<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Kembali Menggeliat, 7 Kali Erupsi Hari Ini</title><description>Masyarakat juga diminta agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213202/gunung-semeru-kembali-menggeliat-7-kali-erupsi-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213202/gunung-semeru-kembali-menggeliat-7-kali-erupsi-hari-ini"/><item><title>Gunung Semeru Kembali Menggeliat, 7 Kali Erupsi Hari Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213202/gunung-semeru-kembali-menggeliat-7-kali-erupsi-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/18/337/3213202/gunung-semeru-kembali-menggeliat-7-kali-erupsi-hari-ini</guid><pubDate>Sabtu 18 April 2026 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/18/337/3213202/gunung-qDgc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru Kembali Menggeliat, 7 Kali Erupsi Hari Ini</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/18/337/3213202/gunung-qDgc_large.jpg</image><title>Gunung Semeru Kembali Menggeliat, 7 Kali Erupsi Hari Ini</title></images><description>JAKARTA - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami tujuh kali letusan pada, Sabtu (18/4/2026). Tercatat, letusan terbesar dengan tinggi kolom abu 800 meter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 130 detik,&amp;rdquo; tulis keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).&#13;
&#13;
Saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat juga diminta agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami tujuh kali letusan pada, Sabtu (18/4/2026). Tercatat, letusan terbesar dengan tinggi kolom abu 800 meter.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 130 detik,&amp;rdquo; tulis keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).&#13;
&#13;
Saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat juga diminta agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
