<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Iran Menuntut Ganti Rugi ke Negara-negara Arab?</title><description>Iran menuntut lima negara Arab di kawasan Teluk membayar ganti rugi atas dampak perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Teheran menilai negara-negara tersebut turut bertanggung jawab karena diduga mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/15/18/3212616/kenapa-iran-menuntut-ganti-rugi-ke-negara-negara-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/15/18/3212616/kenapa-iran-menuntut-ganti-rugi-ke-negara-negara-arab"/><item><title>Kenapa Iran Menuntut Ganti Rugi ke Negara-negara Arab?</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/15/18/3212616/kenapa-iran-menuntut-ganti-rugi-ke-negara-negara-arab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/15/18/3212616/kenapa-iran-menuntut-ganti-rugi-ke-negara-negara-arab</guid><pubDate>Rabu 15 April 2026 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/15/18/3212616/perang_iran_dan_as-w4dP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Iran dan AS (foto: AP News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/15/18/3212616/perang_iran_dan_as-w4dP_large.jpg</image><title>Perang Iran dan AS (foto: AP News)</title></images><description>TEHERAN &amp;ndash; Iran menuntut lima negara Arab di kawasan Teluk membayar ganti rugi atas dampak perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Teheran menilai negara-negara tersebut turut bertanggung jawab karena diduga mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.&#13;
&#13;
Tuntutan itu disampaikan melalui surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Senin 13 April 2026. Dalam surat tersebut, Iran tidak merinci nilai kompensasi yang diminta.&#13;
&#13;
Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut lima negara yang dimaksud yakni Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iravani menuduh negara-negara tersebut mengizinkan AS menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran, bahkan dalam beberapa kasus disebut terlibat langsung dalam &amp;ldquo;serangan bersenjata ilegal&amp;rdquo; yang menyasar objek sipil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Negara-negara Arab harus memberikan ganti rugi penuh kepada Republik Islam Iran, termasuk kompensasi atas seluruh kerusakan materiil dan moral akibat tindakan yang melanggar hukum internasional,&amp;rdquo; ujar Iravani seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (15/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, dilansir dari The National, negara-negara Teluk sebelumnya justru menuntut Iran bertanggung jawab atas kerusakan akibat konflik. Namun, klaim tersebut ditolak Teheran yang menyebutnya tidak berdasar secara hukum maupun fakta.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Iran juga menolak Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang mengutuk Teheran atas serangan terhadap sejumlah negara Teluk. Pemerintah Iran menilai resolusi tersebut &amp;ldquo;tidak adil&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Resolusi yang diadopsi bulan lalu itu dengan dukungan luas dari 136 negara, menuntut penghentian segera seluruh serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.&#13;
&#13;
Konflik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, dengan alasan membongkar program nuklir dan rudal balistik Teheran.&#13;
&#13;
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan pejabat senior, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta lebih dari 1.300 warga sipil. Selain target militer, serangan juga menghantam infrastruktur sipil seperti fasilitas energi, jembatan, universitas, dan sekolah.&#13;
&#13;
Sementara itu, pada Januari lalu, Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara, darat, maupun perairannya digunakan untuk aksi militer terhadap Iran. UEA juga menegaskan komitmennya terhadap netralitas dan stabilitas kawasan.&#13;
</description><content:encoded>TEHERAN &amp;ndash; Iran menuntut lima negara Arab di kawasan Teluk membayar ganti rugi atas dampak perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Teheran menilai negara-negara tersebut turut bertanggung jawab karena diduga mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.&#13;
&#13;
Tuntutan itu disampaikan melalui surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Senin 13 April 2026. Dalam surat tersebut, Iran tidak merinci nilai kompensasi yang diminta.&#13;
&#13;
Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut lima negara yang dimaksud yakni Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iravani menuduh negara-negara tersebut mengizinkan AS menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran, bahkan dalam beberapa kasus disebut terlibat langsung dalam &amp;ldquo;serangan bersenjata ilegal&amp;rdquo; yang menyasar objek sipil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Negara-negara Arab harus memberikan ganti rugi penuh kepada Republik Islam Iran, termasuk kompensasi atas seluruh kerusakan materiil dan moral akibat tindakan yang melanggar hukum internasional,&amp;rdquo; ujar Iravani seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (15/4/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, dilansir dari The National, negara-negara Teluk sebelumnya justru menuntut Iran bertanggung jawab atas kerusakan akibat konflik. Namun, klaim tersebut ditolak Teheran yang menyebutnya tidak berdasar secara hukum maupun fakta.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Iran juga menolak Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang mengutuk Teheran atas serangan terhadap sejumlah negara Teluk. Pemerintah Iran menilai resolusi tersebut &amp;ldquo;tidak adil&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Resolusi yang diadopsi bulan lalu itu dengan dukungan luas dari 136 negara, menuntut penghentian segera seluruh serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.&#13;
&#13;
Konflik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, dengan alasan membongkar program nuklir dan rudal balistik Teheran.&#13;
&#13;
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan pejabat senior, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta lebih dari 1.300 warga sipil. Selain target militer, serangan juga menghantam infrastruktur sipil seperti fasilitas energi, jembatan, universitas, dan sekolah.&#13;
&#13;
Sementara itu, pada Januari lalu, Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara, darat, maupun perairannya digunakan untuk aksi militer terhadap Iran. UEA juga menegaskan komitmennya terhadap netralitas dan stabilitas kawasan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
