<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rais PWNU DIY: Konflik di NU Telah Berakhir, Kini Salam-salaman!</title><description>Gus Salam menyampaikan perkenalannya dihadapan puluhan Pengurus Wilayah dan Cabang NU se-Yogyakarta melalui gagasan dan pikiran tentang jam?? iyyah Nahdlatul Ulama&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213199/rais-pwnu-diy-konflik-di-nu-telah-berakhir-kini-salam-salaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213199/rais-pwnu-diy-konflik-di-nu-telah-berakhir-kini-salam-salaman"/><item><title>Rais PWNU DIY: Konflik di NU Telah Berakhir, Kini Salam-salaman!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213199/rais-pwnu-diy-konflik-di-nu-telah-berakhir-kini-salam-salaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213199/rais-pwnu-diy-konflik-di-nu-telah-berakhir-kini-salam-salaman</guid><pubDate>Sabtu 18 April 2026 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/18/337/3213199/pbnu-dBPK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rais PWNU DIY: Konflik di NU Telah Berakhir, Kini Salam-salaman!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/18/337/3213199/pbnu-dBPK_large.jpg</image><title>Rais PWNU DIY: Konflik di NU Telah Berakhir, Kini Salam-salaman!</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengasuh PP Mambaul Ma&amp;rsquo;arif KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam menyambangi PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Cucu pendiri NU KH Bishri Syansuri ini didampingi Masyayikh dari PP Al-Falah Ploso dan PP Lirboyo, Kediri Jawa Timur. Dia&amp;nbsp;disambut Katib PWNU KH Mukhtar Salim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya datang disambut Kiai Mukhtar, kemudian disusul pengurus yang lain. Dan Alhamdulillah, sebelum acara dimulai Masyayikh Ploso dan Lirboyo, Kediri bisa ngobrol gayeng dengan pengurus,&amp;quot; kata Gus Salam, Sabtu (18/4/2026).&#13;
&#13;
Acara silaturahmi ini dimulai sekitar pukul 20:00 WIB oleh pengurus PWNU DIY. Kemudian disusul sambutan ketua rombongan Gus Salam, disampaikan oleh KH M. Makmun Mahfudz, dzurriyah PP Al-Falah Ploso, sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Kediri.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Salam menyampaikan perkenalannya dihadapan puluhan Pengurus Wilayah dan Cabang NU se-Yogyakarta melalui gagasan dan pikiran tentang jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama. Dia menjelaskan tentang kondisi NU saat ini dan proyeksinya kedepan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alhamdulillah, saya berkesempatan menyampaikan pemikiran dan gagasan tentang NU kedepan yang dimulai dari landasan dan pentingnya rekonsiliasi secara menyeluruh,&amp;rdquo; kata Gus Salam&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rekonsiliasi dijalankan dengan memulihkan hubungan semua unsur di jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama demi menjaga persatuan. Dan persatuan itu bisa dibangun Kembali bila semuanya dengan penuh kesadaran bisa mengabaikan ego pribadi dan kelompok serta perbedaan-perbedaan yang membatasi untuk bisa bersatu,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Gus Salam menuturkan, bahwa dengan kebersamaan, NU bisa merajut kembali usaha-usaha untuk mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan jam&amp;rsquo;iyyah di tengah masyarakat berdasar garis perjuangan muassis dan pendahulu NU.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya yakin, dengan meneladani dan menjalankan 5 wasiat Mbah Ali Maksum, kita bisa mengembalikan marwah, wibawa dan kebesaran NU,&amp;rdquo; ujar Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;5 wasiat Mbah Ali Maksum sangat mashur dikalangan NU. Dan kelima wasiat itu mencerminkan dan menggambar ruhul alma&amp;rsquo;had (jiwa pesantren), ruhul jihad (jiwa berjuang) dan ruhul Khidmah (jiwa mengabdi dan melayani) untuk kemashlahatan umat,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Perkenalan gagasan Gus Salam dan dialog diakhiri oleh respon penutup dari Rais PWNU DIY, KH. Mas&amp;rsquo;ud Masduki.&#13;
