<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mata Elang Bentrok dengan Warga di Cakung Jaktim, Begini Kronologi Lengkapnya!</title><description>Sementara terkait penarikan kendaraan yang menjadi pemicu kejadian, pihak kepolisian belum mengetahui lokasi pasti penarikan tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/22/338/3214048/mata-elang-bentrok-dengan-warga-di-cakung-jaktim-begini-kronologi-lengkapnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/22/338/3214048/mata-elang-bentrok-dengan-warga-di-cakung-jaktim-begini-kronologi-lengkapnya"/><item><title>Mata Elang Bentrok dengan Warga di Cakung Jaktim, Begini Kronologi Lengkapnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/22/338/3214048/mata-elang-bentrok-dengan-warga-di-cakung-jaktim-begini-kronologi-lengkapnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/22/338/3214048/mata-elang-bentrok-dengan-warga-di-cakung-jaktim-begini-kronologi-lengkapnya</guid><pubDate>Rabu 22 April 2026 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/22/338/3214048/viral-zRZ2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bentrokan/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/22/338/3214048/viral-zRZ2_large.jpg</image><title>Ilustrasi Bentrokan/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bentrokan antarakelompok penagih kendaraan atau yang dikenal sebagai mata elang (matel) dengan sejumlah warga terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.&#13;
&#13;
Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra, mengungkapkan kronologi lengkap peristiwa bentrok mata elang&amp;nbsp;dengan warga di Cakung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya ada warga, tapi bukan warga Cakung, motornya ditarik oleh matel. Mungkin yang bersangkutan kemudian menghubungi teman-temannya,&amp;quot; kata Andre Tri Putra, Rabu (22/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bentrokan tersebut bahkan sempat memicu keributan di sekitar kantor matel, namun aparat kepolisian memastikan situasi kini telah kondusif.&#13;
&#13;
Diduga tidak terima atas penarikan tersebut, kata Andre, pemilik kendaraan bersama sejumlah rekannya mendatangi kantor matel yang berada di wilayah hukum Polsek Cakung. Aksi tersebut memicu ketegangan hingga berujung bentrokan singkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena mungkin kesal, mereka datang ke kantor matel itu. Kebetulan kantornya ada di wilayah kami,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Keributan berlangsung dalam waktu singkat, diperkirakan hanya sekitar lima hingga sepuluh menit. Meski sempat terjadi aksi saling serang, namun tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. &amp;ldquo;Kejadiannya juga sebentar, sekitar lima sampai sepuluh menit saja,&amp;quot;imbuhnya.&#13;
&#13;
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan menghalau massa dan mengamankan situasi agar tidak berkembang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polsek Cakung langsung mengerahkan seluruh personel melalui Panggilan Luar Biasa (PLB) agar situasi tidak semakin meluas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruhnya (anggota polsek), PLB (Panggilan Luar Biasa) semua, kita suruh merapat sana semua biar tidak ada korban kan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat bentrokan guna meredam ketegangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami langsung menghalau dan mengamankan supaya tidak ada korban. Setelah itu warga dikumpulkan, dan situasi bisa dikendalikan,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
Dia menyebutkan, para pelaku keributan bukan merupakan warga setempat, sehingga setelah situasi mereda, massa perlahan membubarkan diri.&#13;
&#13;
Sementara terkait penarikan kendaraan yang menjadi pemicu kejadian, pihak kepolisian belum mengetahui lokasi pasti penarikan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, karena kantor matel berada di wilayah Cakung, aparat fokus melakukan pengamanan di lokasi tersebut.&#13;
&#13;
Saat ini, anggota kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan lanjutan.&#13;
&#13;
Sementara itu, pihak kantor matel dikabarkan berencana membuat laporan resmi ke Polres terkait kejadian tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kondisi saat ini sekarang sudah aman, anggota masih siaga. Insya Allah sudah kondusif,&amp;quot; tutup Andre Tri Putra.&#13;
&#13;
Aksi tersebut viral di media sosial Instagram @warungjurnalis memperlihatkan sejumlah polisi diduga berusaha menghalau massa agar tidak saling serang. Polisi terlihat membawa pelontar gas air mata sambil meminta massa mundur dan menjauhi lokasi kejadian.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bentrokan antarakelompok penagih kendaraan atau yang dikenal sebagai mata elang (matel) dengan sejumlah warga terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.&#13;
&#13;
Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra, mengungkapkan kronologi lengkap peristiwa bentrok mata elang&amp;nbsp;dengan warga di Cakung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya ada warga, tapi bukan warga Cakung, motornya ditarik oleh matel. Mungkin yang bersangkutan kemudian menghubungi teman-temannya,&amp;quot; kata Andre Tri Putra, Rabu (22/4/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bentrokan tersebut bahkan sempat memicu keributan di sekitar kantor matel, namun aparat kepolisian memastikan situasi kini telah kondusif.&#13;
&#13;
Diduga tidak terima atas penarikan tersebut, kata Andre, pemilik kendaraan bersama sejumlah rekannya mendatangi kantor matel yang berada di wilayah hukum Polsek Cakung. Aksi tersebut memicu ketegangan hingga berujung bentrokan singkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena mungkin kesal, mereka datang ke kantor matel itu. Kebetulan kantornya ada di wilayah kami,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Keributan berlangsung dalam waktu singkat, diperkirakan hanya sekitar lima hingga sepuluh menit. Meski sempat terjadi aksi saling serang, namun tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. &amp;ldquo;Kejadiannya juga sebentar, sekitar lima sampai sepuluh menit saja,&amp;quot;imbuhnya.&#13;
&#13;
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengambil langkah cepat dengan menghalau massa dan mengamankan situasi agar tidak berkembang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polsek Cakung langsung mengerahkan seluruh personel melalui Panggilan Luar Biasa (PLB) agar situasi tidak semakin meluas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruhnya (anggota polsek), PLB (Panggilan Luar Biasa) semua, kita suruh merapat sana semua biar tidak ada korban kan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat bentrokan guna meredam ketegangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami langsung menghalau dan mengamankan supaya tidak ada korban. Setelah itu warga dikumpulkan, dan situasi bisa dikendalikan,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
Dia menyebutkan, para pelaku keributan bukan merupakan warga setempat, sehingga setelah situasi mereda, massa perlahan membubarkan diri.&#13;
&#13;
Sementara terkait penarikan kendaraan yang menjadi pemicu kejadian, pihak kepolisian belum mengetahui lokasi pasti penarikan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, karena kantor matel berada di wilayah Cakung, aparat fokus melakukan pengamanan di lokasi tersebut.&#13;
&#13;
Saat ini, anggota kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan lanjutan.&#13;
&#13;
Sementara itu, pihak kantor matel dikabarkan berencana membuat laporan resmi ke Polres terkait kejadian tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kondisi saat ini sekarang sudah aman, anggota masih siaga. Insya Allah sudah kondusif,&amp;quot; tutup Andre Tri Putra.&#13;
&#13;
Aksi tersebut viral di media sosial Instagram @warungjurnalis memperlihatkan sejumlah polisi diduga berusaha menghalau massa agar tidak saling serang. Polisi terlihat membawa pelontar gas air mata sambil meminta massa mundur dan menjauhi lokasi kejadian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
