<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaya Komunikasi Seskab Teddy Jadi Sorotan, Dinilai Kuasai Isu dan Narasi</title><description>Momen Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terekam akrab saat menjawab pertanyaan sekitar 60 wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, pada Jumat 10 April 2026. Dengan gaya santai dan penuh tawa, suasana wawancara terasa cair. Bahkan, dia sempat bersenda gurau saat melihat wartawan kaget ketika ditunjuk untuk bertanya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/13/337/3212237/gaya-komunikasi-seskab-teddy-jadi-sorotan-dinilai-kuasai-isu-dan-narasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/13/337/3212237/gaya-komunikasi-seskab-teddy-jadi-sorotan-dinilai-kuasai-isu-dan-narasi"/><item><title>Gaya Komunikasi Seskab Teddy Jadi Sorotan, Dinilai Kuasai Isu dan Narasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/13/337/3212237/gaya-komunikasi-seskab-teddy-jadi-sorotan-dinilai-kuasai-isu-dan-narasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/13/337/3212237/gaya-komunikasi-seskab-teddy-jadi-sorotan-dinilai-kuasai-isu-dan-narasi</guid><pubDate>Senin 13 April 2026 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/13/337/3212237/teddy_indra_wijaya-wHR5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya  (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/13/337/3212237/teddy_indra_wijaya-wHR5_large.jpg</image><title>Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya  (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Momen Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terekam akrab saat menjawab pertanyaan sekitar 60 wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, pada Jumat 10 April 2026. Dengan gaya santai dan penuh tawa, suasana wawancara terasa cair. Bahkan, dia sempat bersenda gurau saat melihat wartawan kaget ketika ditunjuk untuk bertanya.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong menilai, sikap responsif Seskab Teddy mencerminkan perubahan pendekatan komunikasi pemerintah yang semakin adaptif di era digital.&#13;
&#13;
Ia menilai situasi ketika seorang pejabat publik menghadapi puluhan wartawan secara bersamaan merupakan tekanan komunikasi yang tidak ringan. Namun, kemampuan Teddy untuk tetap tenang, komunikatif, dan substansial dalam menyampaikan pesan menunjukkan penguasaan isu serta kesiapan narasi yang matang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika seorang pejabat publik berada dalam situasi dikepung puluhan wartawan dan tetap mampu menjawab dengan tenang, jelas, serta terstruktur, itu menunjukkan kapasitas komunikasi yang kuat. Ini bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga penguasaan substansi, konsistensi pesan, dan kesiapan menghadapi dinamika komunikasi real-time. Biasanya beliau jarang tampil, tetapi sesekali muncul untuk merespons isu strategis. Itu sangat tepat dalam kondisi seperti ini,&amp;rdquo; ujar Anthony, Senin (13/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, dalam konteks komunikasi digital, kecepatan dan keterbukaan menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan publik. Transparansi yang ditunjukkan secara langsung di hadapan media dinilai memiliki dampak signifikan terhadap persepsi kredibilitas pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS) itu juga menilai gaya komunikasi Teddy yang lebih cair namun tetap berbobot, mencerminkan adaptasi terhadap perubahan perilaku audiens, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang mendominasi ruang digital saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Audiens digital cenderung menyukai komunikasi yang autentik, tidak kaku, dan langsung ke inti persoalan. Tingkat engagement juga lebih tinggi pada pesan yang terasa natural namun tetap informatif. Dalam hal ini, pendekatan Seskab Teddy sudah selaras dengan karakter komunikasi era digital,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Anthony, yang juga menjabat sebagai Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD, menilai pola komunikasi terbuka ini tidak hanya berdampak pada publik, tetapi juga berimplikasi pada komunikasi internal pemerintahan.&#13;
&#13;
Menurutnya, kejelasan pesan dan keterbukaan dapat memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga, sekaligus meminimalkan miskomunikasi serta mempercepat pengambilan keputusan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam perspektif komunikasi organisasi, transparansi dan kejelasan pesan merupakan fondasi koordinasi yang efektif. Jika pola komunikasi seperti ini konsisten diterapkan, maka akan berdampak positif terhadap kinerja dan sinergi antar lembaga,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Momen Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terekam akrab saat menjawab pertanyaan sekitar 60 wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, pada Jumat 10 April 2026. Dengan gaya santai dan penuh tawa, suasana wawancara terasa cair. Bahkan, dia sempat bersenda gurau saat melihat wartawan kaget ketika ditunjuk untuk bertanya.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong menilai, sikap responsif Seskab Teddy mencerminkan perubahan pendekatan komunikasi pemerintah yang semakin adaptif di era digital.&#13;
&#13;
Ia menilai situasi ketika seorang pejabat publik menghadapi puluhan wartawan secara bersamaan merupakan tekanan komunikasi yang tidak ringan. Namun, kemampuan Teddy untuk tetap tenang, komunikatif, dan substansial dalam menyampaikan pesan menunjukkan penguasaan isu serta kesiapan narasi yang matang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika seorang pejabat publik berada dalam situasi dikepung puluhan wartawan dan tetap mampu menjawab dengan tenang, jelas, serta terstruktur, itu menunjukkan kapasitas komunikasi yang kuat. Ini bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga penguasaan substansi, konsistensi pesan, dan kesiapan menghadapi dinamika komunikasi real-time. Biasanya beliau jarang tampil, tetapi sesekali muncul untuk merespons isu strategis. Itu sangat tepat dalam kondisi seperti ini,&amp;rdquo; ujar Anthony, Senin (13/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, dalam konteks komunikasi digital, kecepatan dan keterbukaan menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan publik. Transparansi yang ditunjukkan secara langsung di hadapan media dinilai memiliki dampak signifikan terhadap persepsi kredibilitas pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS) itu juga menilai gaya komunikasi Teddy yang lebih cair namun tetap berbobot, mencerminkan adaptasi terhadap perubahan perilaku audiens, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang mendominasi ruang digital saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Audiens digital cenderung menyukai komunikasi yang autentik, tidak kaku, dan langsung ke inti persoalan. Tingkat engagement juga lebih tinggi pada pesan yang terasa natural namun tetap informatif. Dalam hal ini, pendekatan Seskab Teddy sudah selaras dengan karakter komunikasi era digital,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Anthony, yang juga menjabat sebagai Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD, menilai pola komunikasi terbuka ini tidak hanya berdampak pada publik, tetapi juga berimplikasi pada komunikasi internal pemerintahan.&#13;
&#13;
Menurutnya, kejelasan pesan dan keterbukaan dapat memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga, sekaligus meminimalkan miskomunikasi serta mempercepat pengambilan keputusan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam perspektif komunikasi organisasi, transparansi dan kejelasan pesan merupakan fondasi koordinasi yang efektif. Jika pola komunikasi seperti ini konsisten diterapkan, maka akan berdampak positif terhadap kinerja dan sinergi antar lembaga,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
