<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tiga Negara Siap Veto Proposal Bahrain di DK PBB Soal Selat Hormuz</title><description>Iran telah menutup Selat Hormuz sejak awal perang dengan AS dan Israel, menyebabkan lonjakan harga minyak global. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/03/18/3210450/tiga-negara-siap-veto-proposal-bahrain-di-dk-pbb-soal-selat-hormuz</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/03/18/3210450/tiga-negara-siap-veto-proposal-bahrain-di-dk-pbb-soal-selat-hormuz"/><item><title>Tiga Negara Siap Veto Proposal Bahrain di DK PBB Soal Selat Hormuz</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/03/18/3210450/tiga-negara-siap-veto-proposal-bahrain-di-dk-pbb-soal-selat-hormuz</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/03/18/3210450/tiga-negara-siap-veto-proposal-bahrain-di-dk-pbb-soal-selat-hormuz</guid><pubDate>Jum'at 03 April 2026 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/03/18/3210450/ilustrasi-NyFL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/03/18/3210450/ilustrasi-NyFL_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan mengambil suara pada Sabtu (4/4/2026) mengenai proposal dari Bahrain yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer untuk tindakan defensif guna memastikan kapal dapat dengan aman melintasi Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, Iran telah menutup jalur pelayaran utama, mengancam pasokan bahan bakar dan melumpuhkan ekonomi global, sebagai pembalasan atas serangan Amerika Serikat (AS)&amp;ndash;Israel yang memicu perang Timur Tengah dan telah memasuki bulan kedua.&#13;
&#13;
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengizinkan penggunaan kekuatan militer melindungi Selat Hormuz dari serangan Iran.&#13;
&#13;
Dilansir TRT, draf awal yang diajukan Bahrain akan mengizinkan negara-negara untuk &amp;ldquo;menggunakan semua cara yang diperlukan&amp;rdquo; guna mengamankan selat tersebut. Namun, Rusia, China, dan Prancis &amp;mdash; yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan &amp;mdash; menyatakan penentangan terhadap persetujuan penggunaan kekuatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berbicara pada Kamis (2/4/2026) di Korea Selatan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa harapan Amerika agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali dengan kekerasan adalah tidak realistis.&#13;
&#13;
Macron menegaskan operasi militer &amp;ldquo;akan memakan waktu sangat lama dan membuat siapa pun yang melewati selat tersebut rentan terhadap ancaman pesisir dari Garda Revolusi Iran.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pembukaan kembali selat &amp;ldquo;hanya dapat dilakukan dalam koordinasi dengan Iran,&amp;rdquo; melalui negosiasi yang menyusul gencatan senjata potensial.&#13;
&#13;
Pembicaraan yang diselenggarakan Inggris dan melibatkan lebih dari 40 negara berfokus pada cara politik daripada militer untuk mengamankan selat tersebut. Negara-negara itu, yang tidak termasuk AS, mendesak peningkatan tekanan diplomatik terhadap Iran dan kemungkinan sanksi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan mengambil suara pada Sabtu (4/4/2026) mengenai proposal dari Bahrain yang mengizinkan penggunaan kekuatan militer untuk tindakan defensif guna memastikan kapal dapat dengan aman melintasi Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, Iran telah menutup jalur pelayaran utama, mengancam pasokan bahan bakar dan melumpuhkan ekonomi global, sebagai pembalasan atas serangan Amerika Serikat (AS)&amp;ndash;Israel yang memicu perang Timur Tengah dan telah memasuki bulan kedua.&#13;
&#13;
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengizinkan penggunaan kekuatan militer melindungi Selat Hormuz dari serangan Iran.&#13;
&#13;
Dilansir TRT, draf awal yang diajukan Bahrain akan mengizinkan negara-negara untuk &amp;ldquo;menggunakan semua cara yang diperlukan&amp;rdquo; guna mengamankan selat tersebut. Namun, Rusia, China, dan Prancis &amp;mdash; yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan &amp;mdash; menyatakan penentangan terhadap persetujuan penggunaan kekuatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berbicara pada Kamis (2/4/2026) di Korea Selatan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa harapan Amerika agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali dengan kekerasan adalah tidak realistis.&#13;
&#13;
Macron menegaskan operasi militer &amp;ldquo;akan memakan waktu sangat lama dan membuat siapa pun yang melewati selat tersebut rentan terhadap ancaman pesisir dari Garda Revolusi Iran.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pembukaan kembali selat &amp;ldquo;hanya dapat dilakukan dalam koordinasi dengan Iran,&amp;rdquo; melalui negosiasi yang menyusul gencatan senjata potensial.&#13;
&#13;
Pembicaraan yang diselenggarakan Inggris dan melibatkan lebih dari 40 negara berfokus pada cara politik daripada militer untuk mengamankan selat tersebut. Negara-negara itu, yang tidak termasuk AS, mendesak peningkatan tekanan diplomatik terhadap Iran dan kemungkinan sanksi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
