<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Eks Ketua Komisi III DPR: Usut Tuntas!</title><description>Pasalnya, serangan air keras bukan sekadar kriminalitas, melainkan pesan sunyi yang ingin mengecilkan keberanian.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210863/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-eks-ketua-komisi-iii-dpr-usut-tuntas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210863/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-eks-ketua-komisi-iii-dpr-usut-tuntas"/><item><title>Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Eks Ketua Komisi III DPR: Usut Tuntas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210863/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-eks-ketua-komisi-iii-dpr-usut-tuntas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/06/337/3210863/kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-eks-ketua-komisi-iii-dpr-usut-tuntas</guid><pubDate>Senin 06 April 2026 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/06/337/3210863/viral-XUaH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aktivis KontraS Andrie Yunus/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/06/337/3210863/viral-XUaH_large.jpg</image><title>Aktivis KontraS Andrie Yunus/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi ironi. Pasalnya, serangan air keras bukan sekadar kriminalitas, melainkan pesan sunyi yang ingin mengecilkan keberanian.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Komisi III DPR RI, Pieter C Zulkifli, di Jakarta, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Teror terhadap aktivis HAM menyingkap wajah gelap kekuasaan, bukan sekadar kejahatan, melainkan alarm demokrasi sekaligus ujian bagi negara untuk berani mengungkap dalang hingga tuntas,&amp;quot; kata Pieter Zulkifli.&#13;
&#13;
Pengamat Hukum dan Politik ini mengatakan, serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar kekerasan terhadap individu. Namun serangan simbolik terhadap demokrasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, konstitusi Indonesia secara tegas menjamin hal tersebut. Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa &amp;#39;setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketentuan ini dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak memperjuangkan hak asasi manusia tanpa intimidasi,&amp;rdquo; bebernya.&#13;
&#13;
Namun tidak hanya itu, &amp;nbsp;fakta bahwa terduga pelaku berasal dari unsur aparat negara membuat perkara ini jauh lebih serius. Demokrasi modern bertumpu pada prinsip bahwa kekuasaan dibatasi oleh hukum dan diawasi oleh masyarakat sipil.&#13;
&#13;
Menurutnya, pola seperti ini bukan hal baru dalam sejarah Indonesia. Ingatan publik masih menyimpan luka atas kematian Munir Said Thalib dan serangan terhadap Novel Baswedan.&#13;
&#13;
Dalam kedua kasus tersebut, pelaku lapangan memang diadili, tetapi aktor intelektual di balik layar tetap menjadi bayangan yang tak tersentuh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pieter Zulkifli juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang menyebut serangan ini sebagai &amp;#39;tindakan biadab&amp;#39; sekaligus memerintahkan aparat untuk mengusut tuntas hingga mengungkap dalangnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Demokrasi memang tidak pernah tumbuh dalam ruang yang steril dari konflik. Ia selalu lahir dari pergulatan, bahkan pengorbanan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pieter Zulkifli mengutip pernyataan Nelson Mandela yang pernah mengingatkan bahwa &amp;#39;freedom is not easily won, it is fought for and defended&amp;#39;. Kebebasan tidak diberikan begitu saja, melainkan diperjuangkan dan dipertahankan sering kali dengan harga yang mahal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para pembela HAM, seperti Andrie Yunus, berada di garis depan perjuangan itu. Mereka adalah penjaga nurani publik yang kerap harus membayar mahal atas keberanian mereka,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Lebih jauh, dia mengatakan, jika aksi-aksi ini dibiarkan tanpa pengungkapan menyeluruh, maka efeknya akan menjalar luas. Pasalnya, aktivis, jurnalis dan masyarakat sipil akan bekerja dalam bayang-bayang ketakutan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti diingatkan Aung San Suu Kyi, &amp;#39;It is not power that corrupts but fear&amp;#39;. Bukan kekuasaan semata yang merusak, melainkan ketakutan. Ketakutan kehilangan kekuasaan, ketakutan terhadap kritik, ketakutan terhadap perubahan. Ketika ketakutan itu menjelma menjadi kekerasan, maka demokrasi sedang berada di titik nadirnya,&amp;quot; kata Pieter Zulkifli.