menyebut Rismon juga menduga adanya pihak lain di balik penggiringan isu ijazah palsu tersebut. Namun, Rismon tidak menyebutkan identitas pihak yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dia menduga ada orang di balik ini, tapi tidak mau menyebut nama,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