&#13;
Dia menyimpulkan, ketegangan-ketegangan didalam NU segera diakhiri, sebaliknya saling berangkulan untuk kebaikan NU melalui khidmah secara konsisten disertai keikhlasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita di NU sudah lama berkonflik, kemudian terjadi ishlah. Kini, saatnya bersalam-salaman,&amp;rdquo; pungkas Kiai Mas&amp;rsquo;ud disambut senyum-tawa hadirin.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengasuh PP Mambaul Ma&amp;rsquo;arif KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam menyambangi PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Cucu pendiri NU KH Bishri Syansuri ini didampingi Masyayikh dari PP Al-Falah Ploso dan PP Lirboyo, Kediri Jawa Timur. Dia&amp;nbsp;disambut Katib PWNU KH Mukhtar Salim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya datang disambut Kiai Mukhtar, kemudian disusul pengurus yang lain. Dan Alhamdulillah, sebelum acara dimulai Masyayikh Ploso dan Lirboyo, Kediri bisa ngobrol gayeng dengan pengurus,&amp;quot; kata Gus Salam, Sabtu (18/4/2026).&#13;
&#13;
Acara silaturahmi ini dimulai sekitar pukul 20:00 WIB oleh pengurus PWNU DIY. Kemudian disusul sambutan ketua rombongan Gus Salam, disampaikan oleh KH M. Makmun Mahfudz, dzurriyah PP Al-Falah Ploso, sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Kediri.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gus Salam menyampaikan perkenalannya dihadapan puluhan Pengurus Wilayah dan Cabang NU se-Yogyakarta melalui gagasan dan pikiran tentang jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama. Dia menjelaskan tentang kondisi NU saat ini dan proyeksinya kedepan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alhamdulillah, saya berkesempatan menyampaikan pemikiran dan gagasan tentang NU kedepan yang dimulai dari landasan dan pentingnya rekonsiliasi secara menyeluruh,&amp;rdquo; kata Gus Salam&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rekonsiliasi dijalankan dengan memulihkan hubungan semua unsur di jam&amp;rsquo;iyyah Nahdlatul Ulama demi menjaga persatuan. Dan persatuan itu bisa dibangun Kembali bila semuanya dengan penuh kesadaran bisa mengabaikan ego pribadi dan kelompok serta perbedaan-perbedaan yang membatasi untuk bisa bersatu,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Gus Salam menuturkan, bahwa dengan kebersamaan, NU bisa merajut kembali usaha-usaha untuk mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan jam&amp;rsquo;iyyah di tengah masyarakat berdasar garis perjuangan muassis dan pendahulu NU.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya yakin, dengan meneladani dan menjalankan 5 wasiat Mbah Ali Maksum, kita bisa mengembalikan marwah, wibawa dan kebesaran NU,&amp;rdquo; ujar Gus Salam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;5 wasiat Mbah Ali Maksum sangat mashur dikalangan NU. Dan kelima wasiat itu mencerminkan dan menggambar ruhul alma&amp;rsquo;had (jiwa pesantren), ruhul jihad (jiwa berjuang) dan ruhul Khidmah (jiwa mengabdi dan melayani) untuk kemashlahatan umat,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Perkenalan gagasan Gus Salam dan dialog diakhiri oleh respon penutup dari Rais PWNU DIY, KH. Mas&amp;rsquo;ud Masduki.&#13;
&#13;
Dia menyimpulkan, ketegangan-ketegangan didalam NU segera diakhiri, sebaliknya saling berangkulan untuk kebaikan NU melalui khidmah secara konsisten disertai keikhlasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita di NU sudah lama berkonflik, kemudian terjadi ishlah. Kini, saatnya bersalam-salaman,&amp;rdquo; pungkas Kiai Mas&amp;rsquo;ud disambut senyum-tawa hadirin.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
