<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Lebih Kering, El Nino Berpotensi Muncul</title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sekitar 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat signifikan, dengan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210742/bmkg-ingatkan-kemarau-2026-lebih-kering-el-nino-berpotensi-muncul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210742/bmkg-ingatkan-kemarau-2026-lebih-kering-el-nino-berpotensi-muncul"/><item><title>BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Lebih Kering, El Nino Berpotensi Muncul</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210742/bmkg-ingatkan-kemarau-2026-lebih-kering-el-nino-berpotensi-muncul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210742/bmkg-ingatkan-kemarau-2026-lebih-kering-el-nino-berpotensi-muncul</guid><pubDate>Senin 06 April 2026 07:52 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/06/337/3210742/kemarau_di_indonesia-8FSW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemarau di Indonesia (foto: BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/06/337/3210742/kemarau_di_indonesia-8FSW_large.jpg</image><title>Kemarau di Indonesia (foto: BMKG)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sekitar 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat signifikan, dengan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.&#13;
&#13;
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta sebagian kecil wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BMKG akan terus memantau dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi melalui kanal BMKG,&amp;rdquo; ujar Faisal, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Potensi El Ni&amp;ntilde;o Muncul di Semester II&#13;
&#13;
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan adanya potensi berkembangnya fenomena El Ni&amp;ntilde;o pada semester kedua 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga akhir Maret, kondisi El Ni&amp;ntilde;o-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral. Namun, hasil pemodelan iklim menunjukkan ENSO berpotensi berkembang menjadi El Ni&amp;ntilde;o.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prediksi intensitas El Ni&amp;ntilde;o saat ini berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50&amp;ndash;80%, serta kemungkinan kecil (kurang dari 20%) menjadi kuat,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ardhasena juga mengingatkan adanya fenomena spring predictability barrier, yakni penurunan akurasi prediksi iklim pada periode Maret hingga Mei.&#13;
&#13;
Pada periode ini, prediksi umumnya hanya andal untuk jangka waktu tiga bulan ke depan. Tingkat kepercayaan terhadap prediksi akan meningkat pada Mei 2026, yang secara statistik lebih akurat untuk proyeksi hingga enam bulan.&#13;
&#13;
Kemarau Diprediksi Lebih Kering&#13;
&#13;
BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.&#13;
&#13;
Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi variabilitas iklim alami serta potensi perkembangan El Ni&amp;ntilde;o.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meskipun intensitasnya masih berkembang, kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari biasanya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sekitar 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat signifikan, dengan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.&#13;
&#13;
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta sebagian kecil wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BMKG akan terus memantau dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi melalui kanal BMKG,&amp;rdquo; ujar Faisal, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
Potensi El Ni&amp;ntilde;o Muncul di Semester II&#13;
&#13;
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan adanya potensi berkembangnya fenomena El Ni&amp;ntilde;o pada semester kedua 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga akhir Maret, kondisi El Ni&amp;ntilde;o-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral. Namun, hasil pemodelan iklim menunjukkan ENSO berpotensi berkembang menjadi El Ni&amp;ntilde;o.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prediksi intensitas El Ni&amp;ntilde;o saat ini berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50&amp;ndash;80%, serta kemungkinan kecil (kurang dari 20%) menjadi kuat,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ardhasena juga mengingatkan adanya fenomena spring predictability barrier, yakni penurunan akurasi prediksi iklim pada periode Maret hingga Mei.&#13;
&#13;
Pada periode ini, prediksi umumnya hanya andal untuk jangka waktu tiga bulan ke depan. Tingkat kepercayaan terhadap prediksi akan meningkat pada Mei 2026, yang secara statistik lebih akurat untuk proyeksi hingga enam bulan.&#13;
&#13;
Kemarau Diprediksi Lebih Kering&#13;
&#13;
BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.&#13;
&#13;
Hal ini dipengaruhi oleh kombinasi variabilitas iklim alami serta potensi perkembangan El Ni&amp;ntilde;o.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meskipun intensitasnya masih berkembang, kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari biasanya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
