<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Prabowo Pernah Jadi Korban AI, Dibuat Seolah Jago Bahasa Mandarin</title><description>Awalnya Presiden Prabowo menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang dinilai membawa tantangan baru.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/08/337/3211314/cerita-prabowo-pernah-jadi-korban-ai-dibuat-seolah-jago-bahasa-mandarin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/08/337/3211314/cerita-prabowo-pernah-jadi-korban-ai-dibuat-seolah-jago-bahasa-mandarin"/><item><title>Cerita Prabowo Pernah Jadi Korban AI, Dibuat Seolah Jago Bahasa Mandarin</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/08/337/3211314/cerita-prabowo-pernah-jadi-korban-ai-dibuat-seolah-jago-bahasa-mandarin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/08/337/3211314/cerita-prabowo-pernah-jadi-korban-ai-dibuat-seolah-jago-bahasa-mandarin</guid><pubDate>Rabu 08 April 2026 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/08/337/3211314/prabowo-R23G_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Prabowo Pernah Jadi Korban AI, Dibuat Seolah Jago Bahasa Mandarin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/08/337/3211314/prabowo-R23G_large.jpg</image><title>Cerita Prabowo Pernah Jadi Korban AI, Dibuat Seolah Jago Bahasa Mandarin</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi sasaran manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk dibuat seolah-olah berpidato dalam berbagai bahasa yang tidak pernah ia sampaikan seperti Mandarin hingga Arab.&#13;
&#13;
Awalnya Prabowo menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang dinilai membawa tantangan baru, terutama dalam penyebaran informasi di media sosial saat memberikan taklimat kepada seluruh jajaran anggota Kabinet Merah Putih beserta seluruh Eselon 1 Kementerian dan Lembaga serta Dirut BUMN, dalam Rapat Kerja (Raker) Pemerintah, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang sekarang jadi masalah sedikit adalah teknologi. Bahwa dengan sekarang teknologi dengan teknologi AI, kecerdasan buatan, dengan teknologi informatika digital, satu orang dia bisa punya 1.000 account, dia bisa beli alat tidak terlalu mahal, dari 1000 ini bisa diperbanyak lagi,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Prabowo kemudian mengatakan bahwa fenomena tersebut dapat menciptakan ilusi opini publik melalui banyak akun yang dikendalikan oleh sedikit pihak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Seolah-olah jadi yang agak repot 100 orang 200 orang 1000 orang 5.000 orang bisa bikin heboh ini namanya echo chamber ada dalam pelajaran intelijen ada. Bagaimana mau merusak negara lain dulu kirim pasukan bom sekarang tidak perlu mungkin permainan sosmed fitnah hoax,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga mengungkap bahwa dirinya beberapa kali menjadi objek manipulasi AI, baik dalam bentuk video maupun audio yang menyerupai dirinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;AI bisa membuat seorang dia bicara yang dia tidak bicara, saya sering itu. saya ini suara saya jelek ndak bisa nyanyi ada di youtube prabowo nyanyi suara saya bagus banget, saya kaget, boleh juga nih kalau menguntungkan boleh kalau tidak bahagia. Ada lagi saya pidato dalam bahasa Mandarin. Ada lagi saya pidato dalam bahasa Arab,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Prabowo bahkan mengaku sempat membiarkan konten tersebut tetap beredar, terutama jika dinilai tidak merugikan secara langsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena waktu itu kampanye saya kira di daerah tapal kuda menguntungkan ini jadi saya diem juga. Kalau menguntungkan kita diam,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi sasaran manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk dibuat seolah-olah berpidato dalam berbagai bahasa yang tidak pernah ia sampaikan seperti Mandarin hingga Arab.&#13;
&#13;
Awalnya Prabowo menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang dinilai membawa tantangan baru, terutama dalam penyebaran informasi di media sosial saat memberikan taklimat kepada seluruh jajaran anggota Kabinet Merah Putih beserta seluruh Eselon 1 Kementerian dan Lembaga serta Dirut BUMN, dalam Rapat Kerja (Raker) Pemerintah, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang sekarang jadi masalah sedikit adalah teknologi. Bahwa dengan sekarang teknologi dengan teknologi AI, kecerdasan buatan, dengan teknologi informatika digital, satu orang dia bisa punya 1.000 account, dia bisa beli alat tidak terlalu mahal, dari 1000 ini bisa diperbanyak lagi,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Prabowo kemudian mengatakan bahwa fenomena tersebut dapat menciptakan ilusi opini publik melalui banyak akun yang dikendalikan oleh sedikit pihak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Seolah-olah jadi yang agak repot 100 orang 200 orang 1000 orang 5.000 orang bisa bikin heboh ini namanya echo chamber ada dalam pelajaran intelijen ada. Bagaimana mau merusak negara lain dulu kirim pasukan bom sekarang tidak perlu mungkin permainan sosmed fitnah hoax,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga mengungkap bahwa dirinya beberapa kali menjadi objek manipulasi AI, baik dalam bentuk video maupun audio yang menyerupai dirinya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;AI bisa membuat seorang dia bicara yang dia tidak bicara, saya sering itu. saya ini suara saya jelek ndak bisa nyanyi ada di youtube prabowo nyanyi suara saya bagus banget, saya kaget, boleh juga nih kalau menguntungkan boleh kalau tidak bahagia. Ada lagi saya pidato dalam bahasa Mandarin. Ada lagi saya pidato dalam bahasa Arab,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Prabowo bahkan mengaku sempat membiarkan konten tersebut tetap beredar, terutama jika dinilai tidak merugikan secara langsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena waktu itu kampanye saya kira di daerah tapal kuda menguntungkan ini jadi saya diem juga. Kalau menguntungkan kita diam,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
