<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat</title><description>Dalam kunjungan Prabowo ke Prancis akan membuat peningkatan hubungan kemitraan strategis yang lebih komprehensif.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214151/prabowo-bakal-kembali-kunjungi-prancis-dalam-waktu-dekat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214151/prabowo-bakal-kembali-kunjungi-prancis-dalam-waktu-dekat"/><item><title>Prabowo Bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214151/prabowo-bakal-kembali-kunjungi-prancis-dalam-waktu-dekat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214151/prabowo-bakal-kembali-kunjungi-prancis-dalam-waktu-dekat</guid><pubDate>Kamis 23 April 2026 07:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/337/3214151/prabowo_dan_macron-e1V8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat (Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/337/3214151/prabowo_dan_macron-e1V8_large.jpg</image><title>Prabowo Bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat (Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali mengunjungi Prancis dalam waktu dekat. Terakhir, Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana &amp;Eacute;lys&amp;eacute;e, Paris, pada Selasa (14/4/2026).&#13;
&#13;
1. Prabowo Dijadwalkan Kembali Kunjungi Prancis&#13;
&#13;
&amp;quot;Rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat,&amp;quot; ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Sugiono mengatakan, Prabowo dan Macron memiliki kedekatan hubungan pribadi. Hal ini menjadi sebuah modal besar untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan Prabowo ke Prancis akan membuat peningkatan hubungan kemitraan strategis yang lebih komprehensif. &amp;quot;Ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sementara itu, Sugiono membeberkan hasil kunjungan Prabowo ke Prancis beberapa waktu lalu saat bertemu empat mata dengan Macron.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa poin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini adalah tentu saja Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron, menekankan kembali pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sugiono menyebutkan, keduanya juga membahas intensif mengenai peningkatan kerja sama di berbagai bidang industri pertahanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita ketahui bahwa kita memperoleh ataupun membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis. Ini juga memiliki turunan bahwa kita harus juga bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap alat-alat tersebut,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Kemudian, kata Sugiono, diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM. &amp;quot;Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali mengunjungi Prancis dalam waktu dekat. Terakhir, Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana &amp;Eacute;lys&amp;eacute;e, Paris, pada Selasa (14/4/2026).&#13;
&#13;
1. Prabowo Dijadwalkan Kembali Kunjungi Prancis&#13;
&#13;
&amp;quot;Rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat,&amp;quot; ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Sugiono mengatakan, Prabowo dan Macron memiliki kedekatan hubungan pribadi. Hal ini menjadi sebuah modal besar untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan Prabowo ke Prancis akan membuat peningkatan hubungan kemitraan strategis yang lebih komprehensif. &amp;quot;Ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sementara itu, Sugiono membeberkan hasil kunjungan Prabowo ke Prancis beberapa waktu lalu saat bertemu empat mata dengan Macron.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa poin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini adalah tentu saja Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron, menekankan kembali pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sugiono menyebutkan, keduanya juga membahas intensif mengenai peningkatan kerja sama di berbagai bidang industri pertahanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita ketahui bahwa kita memperoleh ataupun membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis. Ini juga memiliki turunan bahwa kita harus juga bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap alat-alat tersebut,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Kemudian, kata Sugiono, diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM. &amp;quot;Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
