<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Bongkar Jaringan Gas N2O Ilegal, Omzet Tembus Rp7 Miliar!&amp;nbsp;</title><description>Polisi menggerebek tempat produksi gas N2O tanpa izin resmi di wilayah Jakarta. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan enam orang terduga pelaku serta ribuan tabung gas merek Whippink yang diduga diproduksi secara ilegal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/15/338/3212581/polisi-bongkar-jaringan-gas-n2o-ilegal-omzet-tembus-rp7-miliar-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/15/338/3212581/polisi-bongkar-jaringan-gas-n2o-ilegal-omzet-tembus-rp7-miliar-nbsp"/><item><title>Polisi Bongkar Jaringan Gas N2O Ilegal, Omzet Tembus Rp7 Miliar!&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/15/338/3212581/polisi-bongkar-jaringan-gas-n2o-ilegal-omzet-tembus-rp7-miliar-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/15/338/3212581/polisi-bongkar-jaringan-gas-n2o-ilegal-omzet-tembus-rp7-miliar-nbsp</guid><pubDate>Rabu 15 April 2026 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/15/338/3212581/polisi_bongkar_jaringan_gas_n2o_ilegal-8biW_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Bongkar Jaringan Gas N2O Ilegal (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/15/338/3212581/polisi_bongkar_jaringan_gas_n2o_ilegal-8biW_large.JPG</image><title>Polisi Bongkar Jaringan Gas N2O Ilegal (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi menggerebek tempat produksi gas N2O tanpa izin resmi di wilayah Jakarta. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan enam orang terduga pelaku serta ribuan tabung gas merek Whippink yang diduga diproduksi secara ilegal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada enam orang yang diamankan di tiga lokasi berbeda. Mereka adalah SU (56) penjaga stok dan pengirim barang, ET (28) admin penjualan produk Whippink, ST (24) operator mesin pengisian, serta SI (26), SO (34), dan AS (40) bagian packing,&amp;rdquo; ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Rabu (15/4/2026).&#13;
&#13;
Pengungkapan kasus dugaan tindak pidana kesehatan ini bermula dari informasi mengenai peredaran gas N2O merek Whippink secara ilegal di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga undercover buy, yang direspons oleh admin penjualan dari PT SSS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesanan gas N2O dikirim melalui ojek online dengan titik pengambilan di kawasan Kemayoran untuk diantarkan kepada pembeli,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah mengetahui lokasi pengambilan, polisi langsung menggerebek sebuah ruko di Kemayoran pada Senin (13/4/2026). Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan SU beserta ratusan tabung gas N2O berbagai ukuran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengembangan dilakukan ke sebuah kontrakan di Pulo Gadung, Jakarta Timur, tempat admin penjualan berada. Polisi mengamankan ET sebagai admin sekaligus akunting.&#13;
&#13;
Selanjutnya, pada Selasa (14/4/2026), polisi menggerebek ruko di kawasan Pademangan, Jakarta Utara yang menjadi lokasi produksi gas N2O. Di lokasi ini, polisi mengamankan empat orang pekerja, yaitu SI, SO, AS, dan ST.&#13;
&#13;
Di lokasi produksi, polisi menemukan mesin pengisian gas dari tabung besar ukuran 27 kg, 30 kg, dan 32 kg ke tabung kecil merek Whippink dengan berbagai ukuran, mulai dari 580 gram hingga 2.050 gram.&#13;
&#13;
Selain itu, turut diamankan ratusan tabung siap edar, kardus kemasan, label plastik, stiker produk, hot gun, serta timbangan. Total barang bukti yang disita dari tiga lokasi mencapai ribuan tabung gas.&#13;
&#13;
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa jaringan ini memiliki gudang di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Medan, Bali, dan Lombok.&#13;
&#13;
Omzet penjualan gas ilegal ini mencapai Rp4,9 miliar pada November 2025 dan Rp7,1 miliar pada Desember 2025, serta terus meraup miliaran rupiah hingga Maret 2026. PT SSS diketahui tidak memiliki legalitas maupun izin edar dari BPOM.&#13;
&#13;
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap pelaku lain berinisial SE, AH, JS, serta SA yang diduga sebagai pengendali produksi.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi menggerebek tempat produksi gas N2O tanpa izin resmi di wilayah Jakarta. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan enam orang terduga pelaku serta ribuan tabung gas merek Whippink yang diduga diproduksi secara ilegal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada enam orang yang diamankan di tiga lokasi berbeda. Mereka adalah SU (56) penjaga stok dan pengirim barang, ET (28) admin penjualan produk Whippink, ST (24) operator mesin pengisian, serta SI (26), SO (34), dan AS (40) bagian packing,&amp;rdquo; ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Rabu (15/4/2026).&#13;
&#13;
Pengungkapan kasus dugaan tindak pidana kesehatan ini bermula dari informasi mengenai peredaran gas N2O merek Whippink secara ilegal di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga undercover buy, yang direspons oleh admin penjualan dari PT SSS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesanan gas N2O dikirim melalui ojek online dengan titik pengambilan di kawasan Kemayoran untuk diantarkan kepada pembeli,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah mengetahui lokasi pengambilan, polisi langsung menggerebek sebuah ruko di Kemayoran pada Senin (13/4/2026). Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan SU beserta ratusan tabung gas N2O berbagai ukuran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengembangan dilakukan ke sebuah kontrakan di Pulo Gadung, Jakarta Timur, tempat admin penjualan berada. Polisi mengamankan ET sebagai admin sekaligus akunting.&#13;
&#13;
Selanjutnya, pada Selasa (14/4/2026), polisi menggerebek ruko di kawasan Pademangan, Jakarta Utara yang menjadi lokasi produksi gas N2O. Di lokasi ini, polisi mengamankan empat orang pekerja, yaitu SI, SO, AS, dan ST.&#13;
&#13;
Di lokasi produksi, polisi menemukan mesin pengisian gas dari tabung besar ukuran 27 kg, 30 kg, dan 32 kg ke tabung kecil merek Whippink dengan berbagai ukuran, mulai dari 580 gram hingga 2.050 gram.&#13;
&#13;
Selain itu, turut diamankan ratusan tabung siap edar, kardus kemasan, label plastik, stiker produk, hot gun, serta timbangan. Total barang bukti yang disita dari tiga lokasi mencapai ribuan tabung gas.&#13;
&#13;
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa jaringan ini memiliki gudang di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Medan, Bali, dan Lombok.&#13;
&#13;
Omzet penjualan gas ilegal ini mencapai Rp4,9 miliar pada November 2025 dan Rp7,1 miliar pada Desember 2025, serta terus meraup miliaran rupiah hingga Maret 2026. PT SSS diketahui tidak memiliki legalitas maupun izin edar dari BPOM.&#13;
&#13;
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap pelaku lain berinisial SE, AH, JS, serta SA yang diduga sebagai pengendali produksi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