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bila keadilan dalam kasus ini bukan hanya untuk Andrie Yunus, namun memastikan bahwa demokrasi Indonesia tidak disiram dengan ketakutan, tetapi dirawat dengan keberanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberanian untuk mengungkap kebenaran, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan melindungi setiap warga negara yang berani bersuara. Di situlah masa depan demokrasi ditentukan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi ironi. Pasalnya, serangan air keras bukan sekadar kriminalitas, melainkan pesan sunyi yang ingin mengecilkan keberanian.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Komisi III DPR RI, Pieter C Zulkifli, di Jakarta, Senin (6/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Teror terhadap aktivis HAM menyingkap wajah gelap kekuasaan, bukan sekadar kejahatan, melainkan alarm demokrasi sekaligus ujian bagi negara untuk berani mengungkap dalang hingga tuntas,&amp;quot; kata Pieter Zulkifli.&#13;
&#13;
Pengamat Hukum dan Politik ini mengatakan, serangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar kekerasan terhadap individu. Namun serangan simbolik terhadap demokrasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, konstitusi Indonesia secara tegas menjamin hal tersebut. Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa &amp;#39;setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketentuan ini dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak memperjuangkan hak asasi manusia tanpa intimidasi,&amp;rdquo; bebernya.&#13;
&#13;
Namun tidak hanya itu, &amp;nbsp;fakta bahwa terduga pelaku berasal dari unsur aparat negara membuat perkara ini jauh lebih serius. Demokrasi modern bertumpu pada prinsip bahwa kekuasaan dibatasi oleh hukum dan diawasi oleh masyarakat sipil.&#13;
&#13;
Menurutnya, pola seperti ini bukan hal baru dalam sejarah Indonesia. Ingatan publik masih menyimpan luka atas kematian Munir Said Thalib dan serangan terhadap Novel Baswedan.&#13;
&#13;
Dalam kedua kasus tersebut, pelaku lapangan memang diadili, tetapi aktor intelektual di balik layar tetap menjadi bayangan yang tak tersentuh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pieter Zulkifli juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang menyebut serangan ini sebagai &amp;#39;tindakan biadab&amp;#39; sekaligus memerintahkan aparat untuk mengusut tuntas hingga mengungkap dalangnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Demokrasi memang tidak pernah tumbuh dalam ruang yang steril dari konflik. Ia selalu lahir dari pergulatan, bahkan pengorbanan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pieter Zulkifli mengutip pernyataan Nelson Mandela yang pernah mengingatkan bahwa &amp;#39;freedom is not easily won, it is fought for and defended&amp;#39;. Kebebasan tidak diberikan begitu saja, melainkan diperjuangkan dan dipertahankan sering kali dengan harga yang mahal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para pembela HAM, seperti Andrie Yunus, berada di garis depan perjuangan itu. Mereka adalah penjaga nurani publik yang kerap harus membayar mahal atas keberanian mereka,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Lebih jauh, dia mengatakan, jika aksi-aksi ini dibiarkan tanpa pengungkapan menyeluruh, maka efeknya akan menjalar luas. Pasalnya, aktivis, jurnalis dan masyarakat sipil akan bekerja dalam bayang-bayang ketakutan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti diingatkan Aung San Suu Kyi, &amp;#39;It is not power that corrupts but fear&amp;#39;. Bukan kekuasaan semata yang merusak, melainkan ketakutan. Ketakutan kehilangan kekuasaan, ketakutan terhadap kritik, ketakutan terhadap perubahan. Ketika ketakutan itu menjelma menjadi kekerasan, maka demokrasi sedang berada di titik nadirnya,&amp;quot; kata Pieter Zulkifli.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bila keadilan dalam kasus ini bukan hanya untuk Andrie Yunus, namun memastikan bahwa demokrasi Indonesia tidak disiram dengan ketakutan, tetapi dirawat dengan keberanian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keberanian untuk mengungkap kebenaran, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan melindungi setiap warga negara yang berani bersuara. Di situlah masa depan demokrasi ditentukan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
