<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu RI Pantau Kondisi WNI Korban Kebakaran Besar Sandakan, Malaysia</title><description>Kebakaran ini menyebabkan sekitar 1.000 rumah hangus dan lebih dari 9.000 orang terdampak. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/20/18/3213480/kemlu-ri-pantau-kondisi-wni-korban-kebakaran-besar-sandakan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/20/18/3213480/kemlu-ri-pantau-kondisi-wni-korban-kebakaran-besar-sandakan-malaysia"/><item><title>Kemlu RI Pantau Kondisi WNI Korban Kebakaran Besar Sandakan, Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/20/18/3213480/kemlu-ri-pantau-kondisi-wni-korban-kebakaran-besar-sandakan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/20/18/3213480/kemlu-ri-pantau-kondisi-wni-korban-kebakaran-besar-sandakan-malaysia</guid><pubDate>Senin 20 April 2026 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/20/18/3213480/kebakaran_di_sandakan_malaysia_menghanguskan_sekitar_1000_rumah-cmKg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di Sandakan, Malaysia menghanguskan sekitar 1.000 rumah. (Foto: X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/20/18/3213480/kebakaran_di_sandakan_malaysia_menghanguskan_sekitar_1000_rumah-cmKg_large.jpg</image><title>Kebakaran di Sandakan, Malaysia menghanguskan sekitar 1.000 rumah. (Foto: X)</title></images><description>JAKARTA - Kebakaran besar yang melanda wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia pada Minggu (19/4/2026) dini hari telah menghanguskan sekitar 1.000 rumah dan menyebabkan lebih dari 9.000 orang terdampak. Sejauh ini, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut; beberapa orang yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lapangan, para korban yang memerlukan bantuan telah ditampung di lokasi penampungan sementara (PPS) dan ditangani oleh pihak terkait di Sandakan, Sabah.&#13;
&#13;
Menurut laporan, kawasan padat penduduk di Sandakan tersebut mayoritas dihuni oleh warga negara Malaysia, warga negara Filipina, dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan warga negara Malaysia.&#13;
&#13;
Terkait peristiwa ini, Kemlu RI melalui KJRI Kota Kinabalu (KJRI KK) dan Direktorat Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan situasi. Langkah-langkah yang telah diambil antara lain:&#13;
&#13;
Melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI terdampak.&#13;
&#13;
Melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan.&#13;
&#13;
Menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, fokus utama Pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak,&amp;quot; ujar Direktur PWNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam keterangan kepada media, Senin (20/4/2026).&#13;
&#13;
Kemlu RI mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari Pemerintah.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kebakaran besar yang melanda wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia pada Minggu (19/4/2026) dini hari telah menghanguskan sekitar 1.000 rumah dan menyebabkan lebih dari 9.000 orang terdampak. Sejauh ini, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kebakaran tersebut; beberapa orang yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lapangan, para korban yang memerlukan bantuan telah ditampung di lokasi penampungan sementara (PPS) dan ditangani oleh pihak terkait di Sandakan, Sabah.&#13;
&#13;
Menurut laporan, kawasan padat penduduk di Sandakan tersebut mayoritas dihuni oleh warga negara Malaysia, warga negara Filipina, dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan warga negara Malaysia.&#13;
&#13;
Terkait peristiwa ini, Kemlu RI melalui KJRI Kota Kinabalu (KJRI KK) dan Direktorat Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan situasi. Langkah-langkah yang telah diambil antara lain:&#13;
&#13;
Melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI terdampak.&#13;
&#13;
Melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan.&#13;
&#13;
Menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, fokus utama Pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak,&amp;quot; ujar Direktur PWNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam keterangan kepada media, Senin (20/4/2026).&#13;
&#13;
Kemlu RI mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari Pemerintah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
