<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemulihan Pascabencana Aceh: Layanan Publik Pulih hingga Pembangunan Huntara Dikebut</title><description>Sementara, layanan publik sudah beroperasi normal, dan aparatur negara telah kembali ke pos masing-masing untuk memastikan kebutuhan administratif masyarakat terpenuhi tanpa kendala.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/14/340/3212405/pemulihan-pascabencana-aceh-layanan-publik-pulih-hingga-pembangunan-huntara-dikebut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/14/340/3212405/pemulihan-pascabencana-aceh-layanan-publik-pulih-hingga-pembangunan-huntara-dikebut"/><item><title>Pemulihan Pascabencana Aceh: Layanan Publik Pulih hingga Pembangunan Huntara Dikebut</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/14/340/3212405/pemulihan-pascabencana-aceh-layanan-publik-pulih-hingga-pembangunan-huntara-dikebut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/14/340/3212405/pemulihan-pascabencana-aceh-layanan-publik-pulih-hingga-pembangunan-huntara-dikebut</guid><pubDate>Selasa 14 April 2026 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/14/340/3212405/pemerintah-AQXy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Huntara di Aceh/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/14/340/3212405/pemerintah-AQXy_large.jpg</image><title>Huntara di Aceh/ist</title></images><description>BANDA ACEH &amp;mdash; Upaya pemulihan pascabencana di Aceh menunjukkan progres yang signifikan. Roda pemerintahan di wilayah terdampak kini telah kembali stabil.&#13;
&#13;
Sementara, layanan publik sudah beroperasi normal, dan aparatur negara telah kembali ke pos masing-masing untuk memastikan kebutuhan administratif masyarakat terpenuhi tanpa kendala.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah hadir dan bekerja. Konsistensi ini krusial untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah dan berkelanjutan,&amp;rdquo; ujar Kaposko Wilayah Aceh, Safrizal ZA, Selasa (14/4/2026).&#13;
&#13;
Safrizal merinci berbagai indikator kemajuan yang mencakup aspek infrastruktur hingga lingkungan. Pemulihan fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan konektivitas antarwilayah kini menjadi prioritas utama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Program pembersihan sisa material melalui skema cash for work bahkan dinilai memberikan dampak ganda, mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus menjadi stimulan ekonomi bagi masyarakat setempat,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, &amp;nbsp;percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) terus dipacu guna memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak.&#13;
&#13;
Sedangkan sektor sosial dan ekonomi, aktivitas belajar-mengajar dilaporkan telah kembali normal. Hal ini dibarengi dengan langkah penguatan ekonomi lokal serta distribusi bantuan yang diklaim semakin efektif dan tepat sasaran.&#13;
&#13;
Namun tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Safrizal juga menyoroti pentingnya stabilitas kepemimpinan dalam masa transisi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi adalah kunci agar setiap kebijakan pemulihan berbasis pada data dan benar-benar tepat sasaran,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Safrizal mengakui bahwa tantangan yang dihadapi memang besar. Namun, dia menekankan bahwa kata &amp;quot;berat&amp;quot; bukanlah sebuah keluhan, melainkan pengingat akan besarnya tanggung jawab yang harus dijawab dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan sekadar soal cepat atau lambat, tetapi soal memastikan setiap langkah pemulihan benar-benar mampu membawa masyarakat Aceh kembali bangkit dengan lebih kuat,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>BANDA ACEH &amp;mdash; Upaya pemulihan pascabencana di Aceh menunjukkan progres yang signifikan. Roda pemerintahan di wilayah terdampak kini telah kembali stabil.&#13;
&#13;
Sementara, layanan publik sudah beroperasi normal, dan aparatur negara telah kembali ke pos masing-masing untuk memastikan kebutuhan administratif masyarakat terpenuhi tanpa kendala.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah hadir dan bekerja. Konsistensi ini krusial untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah dan berkelanjutan,&amp;rdquo; ujar Kaposko Wilayah Aceh, Safrizal ZA, Selasa (14/4/2026).&#13;
&#13;
Safrizal merinci berbagai indikator kemajuan yang mencakup aspek infrastruktur hingga lingkungan. Pemulihan fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan konektivitas antarwilayah kini menjadi prioritas utama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Program pembersihan sisa material melalui skema cash for work bahkan dinilai memberikan dampak ganda, mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus menjadi stimulan ekonomi bagi masyarakat setempat,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, &amp;nbsp;percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) terus dipacu guna memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak.&#13;
&#13;
Sedangkan sektor sosial dan ekonomi, aktivitas belajar-mengajar dilaporkan telah kembali normal. Hal ini dibarengi dengan langkah penguatan ekonomi lokal serta distribusi bantuan yang diklaim semakin efektif dan tepat sasaran.&#13;
&#13;
Namun tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Safrizal juga menyoroti pentingnya stabilitas kepemimpinan dalam masa transisi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi adalah kunci agar setiap kebijakan pemulihan berbasis pada data dan benar-benar tepat sasaran,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Safrizal mengakui bahwa tantangan yang dihadapi memang besar. Namun, dia menekankan bahwa kata &amp;quot;berat&amp;quot; bukanlah sebuah keluhan, melainkan pengingat akan besarnya tanggung jawab yang harus dijawab dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan sekadar soal cepat atau lambat, tetapi soal memastikan setiap langkah pemulihan benar-benar mampu membawa masyarakat Aceh kembali bangkit dengan lebih kuat,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
