<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Catat 93 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Sulut dan Malut</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 93 gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210237/bmkg-catat-93-gempa-susulan-pascagempa-m7-6-di-sulut-dan-malut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210237/bmkg-catat-93-gempa-susulan-pascagempa-m7-6-di-sulut-dan-malut"/><item><title>BMKG Catat 93 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Sulut dan Malut</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210237/bmkg-catat-93-gempa-susulan-pascagempa-m7-6-di-sulut-dan-malut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210237/bmkg-catat-93-gempa-susulan-pascagempa-m7-6-di-sulut-dan-malut</guid><pubDate>Kamis 02 April 2026 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/02/340/3210237/kepala_bmkg_teuku_faisal_fathani-GW8d_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/02/340/3210237/kepala_bmkg_teuku_faisal_fathani-GW8d_large.jpg</image><title>Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 93 gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Magnitudo 7,6 yang digelar secara daring, Kamis (2/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WIB, telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan,&amp;quot; ujar Faisal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kekuatan gempa susulan berkisar antara magnitudo 2,8 hingga magnitudo 5,8. Dari jumlah tersebut, tujuh gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah frekuensi yang terus kami pantau,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Faisal juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pasalnya, dalam beberapa kasus, gempa susulan dapat memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan gempa utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini terus kami pantau di kantor BMKG melalui sistem Multi Hazard Early Warning System di Kemayoran,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 93 gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Magnitudo 7,6 yang digelar secara daring, Kamis (2/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WIB, telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan,&amp;quot; ujar Faisal.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kekuatan gempa susulan berkisar antara magnitudo 2,8 hingga magnitudo 5,8. Dari jumlah tersebut, tujuh gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah frekuensi yang terus kami pantau,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Faisal juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pasalnya, dalam beberapa kasus, gempa susulan dapat memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan gempa utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini terus kami pantau di kantor BMKG melalui sistem Multi Hazard Early Warning System di Kemayoran,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
