<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>17 Jembatan di Sultra Diresmikan, Wakapolri: Akses Masyarakat Tak Lagi Terhambat</title><description>Dengan pembangunan jembatan itu, Wakapolri ingin memastikan akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213884/17-jembatan-di-sultra-diresmikan-wakapolri-akses-masyarakat-tak-lagi-terhambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213884/17-jembatan-di-sultra-diresmikan-wakapolri-akses-masyarakat-tak-lagi-terhambat"/><item><title>17 Jembatan di Sultra Diresmikan, Wakapolri: Akses Masyarakat Tak Lagi Terhambat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213884/17-jembatan-di-sultra-diresmikan-wakapolri-akses-masyarakat-tak-lagi-terhambat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/21/340/3213884/17-jembatan-di-sultra-diresmikan-wakapolri-akses-masyarakat-tak-lagi-terhambat</guid><pubDate>Selasa 21 April 2026 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/21/340/3213884/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-49jQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">17 Jembatan di Sultra Diresmikan, Wakapolri: Akses Masyarakat Tak Lagi Terhambat (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/21/340/3213884/wakapolri_komjen_dedi_prasetyo-49jQ_large.jpg</image><title>17 Jembatan di Sultra Diresmikan, Wakapolri: Akses Masyarakat Tak Lagi Terhambat (Ist)</title></images><description>SULTRA - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meresmikan 17 jembatan perintis dengan 2 jembatan utama di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka dan Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Dedi memastikan, &amp;nbsp;hadirnya jembatan tersebut aktivitas masyarakat tak lagi terhambat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,&amp;rdquo; kata Dedi dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menerangkan, jembatan ini diproyeksikan melayani lebih dari &amp;plusmn;1.200 kepala keluarga (KK) atau ribuan jiwa, serta menghubungkan lebih dari 9 desa di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur.&#13;
&#13;
Dedi menegaskan, pembangunan jembatan perintis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam membangun infrastruktur yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden Prabowo menekankan Indonesia memiliki karakter geografis yang penuh potensi sekaligus risiko bencana. Oleh karena itu, kita harus membangun infrastruktur yang tangguh dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,&amp;rdquo; ujar Dedi.&#13;
&#13;
Berikut jembatan perintis &amp;ldquo;Dhira Brata&amp;rdquo; yang dibangun. Pertama berlokasi di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka. Ini merupakan jembatan gantung asimetris panjang bentang utama 30 meter dan lebar 1,2 meter.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jembatan itu memiliki kapasitas beban hingga 1,5 ton dan diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor.&#13;
&#13;
Jembatan kedua dibangun di Desa Silui, Kec. Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Jembatan itu memiliki panjang 30 meter dan lebar 3 meter.&#13;
Jembatan ini menghubungkan Desa Silui dengan Desa Konawendepiha serta 8 desa lainnya dengan total &amp;plusmn;1.100 KK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, 15 titik jembatan yang telah dipetakan polres jajaran untuk pembangunan dan perbaikan. Rinciannya di Polres Konsel 1 titik (Desa Amohola, Kec. Moramo), Polres Butur 2 titik (Desa Kotawo &amp;amp; Desa Marga Karya, Kec. Kulisusu Barat), Polres Bombana: 1 titik (Desa Tampabulu, Kec. Poleang Utara).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selanjutnya di wilayah Polres Konut, Polres Kolut (Kec. Tiwu), Polres Muna 2 titik (Desa Kusambi, Kec. Kusambi, Kab. Muna Barat &amp;amp; Desa Bone-Bone, Kec. Batukara, Kab. Muna), Polres Koltim 1 titik (Desa Woikondo, Kec. Loea), Polres Konawe 1 titik (Desa Lambukoni, Kec. Wonggeduku), Polres Buteng 1 titik (Desa Gundu, Kec. Mawasangka Tengah), Polres Buton 3 titik (Desa Sumber Sari &amp;amp; Desa Bonelalo, Kec. Lasalimu).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SULTRA - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meresmikan 17 jembatan perintis dengan 2 jembatan utama di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka dan Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Dedi memastikan, &amp;nbsp;hadirnya jembatan tersebut aktivitas masyarakat tak lagi terhambat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,&amp;rdquo; kata Dedi dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).&#13;
&#13;
Ia menerangkan, jembatan ini diproyeksikan melayani lebih dari &amp;plusmn;1.200 kepala keluarga (KK) atau ribuan jiwa, serta menghubungkan lebih dari 9 desa di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur.&#13;
&#13;
Dedi menegaskan, pembangunan jembatan perintis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam membangun infrastruktur yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden Prabowo menekankan Indonesia memiliki karakter geografis yang penuh potensi sekaligus risiko bencana. Oleh karena itu, kita harus membangun infrastruktur yang tangguh dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,&amp;rdquo; ujar Dedi.&#13;
&#13;
Berikut jembatan perintis &amp;ldquo;Dhira Brata&amp;rdquo; yang dibangun. Pertama berlokasi di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka. Ini merupakan jembatan gantung asimetris panjang bentang utama 30 meter dan lebar 1,2 meter.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jembatan itu memiliki kapasitas beban hingga 1,5 ton dan diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor.&#13;
&#13;
Jembatan kedua dibangun di Desa Silui, Kec. Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Jembatan itu memiliki panjang 30 meter dan lebar 3 meter.&#13;
Jembatan ini menghubungkan Desa Silui dengan Desa Konawendepiha serta 8 desa lainnya dengan total &amp;plusmn;1.100 KK.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, 15 titik jembatan yang telah dipetakan polres jajaran untuk pembangunan dan perbaikan. Rinciannya di Polres Konsel 1 titik (Desa Amohola, Kec. Moramo), Polres Butur 2 titik (Desa Kotawo &amp;amp; Desa Marga Karya, Kec. Kulisusu Barat), Polres Bombana: 1 titik (Desa Tampabulu, Kec. Poleang Utara).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selanjutnya di wilayah Polres Konut, Polres Kolut (Kec. Tiwu), Polres Muna 2 titik (Desa Kusambi, Kec. Kusambi, Kab. Muna Barat &amp;amp; Desa Bone-Bone, Kec. Batukara, Kab. Muna), Polres Koltim 1 titik (Desa Woikondo, Kec. Loea), Polres Konawe 1 titik (Desa Lambukoni, Kec. Wonggeduku), Polres Buteng 1 titik (Desa Gundu, Kec. Mawasangka Tengah), Polres Buton 3 titik (Desa Sumber Sari &amp;amp; Desa Bonelalo, Kec. Lasalimu).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
