<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada, Gelombang 4 Meter Potensi Terjang Laut Indonesia hingga 22 April</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan hingga 22 April 2026 mendatang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/20/337/3213448/waspada-gelombang-4-meter-potensi-terjang-laut-indonesia-hingga-22-april</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/20/337/3213448/waspada-gelombang-4-meter-potensi-terjang-laut-indonesia-hingga-22-april"/><item><title>Waspada, Gelombang 4 Meter Potensi Terjang Laut Indonesia hingga 22 April</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/20/337/3213448/waspada-gelombang-4-meter-potensi-terjang-laut-indonesia-hingga-22-april</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/20/337/3213448/waspada-gelombang-4-meter-potensi-terjang-laut-indonesia-hingga-22-april</guid><pubDate>Senin 20 April 2026 08:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/20/337/3213448/gelombang_tinggi-Bzw5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/20/337/3213448/gelombang_tinggi-Bzw5_large.jpg</image><title>Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan hingga 22 April 2026 mendatang.&#13;
&#13;
BMKG melaporkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut&amp;ndash;timur laut dengan kecepatan berkisar 6&amp;ndash;25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur laut&amp;ndash;tenggara dengan kecepatan 6&amp;ndash;25 knot.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka, Samudera Hindia barat Aceh, dan Laut Arafura,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2026).&#13;
&#13;
Kondisi tersebut, jelas BMKG, menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25&amp;ndash;2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, dan Samudera Hindia selatan Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, di Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Samudera Pasifik utara Maluku, Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Arafura bagian barat, Laut Arafura bagian tengah, dan Laut Arafura bagian timur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5&amp;ndash;4,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Timur, Samudera Hindia selatan Bali, dan Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat,&amp;rdquo; papar BMKG.&#13;
&#13;
BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas menggunakan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m).&#13;
&#13;
Selanjutnya, kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan hingga 22 April 2026 mendatang.&#13;
&#13;
BMKG melaporkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut&amp;ndash;timur laut dengan kecepatan berkisar 6&amp;ndash;25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur laut&amp;ndash;tenggara dengan kecepatan 6&amp;ndash;25 knot.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka, Samudera Hindia barat Aceh, dan Laut Arafura,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2026).&#13;
&#13;
Kondisi tersebut, jelas BMKG, menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25&amp;ndash;2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia barat Lampung, Samudera Hindia selatan Banten, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, dan Samudera Hindia selatan Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian, di Samudera Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Samudera Pasifik utara Maluku, Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudera Pasifik utara Papua Barat, Samudera Pasifik utara Papua, Laut Arafura bagian barat, Laut Arafura bagian tengah, dan Laut Arafura bagian timur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5&amp;ndash;4,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa Timur, Samudera Hindia selatan Bali, dan Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat,&amp;rdquo; papar BMKG.&#13;
&#13;
BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas menggunakan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m).&#13;
&#13;
Selanjutnya, kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
