<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral! Bayi 1,5 Tahun Hipotermia saat Dibawa Orangtua Naik Gunung Ungaran, Ini Kronologinya</title><description>Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun berinisial LL mengalami hipotermia, saat diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, pada Sabtu 11 April 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/13/340/3212156/viral-bayi-1-5-tahun-hipotermia-saat-dibawa-orangtua-naik-gunung-ungaran-ini-kronologinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/13/340/3212156/viral-bayi-1-5-tahun-hipotermia-saat-dibawa-orangtua-naik-gunung-ungaran-ini-kronologinya"/><item><title>Viral! Bayi 1,5 Tahun Hipotermia saat Dibawa Orangtua Naik Gunung Ungaran, Ini Kronologinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/13/340/3212156/viral-bayi-1-5-tahun-hipotermia-saat-dibawa-orangtua-naik-gunung-ungaran-ini-kronologinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/13/340/3212156/viral-bayi-1-5-tahun-hipotermia-saat-dibawa-orangtua-naik-gunung-ungaran-ini-kronologinya</guid><pubDate>Senin 13 April 2026 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/13/340/3212156/bayi_hipotermia-rPdS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayi 1,5 Tahun Hipotermia (foto: @sarsemarang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/13/340/3212156/bayi_hipotermia-rPdS_large.jpg</image><title>Bayi 1,5 Tahun Hipotermia (foto: @sarsemarang)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun berinisial LL mengalami hipotermia, saat diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, pada Sabtu 11 April 2026.&#13;
&#13;
Kejadian bermula ketika korban dibawa mendaki hingga mencapai Puncak Bondolan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, kondisi cuaca di lokasi tiba-tiba memburuk. Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur jalur pendakian, menyebabkan suhu udara menurun drastis. Paparan udara dingin dan hujan membuat balita tersebut terus menangis.&#13;
&#13;
Tak lama kemudian, korban menunjukkan gejala hipotermia. Tubuhnya menggigil hebat dan kesadarannya mulai menurun. Beruntung, saat kejadian tim Basarnas bersama relawan gabungan tengah bersiaga untuk mengawal kegiatan Semarang Mountain Race.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan tindakan penyelamatan. Langkah pertama yang dilakukan adalah menaikkan suhu tubuh korban. Petugas menyelimuti balita serta memberikan penghangat pada titik-titik vital tubuh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah kondisi korban berangsur membaik, tangisan mulai mereda dan tubuhnya menghangat. Selanjutnya, balita tersebut diserahkan kepada tim medis untuk penanganan lebih lanjut. Meski proses evakuasi sempat terkendala cuaca ekstrem dan medan yang licin, korban akhirnya berhasil diselamatkan.&#13;
&#13;
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, bahwa balita malang itu kini sudah berada di rumah dalam keadaan selamat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Balita sudah turun dari Basecamp Perantunan dan dibawa pulang oleh orang tuanya. Kondisinya selamat,&amp;quot; ujar Bergas dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).&#13;
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun berinisial LL mengalami hipotermia, saat diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, pada Sabtu 11 April 2026.&#13;
&#13;
Kejadian bermula ketika korban dibawa mendaki hingga mencapai Puncak Bondolan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, kondisi cuaca di lokasi tiba-tiba memburuk. Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur jalur pendakian, menyebabkan suhu udara menurun drastis. Paparan udara dingin dan hujan membuat balita tersebut terus menangis.&#13;
&#13;
Tak lama kemudian, korban menunjukkan gejala hipotermia. Tubuhnya menggigil hebat dan kesadarannya mulai menurun. Beruntung, saat kejadian tim Basarnas bersama relawan gabungan tengah bersiaga untuk mengawal kegiatan Semarang Mountain Race.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan tindakan penyelamatan. Langkah pertama yang dilakukan adalah menaikkan suhu tubuh korban. Petugas menyelimuti balita serta memberikan penghangat pada titik-titik vital tubuh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah kondisi korban berangsur membaik, tangisan mulai mereda dan tubuhnya menghangat. Selanjutnya, balita tersebut diserahkan kepada tim medis untuk penanganan lebih lanjut. Meski proses evakuasi sempat terkendala cuaca ekstrem dan medan yang licin, korban akhirnya berhasil diselamatkan.&#13;
&#13;
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, bahwa balita malang itu kini sudah berada di rumah dalam keadaan selamat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Balita sudah turun dari Basecamp Perantunan dan dibawa pulang oleh orang tuanya. Kondisinya selamat,&amp;quot; ujar Bergas dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
