<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter</title><description>PVMBG mengungkapkan mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213673/breaking-news-gunung-dukono-di-maluku-utara-meletus-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-1-200-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213673/breaking-news-gunung-dukono-di-maluku-utara-meletus-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-1-200-meter"/><item><title>Breaking News! Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213673/breaking-news-gunung-dukono-di-maluku-utara-meletus-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-1-200-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213673/breaking-news-gunung-dukono-di-maluku-utara-meletus-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-1-200-meter</guid><pubDate>Selasa 21 April 2026 06:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/21/340/3213673/gunung-RGdO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/21/340/3213673/gunung-RGdO_large.jpg</image><title>Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus</title></images><description>JAKARTA - Gunung Dukono di Maluku Utara mengalami erupsi &amp;nbsp;dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 1.200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.287 m di atas permukaan laut), pada pukul 07.38 WIT&amp;nbsp;21 April 2026.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 30 mm dan durasi 53. 66 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;quot; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
PVMBG mengungkapkan mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Dukono di Maluku Utara mengalami erupsi &amp;nbsp;dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 1.200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.287 m di atas permukaan laut), pada pukul 07.38 WIT&amp;nbsp;21 April 2026.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 30 mm dan durasi 53. 66 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;quot; tulis PVMBG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
PVMBG mengungkapkan mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
