<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Sebut Potensi Gempa dan Tsunami di Sulut-Malut Masih Tinggi</title><description>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) memiliki potensi gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210254/bnpb-sebut-potensi-gempa-dan-tsunami-di-sulut-malut-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210254/bnpb-sebut-potensi-gempa-dan-tsunami-di-sulut-malut-masih-tinggi"/><item><title>BNPB Sebut Potensi Gempa dan Tsunami di Sulut-Malut Masih Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210254/bnpb-sebut-potensi-gempa-dan-tsunami-di-sulut-malut-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/02/340/3210254/bnpb-sebut-potensi-gempa-dan-tsunami-di-sulut-malut-masih-tinggi</guid><pubDate>Kamis 02 April 2026 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/02/340/3210254/kepala_bnpb_letjen_tni_suharyanto-kGlf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/02/340/3210254/kepala_bnpb_letjen_tni_suharyanto-kGlf_large.jpg</image><title>Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) memiliki potensi gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan gempa bumi magnitudo 7,6 yang digelar secara daring, Kamis (2/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang untuk wilayah, khususnya Sulawesi Utara dan Maluku Utara, memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi,&amp;quot; kata Suharyanto.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BNPB, ia mengungkapkan gempa bumi telah berulang kali mengguncang wilayah Sulut dan Malut sejak tahun 1608. Selain itu, gempa yang terjadi di kawasan tersebut kerap berkekuatan besar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak tahun 1608 hingga 2026, atau sekitar 400&amp;ndash;500 tahun terakhir, wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara ini sering terjadi gempa. Bahkan skalanya rata-rata di atas 7. Yang terakhir 7,6, dan pada 1998 juga pernah terjadi gempa hingga 7,7 skala Richter,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Suharyanto menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk terus meningkatkan sistem peringatan dini serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menjadi perhatian kita bersama. Para kepala daerah, TNI, dan Polri harus terus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, wilayah Sulut dan Malut diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026) pukul 06.48 WITA. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.&#13;
&#13;
Gempa bermagnitudo 7,6 itu berlokasi pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, dengan kedalaman 62 kilometer di bawah permukaan laut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) memiliki potensi gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Suharyanto saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan gempa bumi magnitudo 7,6 yang digelar secara daring, Kamis (2/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang untuk wilayah, khususnya Sulawesi Utara dan Maluku Utara, memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi,&amp;quot; kata Suharyanto.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BNPB, ia mengungkapkan gempa bumi telah berulang kali mengguncang wilayah Sulut dan Malut sejak tahun 1608. Selain itu, gempa yang terjadi di kawasan tersebut kerap berkekuatan besar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak tahun 1608 hingga 2026, atau sekitar 400&amp;ndash;500 tahun terakhir, wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara ini sering terjadi gempa. Bahkan skalanya rata-rata di atas 7. Yang terakhir 7,6, dan pada 1998 juga pernah terjadi gempa hingga 7,7 skala Richter,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Suharyanto menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk terus meningkatkan sistem peringatan dini serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menjadi perhatian kita bersama. Para kepala daerah, TNI, dan Polri harus terus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, wilayah Sulut dan Malut diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026) pukul 06.48 WITA. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.&#13;
&#13;
Gempa bermagnitudo 7,6 itu berlokasi pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, dengan kedalaman 62 kilometer di bawah permukaan laut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
