<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ragunan Ternyata Pernah Jadi Milik Pelukis Raden Saleh, Begini Kisahnya!&amp;nbsp;</title><description>Karena banyaknya masyarakat yang ingin melihat, akhirnya area tersebut dibuka untuk umum dengan nama Taman Raden Saleh. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/04/338/3210424/ragunan-ternyata-pernah-jadi-milik-pelukis-raden-saleh-begini-kisahnya-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/04/338/3210424/ragunan-ternyata-pernah-jadi-milik-pelukis-raden-saleh-begini-kisahnya-nbsp"/><item><title>Ragunan Ternyata Pernah Jadi Milik Pelukis Raden Saleh, Begini Kisahnya!&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/04/338/3210424/ragunan-ternyata-pernah-jadi-milik-pelukis-raden-saleh-begini-kisahnya-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/04/338/3210424/ragunan-ternyata-pernah-jadi-milik-pelukis-raden-saleh-begini-kisahnya-nbsp</guid><pubDate>Sabtu 04 April 2026 02:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/03/338/3210424/viral-0sGe_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ragunan Ternyata Pernah Jadi Milik Pelukis Raden Saleh, Begini Kisahnya!&amp;nbsp;</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/03/338/3210424/viral-0sGe_large.jpg</image><title>Ragunan Ternyata Pernah Jadi Milik Pelukis Raden Saleh, Begini Kisahnya!&amp;nbsp;</title></images><description>JAKARTA - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyimpan kisah yang jarang diketahui publik. Cikal bakal kebun binatang tertua di Indonesia ini berawal dari lahan pribadi milik pelukis ternama, Raden Saleh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Humas Ragunan, Bambang Wahyudi, mengungkapkan bahwa pada tahun 1864, kebun binatang ini awalnya berdiri di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dengan nama Planten en Dierentuin yang diambil dari bahasa Belanda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu milik bangsawan ternama Indonesia, Bapak Raden Saleh. Beliau pelukis naturalis yang sangat menyukai objek satwa. Motivasi beliau adalah menjadikan satwa-satwa tersebut sebagai objek lukisannya di rumah pribadinya,&amp;quot; kata Bambang kepada Okezone, di lokasi pada Jumat (3/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, luas lahan peliharaan Raden Saleh hanya sekitar 10 hektar. Sang pelukis memelihara beberapa satwa kesayangannya, termasuk harimau yang sering menjadi subjek lukisan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karena&amp;nbsp;banyaknya masyarakat yang ingin melihat, akhirnya area tersebut dibuka untuk umum dengan nama Taman Raden Saleh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selanjutnya pada tahun 1964, tepat 100 tahun setelah berdirinya, pengelolaan diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta dan lokasi dipindahkan ke Ragunan dengan lahan yang jauh lebih luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kini, Ragunan telah berkembang dari 30 hektar menjadi 127 hektar dan menjadi kebun binatang terluas di Asia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menariknya, Taman Margasatwa Ragunan masih menyimpan beberapa jenis koleksi satwa milik Raden Saleh. &amp;nbsp;Bahkan, usia satwa-satwa itu disinyalir mencapai lebih dari 50 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih ada beberapa memori yang tersimpan dari Cikini. Seperti Beruang Eropa itu masih hidup. Kemudian Gajah Sumatera, usianya sudah di atas 50 tahun. Ada juga simpanse,&amp;quot; tutup Bambang.&#13;
&#13;
&#13;
Merujuk kondisi satwa tersebut yang sudah sangat tua, pengelola memutuskan untuk memberikan perawatan khusus kepada hewan-hewan ini sehingga tidak ditampilkan ke publik.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyimpan kisah yang jarang diketahui publik. Cikal bakal kebun binatang tertua di Indonesia ini berawal dari lahan pribadi milik pelukis ternama, Raden Saleh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Humas Ragunan, Bambang Wahyudi, mengungkapkan bahwa pada tahun 1864, kebun binatang ini awalnya berdiri di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dengan nama Planten en Dierentuin yang diambil dari bahasa Belanda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu milik bangsawan ternama Indonesia, Bapak Raden Saleh. Beliau pelukis naturalis yang sangat menyukai objek satwa. Motivasi beliau adalah menjadikan satwa-satwa tersebut sebagai objek lukisannya di rumah pribadinya,&amp;quot; kata Bambang kepada Okezone, di lokasi pada Jumat (3/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat itu, luas lahan peliharaan Raden Saleh hanya sekitar 10 hektar. Sang pelukis memelihara beberapa satwa kesayangannya, termasuk harimau yang sering menjadi subjek lukisan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karena&amp;nbsp;banyaknya masyarakat yang ingin melihat, akhirnya area tersebut dibuka untuk umum dengan nama Taman Raden Saleh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selanjutnya pada tahun 1964, tepat 100 tahun setelah berdirinya, pengelolaan diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta dan lokasi dipindahkan ke Ragunan dengan lahan yang jauh lebih luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kini, Ragunan telah berkembang dari 30 hektar menjadi 127 hektar dan menjadi kebun binatang terluas di Asia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menariknya, Taman Margasatwa Ragunan masih menyimpan beberapa jenis koleksi satwa milik Raden Saleh. &amp;nbsp;Bahkan, usia satwa-satwa itu disinyalir mencapai lebih dari 50 tahun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih ada beberapa memori yang tersimpan dari Cikini. Seperti Beruang Eropa itu masih hidup. Kemudian Gajah Sumatera, usianya sudah di atas 50 tahun. Ada juga simpanse,&amp;quot; tutup Bambang.&#13;
&#13;
&#13;
Merujuk kondisi satwa tersebut yang sudah sangat tua, pengelola memutuskan untuk memberikan perawatan khusus kepada hewan-hewan ini sehingga tidak ditampilkan ke publik.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
