<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tiga Pesan Mbah Bisri Jadi Sorotan Jelang Muktamar NU</title><description>Wacana arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi perhatian menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.  &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/17/337/3212986/tiga-pesan-mbah-bisri-jadi-sorotan-jelang-muktamar-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/17/337/3212986/tiga-pesan-mbah-bisri-jadi-sorotan-jelang-muktamar-nu"/><item><title>Tiga Pesan Mbah Bisri Jadi Sorotan Jelang Muktamar NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/17/337/3212986/tiga-pesan-mbah-bisri-jadi-sorotan-jelang-muktamar-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/17/337/3212986/tiga-pesan-mbah-bisri-jadi-sorotan-jelang-muktamar-nu</guid><pubDate>Jum'at 17 April 2026 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/17/337/3212986/pbnu-LzEA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiga Pesan Mbah Bisri Jadi Sorotan Jelang Muktamar NU/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/17/337/3212986/pbnu-LzEA_large.jpg</image><title>Tiga Pesan Mbah Bisri Jadi Sorotan Jelang Muktamar NU/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;&amp;mdash; Wacana arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi perhatian menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka, H. Ahmad Imron alias Gus Imron, mengangkat kembali pesan klasik pendiri NU, KH Bisri Syansuri, di tengah persepsi publik terkait krisis kepemimpinan.&#13;
&#13;
Menurut Gus Imron, kondisi NU saat ini menuntut refleksi mendalam dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan para muassis. Ia menilai, tiga pesan Mbah Bisri bukan sekadar nasihat, tetapi dapat menjadi solusi strategis untuk menjawab dinamika kepemimpinan NU hari ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU, saya menyebutnya sebagai triple problem solving. Tiga pesan Mbah Bisri ini masih sangat relevan,&amp;rdquo; ujar Gus Imron, Jumat (17/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun tiga pesan yang dimaksud adalah: pertama, warga NU diingatkan agar tidak menjadikan NU sebagai ladang mencari keuntungan pribadi. Kedua, jangan meninggalkan atau membenci NU karena hal itu justru akan membawa dampak buruk.&#13;
&#13;
Ketiga, warga didorong untuk membesarkan NU dan aktif dalam program-programnya agar mendapatkan keberkahan hidup.&#13;
&#13;
Anggota DPRD Provinsi Banten ini menilai, jika tiga prinsip tersebut dipegang teguh, maka arah organisasi akan kembali pada khittah perjuangan yang lurus dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Dia juga menyebut sosok yang dinilai mampu menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu langsung Mbah Bisri, yakni KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau yang lain mungkin tidak memiliki beban moral yang sama. Tapi sebagai cucu, Gus Salam punya kedekatan nilai dan tanggung jawab untuk menerjemahkan pesan Mbah Bisri,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Nama Gus Salam sendiri belakangan menjadi sorotan di lingkungan NU. Kiai muda asal Pondok Pesantren Denanyar, Jombang itu saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU periode 2022&amp;ndash;2027 dan dikenal aktif dalam berbagai struktur organisasi sejak awal 2000-an.&#13;
&#13;
Dalam perkembangan terbaru, KH Abdussalam Shohib secara terbuka menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal PC IKA PMII Jombang di Al-Aqobah International School, dan disambut antusias oleh peserta beberapa waktu yang lalu.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;&amp;mdash; Wacana arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi perhatian menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka, H. Ahmad Imron alias Gus Imron, mengangkat kembali pesan klasik pendiri NU, KH Bisri Syansuri, di tengah persepsi publik terkait krisis kepemimpinan.&#13;
&#13;
Menurut Gus Imron, kondisi NU saat ini menuntut refleksi mendalam dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan para muassis. Ia menilai, tiga pesan Mbah Bisri bukan sekadar nasihat, tetapi dapat menjadi solusi strategis untuk menjawab dinamika kepemimpinan NU hari ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU, saya menyebutnya sebagai triple problem solving. Tiga pesan Mbah Bisri ini masih sangat relevan,&amp;rdquo; ujar Gus Imron, Jumat (17/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun tiga pesan yang dimaksud adalah: pertama, warga NU diingatkan agar tidak menjadikan NU sebagai ladang mencari keuntungan pribadi. Kedua, jangan meninggalkan atau membenci NU karena hal itu justru akan membawa dampak buruk.&#13;
&#13;
Ketiga, warga didorong untuk membesarkan NU dan aktif dalam program-programnya agar mendapatkan keberkahan hidup.&#13;
&#13;
Anggota DPRD Provinsi Banten ini menilai, jika tiga prinsip tersebut dipegang teguh, maka arah organisasi akan kembali pada khittah perjuangan yang lurus dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Dia juga menyebut sosok yang dinilai mampu menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu langsung Mbah Bisri, yakni KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau yang lain mungkin tidak memiliki beban moral yang sama. Tapi sebagai cucu, Gus Salam punya kedekatan nilai dan tanggung jawab untuk menerjemahkan pesan Mbah Bisri,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Nama Gus Salam sendiri belakangan menjadi sorotan di lingkungan NU. Kiai muda asal Pondok Pesantren Denanyar, Jombang itu saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU periode 2022&amp;ndash;2027 dan dikenal aktif dalam berbagai struktur organisasi sejak awal 2000-an.&#13;
&#13;
Dalam perkembangan terbaru, KH Abdussalam Shohib secara terbuka menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal PC IKA PMII Jombang di Al-Aqobah International School, dan disambut antusias oleh peserta beberapa waktu yang lalu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
