<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangis Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pelukan Seskab Teddy</title><description>Suasana haru mewarnai kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lokasi rintisan Sekolah Rakyat (SR) di STIA LAN Pejompongan, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan penyelenggaraan, simulasi pembelajaran, dan calon siswa yang akan menjadi bagian dari program Sekolah Rakyat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/22/337/3214119/tangis-calon-siswa-sekolah-rakyat-pecah-di-pelukan-seskab-teddy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/22/337/3214119/tangis-calon-siswa-sekolah-rakyat-pecah-di-pelukan-seskab-teddy"/><item><title>Tangis Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pelukan Seskab Teddy</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/22/337/3214119/tangis-calon-siswa-sekolah-rakyat-pecah-di-pelukan-seskab-teddy</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/22/337/3214119/tangis-calon-siswa-sekolah-rakyat-pecah-di-pelukan-seskab-teddy</guid><pubDate>Rabu 22 April 2026 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/22/337/3214119/seskab_teddy-ZeqG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangis calon siswa Sekolah Rakyat pecah di pelukan Seskab Teddy (Foto: Binti M/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/22/337/3214119/seskab_teddy-ZeqG_large.jpg</image><title>Tangis calon siswa Sekolah Rakyat pecah di pelukan Seskab Teddy (Foto: Binti M/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Suasana haru mewarnai kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lokasi rintisan Sekolah Rakyat (SR) di STIA LAN Pejompongan, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan penyelenggaraan, simulasi pembelajaran, dan calon siswa yang akan menjadi bagian dari program Sekolah Rakyat.&#13;
&#13;
Salah satu calon siswa, Muhammad Al Jabar (15), asal Jakarta Timur, tak kuasa menahan tangis di pundak Seskab Teddy saat berdialog dan menceritakan latar belakang hidupnya. &amp;ldquo;Perkenalkan, nama saya Muhammad Al Jabar. Saya asli Jakarta Timur,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dengan suara lirih, ia menyampaikan keinginannya kepada Seskab Teddy. &amp;ldquo;Saya ingin sekolah, Pak&amp;hellip;&amp;rdquo; ujar Al sambil menangis dan tak kuasa menyandarkan kepalanya ke pundak Teddy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Al Jabar belum pernah bersekolah sejak kecil dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarga. Ia juga menyampaikan kondisi keluarganya. Al merupakan anak ke-5 dari 6 bersaudara. Ibu Al Jabar bekerja sebagai buruh lepas dan ayahnya sudah meninggal.&#13;
&#13;
Ia bercerita, kesehariannya dihabiskan di jalanan untuk mengamen dan mencari uang bersama sang adik, Annas Al-Fatih (12), di lampu merah area Klender, Jakarta Timur. &amp;ldquo;Adik hanya sampai PAUD saja sekolahnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kegiatan tersebut, Al merupakan bagian dari 77 calon siswa yang dihadirkan. Mereka dijangkau melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional serta penelusuran langsung di lapangan, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak pernah bersekolah dan bekerja di jalanan.&#13;
&#13;
Seskab Teddy kemudian menyemangati Al Jabar dan seluruh calon siswa lainnya. &amp;ldquo;Di sini adik-adik belajar dengan baik, mendapatkan penginapan dan gizi yang baik. Bisa membanggakan keluarga, bisa tercapai semua cita-citanya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Teddy juga memastikan langsung keinginan Al untuk belajar. &amp;ldquo;Mau belajar?&amp;rdquo; tanya Teddy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mau, cita-citaku jadi polisi,&amp;rdquo; ucap Al Jabar.&#13;
&#13;
Tak kuasa, Al terus menangis dan dipeluk Seskab Teddy dengan erat.&#13;
&#13;
Seskab Teddy turut berdialog langsung dengan calon siswa lain. Ia berbincang dengan Gonzales, yang sebelumnya putus sekolah di kelas 5 SD dan bercita-cita menjadi anggota TNI.&#13;
&#13;
Ada juga Nana Kurnia yang ingin melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Ia bercerita sang ibu mencari nafkah berjualan keripik dan ayahnya menjadi buruh cat.&#13;
&#13;
