<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Prediksi Gempa Susulan Malut M7,6 Akan Meluruh dalam 2-3 Minggu </title><description>Frekuensi gempa susulan di Maluku Utara telah menunjukkan penurunan signifikan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/09/337/3211389/bmkg-prediksi-gempa-susulan-malut-m7-6-akan-meluruh-dalam-2-3-minggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/09/337/3211389/bmkg-prediksi-gempa-susulan-malut-m7-6-akan-meluruh-dalam-2-3-minggu"/><item><title>BMKG Prediksi Gempa Susulan Malut M7,6 Akan Meluruh dalam 2-3 Minggu </title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/09/337/3211389/bmkg-prediksi-gempa-susulan-malut-m7-6-akan-meluruh-dalam-2-3-minggu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/09/337/3211389/bmkg-prediksi-gempa-susulan-malut-m7-6-akan-meluruh-dalam-2-3-minggu</guid><pubDate>Kamis 09 April 2026 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/09/337/3211389/bmkg_memprediksi_gempa_susulan_malut_akan_luruh_dalam_2_3_pekan-Qxdn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BMKG memprediksi gempa susulan Malut M7,6 akan luruh dalam 2-3 pekan. (Foto: BMKG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/09/337/3211389/bmkg_memprediksi_gempa_susulan_malut_akan_luruh_dalam_2_3_pekan-Qxdn_large.jpg</image><title>BMKG memprediksi gempa susulan Malut M7,6 akan luruh dalam 2-3 pekan. (Foto: BMKG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa frekuensi gempabumi susulan pasca-gempa utama M7,6 di Maluku Utara (Malut) menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan analisis statistik terbaru, BMKG memprediksi seluruh rangkaian aktivitas tektonik ini akan meluruh dalam waktu 2 hingga 3 minggu sejak gempa utama yang terjadi pada 2 April 2026 lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring hingga 9 April 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 1.378 gempa susulan dengan 25 di antaranya dirasakan masyarakat. Data harian menunjukkan penurunan konsisten, di mana pada hari pertama tercatat 394 kejadian, kemudian merosot menjadi 91 gempa pada hari keenam, dan 63 gempa pada hari ketujuh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meskipun tren menunjukkan penurunan, intensitas gempa selama masa peluruhan ini bersifat fluktuatif, sehingga getaran yang dirasakan sesekali mungkin masih muncul sebelum kondisi benar-benar stabil,&amp;rdquo; kata Nelly di Jakarta, Kamis (9/4/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, tim survei gabungan BMKG dari Pusat, Balai Besar MKG Wilayah IV, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maluku Utara dan Sulawesi Utara masih terus memvalidasi dampak di lapangan. Tim melakukan survei makroseismik yang membuktikan tingkat guncangan terbesar mencapai skala VII MMI di Kecamatan Pulau Batang Dua, sesuai dengan peta guncangan (shakemap) yang diterbitkan BMKG.&#13;
&#13;
Selain itu, petugas di lapangan telah memverifikasi jejak rendaman tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter di wilayah Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara, yang membuktikan akurasi Peringatan Dini Tsunami pada tingkat &amp;ldquo;Siaga&amp;rdquo; saat kejadian berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk menjamin keamanan warga selama masa pemulihan, BMKG juga melaksanakan pengukuran mikrozonasi guna memetakan kerentanan tanah terhadap potensi likuefaksi dan longsor. Langkah ini berjalan beriringan dengan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk menangkal informasi hoaks yang sering memicu kepanikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Edukasi terkait prosedur evakuasi mandiri yang benar menjadi prioritas utama tim di lapangan agar warga memiliki pemahaman mitigasi yang tepat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Ia menegaskan agar warga menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan struktur atau retakan signifikan guna menghindari risiko runtuhan akibat gempa susulan. Masyarakat juga diminta menjauhi area lereng perbukitan yang rawan longsor akibat ketidakstabilan tanah pasca-gempa.&#13;
&#13;
BMKG meminta masyarakat untuk hanya memercayai informasi resmi melalui kanal komunikasi yang tersedia, seperti aplikasi InfoBMKG, situs resmi www.bmkg.go.id, serta media sosial @infoBMKG. Pengawasan ketat terhadap aktivitas tektonik di Maluku Utara akan terus berlanjut hingga parameter seismik kembali normal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa frekuensi gempabumi susulan pasca-gempa utama M7,6 di Maluku Utara (Malut) menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan analisis statistik terbaru, BMKG memprediksi seluruh rangkaian aktivitas tektonik ini akan meluruh dalam waktu 2 hingga 3 minggu sejak gempa utama yang terjadi pada 2 April 2026 lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring hingga 9 April 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 1.378 gempa susulan dengan 25 di antaranya dirasakan masyarakat. Data harian menunjukkan penurunan konsisten, di mana pada hari pertama tercatat 394 kejadian, kemudian merosot menjadi 91 gempa pada hari keenam, dan 63 gempa pada hari ketujuh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meskipun tren menunjukkan penurunan, intensitas gempa selama masa peluruhan ini bersifat fluktuatif, sehingga getaran yang dirasakan sesekali mungkin masih muncul sebelum kondisi benar-benar stabil,&amp;rdquo; kata Nelly di Jakarta, Kamis (9/4/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, tim survei gabungan BMKG dari Pusat, Balai Besar MKG Wilayah IV, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Maluku Utara dan Sulawesi Utara masih terus memvalidasi dampak di lapangan. Tim melakukan survei makroseismik yang membuktikan tingkat guncangan terbesar mencapai skala VII MMI di Kecamatan Pulau Batang Dua, sesuai dengan peta guncangan (shakemap) yang diterbitkan BMKG.&#13;
&#13;
Selain itu, petugas di lapangan telah memverifikasi jejak rendaman tsunami setinggi 0,5 hingga 1,5 meter di wilayah Bitung, Pulau Lembeh, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara, yang membuktikan akurasi Peringatan Dini Tsunami pada tingkat &amp;ldquo;Siaga&amp;rdquo; saat kejadian berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk menjamin keamanan warga selama masa pemulihan, BMKG juga melaksanakan pengukuran mikrozonasi guna memetakan kerentanan tanah terhadap potensi likuefaksi dan longsor. Langkah ini berjalan beriringan dengan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk menangkal informasi hoaks yang sering memicu kepanikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Edukasi terkait prosedur evakuasi mandiri yang benar menjadi prioritas utama tim di lapangan agar warga memiliki pemahaman mitigasi yang tepat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik. Ia menegaskan agar warga menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan struktur atau retakan signifikan guna menghindari risiko runtuhan akibat gempa susulan. Masyarakat juga diminta menjauhi area lereng perbukitan yang rawan longsor akibat ketidakstabilan tanah pasca-gempa.&#13;
&#13;
BMKG meminta masyarakat untuk hanya memercayai informasi resmi melalui kanal komunikasi yang tersedia, seperti aplikasi InfoBMKG, situs resmi www.bmkg.go.id, serta media sosial @infoBMKG. Pengawasan ketat terhadap aktivitas tektonik di Maluku Utara akan terus berlanjut hingga parameter seismik kembali normal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
