<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter dari Puncak</title><description>Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Minggu (19/4/2026) pukul 14.03 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/19/340/3213385/gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-dari-puncak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/19/340/3213385/gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-dari-puncak"/><item><title>Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter dari Puncak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/19/340/3213385/gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-dari-puncak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/19/340/3213385/gunung-dukono-erupsi-kolom-abu-capai-1-000-meter-dari-puncak</guid><pubDate>Minggu 19 April 2026 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/19/340/3213385/gunung_dukono_erupsi-eQOE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono Erupsi (foto: Magma)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/19/340/3213385/gunung_dukono_erupsi-eQOE_large.jpg</image><title>Gunung Dukono Erupsi (foto: Magma)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Minggu (19/4/2026) pukul 14.03 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Minggu, 19 April 2026, pukul 14.03 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn;1.000 meter di atas puncak (&amp;plusmn;2.087 meter di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono.&#13;
&#13;
Bambang melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 46,73 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta pengunjung dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 3 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang mengatakan bahwa letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebarannya mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area terdampak abu tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono direkomendasikan untuk selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Minggu (19/4/2026) pukul 14.03 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Minggu, 19 April 2026, pukul 14.03 WIT dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn;1.000 meter di atas puncak (&amp;plusmn;2.087 meter di atas permukaan laut),&amp;rdquo; ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono.&#13;
&#13;
Bambang melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 46,73 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono serta pengunjung dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 3 km.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bambang mengatakan bahwa letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebarannya mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area terdampak abu tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono direkomendasikan untuk selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