Menutup kunjungan, Seskab Teddy menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto kepada para siswa untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden menyampaikan salam untuk anak-anak Sekolah Rakyat untuk terus semangat belajar, jaga kesehatan, dan terus meraih cita-cita setinggi langit,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara Gus Ipul turut menegaskan Sekolah Rakyat adalah jalan harapan bagi anak-anak yang putus sekolah, tidak sekolah, dan berhenti sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan dan menggapai mimpi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka yang sekolah di sini adalah mereka yang berhak. Dengan tata kelola yang baik, kita harapkan mereka menjadi lulusan yang tangguh dan pemimpin di masa yang akan datang,&amp;rdquo; kata Gus Ipul.&#13;
&#13;
Adapun SR di STIA LAN Pejompongan merupakan SR sementara tambahan yang akan menambah jumlah SR yang sebelumnya juga telah berdiri di Jakarta.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Suasana haru mewarnai kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lokasi rintisan Sekolah Rakyat (SR) di STIA LAN Pejompongan, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan penyelenggaraan, simulasi pembelajaran, dan calon siswa yang akan menjadi bagian dari program Sekolah Rakyat.&#13;
&#13;
Salah satu calon siswa, Muhammad Al Jabar (15), asal Jakarta Timur, tak kuasa menahan tangis di pundak Seskab Teddy saat berdialog dan menceritakan latar belakang hidupnya. &amp;ldquo;Perkenalkan, nama saya Muhammad Al Jabar. Saya asli Jakarta Timur,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dengan suara lirih, ia menyampaikan keinginannya kepada Seskab Teddy. &amp;ldquo;Saya ingin sekolah, Pak&amp;hellip;&amp;rdquo; ujar Al sambil menangis dan tak kuasa menyandarkan kepalanya ke pundak Teddy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Al Jabar belum pernah bersekolah sejak kecil dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarga. Ia juga menyampaikan kondisi keluarganya. Al merupakan anak ke-5 dari 6 bersaudara. Ibu Al Jabar bekerja sebagai buruh lepas dan ayahnya sudah meninggal.&#13;
&#13;
Ia bercerita, kesehariannya dihabiskan di jalanan untuk mengamen dan mencari uang bersama sang adik, Annas Al-Fatih (12), di lampu merah area Klender, Jakarta Timur. &amp;ldquo;Adik hanya sampai PAUD saja sekolahnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kegiatan tersebut, Al merupakan bagian dari 77 calon siswa yang dihadirkan. Mereka dijangkau melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional serta penelusuran langsung di lapangan, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak pernah bersekolah dan bekerja di jalanan.&#13;
&#13;
Seskab Teddy kemudian menyemangati Al Jabar dan seluruh calon siswa lainnya. &amp;ldquo;Di sini adik-adik belajar dengan baik, mendapatkan penginapan dan gizi yang baik. Bisa membanggakan keluarga, bisa tercapai semua cita-citanya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Teddy juga memastikan langsung keinginan Al untuk belajar. &amp;ldquo;Mau belajar?&amp;rdquo; tanya Teddy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mau, cita-citaku jadi polisi,&amp;rdquo; ucap Al Jabar.&#13;
&#13;
Tak kuasa, Al terus menangis dan dipeluk Seskab Teddy dengan erat.&#13;
&#13;
Seskab Teddy turut berdialog langsung dengan calon siswa lain. Ia berbincang dengan Gonzales, yang sebelumnya putus sekolah di kelas 5 SD dan bercita-cita menjadi anggota TNI.&#13;
&#13;
Ada juga Nana Kurnia yang ingin melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Ia bercerita sang ibu mencari nafkah berjualan keripik dan ayahnya menjadi buruh cat.&#13;
&#13;
Menutup kunjungan, Seskab Teddy menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto kepada para siswa untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Presiden menyampaikan salam untuk anak-anak Sekolah Rakyat untuk terus semangat belajar, jaga kesehatan, dan terus meraih cita-cita setinggi langit,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara Gus Ipul turut menegaskan Sekolah Rakyat adalah jalan harapan bagi anak-anak yang putus sekolah, tidak sekolah, dan berhenti sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan dan menggapai mimpi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka yang sekolah di sini adalah mereka yang berhak. Dengan tata kelola yang baik, kita harapkan mereka menjadi lulusan yang tangguh dan pemimpin di masa yang akan datang,&amp;rdquo; kata Gus Ipul.&#13;
&#13;
Adapun SR di STIA LAN Pejompongan merupakan SR sementara tambahan yang akan menambah jumlah SR yang sebelumnya juga telah berdiri di Jakarta.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
