<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Nasaruddin: Kita Harus Jadi Produsen Keilmuan Islam!</title><description>Nasaruddin mengingatkan bahwa peletakan batu pertama bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen panjang yang harus dijaga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214341/menag-nasaruddin-kita-harus-jadi-produsen-keilmuan-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214341/menag-nasaruddin-kita-harus-jadi-produsen-keilmuan-islam"/><item><title>Menag Nasaruddin: Kita Harus Jadi Produsen Keilmuan Islam!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214341/menag-nasaruddin-kita-harus-jadi-produsen-keilmuan-islam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/23/337/3214341/menag-nasaruddin-kita-harus-jadi-produsen-keilmuan-islam</guid><pubDate>Kamis 23 April 2026 20:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/337/3214341/pemerintah-DSxz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Nasaruddin: Kita Harus Jadi Produsen Keilmuan Islam!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/337/3214341/pemerintah-DSxz_large.jpg</image><title>Menag Nasaruddin: Kita Harus Jadi Produsen Keilmuan Islam!</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung khidmat, di Kampus 2 UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.&#13;
&#13;
Momen ini menandai arah baru sebagai upaya serius mentransformasikan pendidikan tinggi keagamaan dari sekadar ruang belajar menjadi pusat produksi pengetahuan dan peradaban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fakultas Ushuluddin memiliki sejarah panjang sebagai rahim lahirnya pemikir besar Islam Indonesia, seperti Harun Nasution dan Quraish Shihab,&amp;rdquo; ujar Nasaruddin Umar, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Karena itu, menurutnya, revitalisasi Ushuluddin bukan sekadar kebutuhan institusional, melainkan agenda strategis keilmuan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fakultas Ushuluddin harus kembali menjadi rujukan. Kita tidak hanya menjadi konsumen keilmuan, tetapi harus menjadi produsen dalam pengembangan ontologi dan epistemologi keislaman,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin juga menyoroti pentingnya distingsi keilmuan khas Indonesia, sekaligus mendorong modernisasi fasilitas akademik berbasis teknologi.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa gedung baru harus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang hidup dilengkapi e-library, ruang diskusi ilmiah, dan ruang kolaborasi riset.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang buku, tetapi pusat akses pengetahuan digital. Dosen dan peneliti harus aktif mempresentasikan karya dan risetnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin mengingatkan bahwa peletakan batu pertama bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen panjang yang harus dijaga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Jangan berhenti di peletakan batu pertama. Bangunan ini harus segera diselesaikan, diisi, dan dimanfaatkan secara optimal,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, memperkuat arah tersebut dengan menempatkan pembangunan ini sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas akademik dan penguatan integrasi keilmuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini momentum untuk memperkuat integrasi keilmuan dan meningkatkan kualitas program studi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas kebangsaan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Gedung yang akan diberi nama Gedung Prof Nasaruddin Umar itu bukan hanya bentuk penghormatan atas kiprah intelektual dan keislaman sang Menteri, tetapi juga simbol penguatan kembali posisi Ushuluddin sebagai episentrum kajian Islam yang berpengaruh, baik di tingkat nasional maupun global.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung khidmat, di Kampus 2 UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.&#13;
&#13;
Momen ini menandai arah baru sebagai upaya serius mentransformasikan pendidikan tinggi keagamaan dari sekadar ruang belajar menjadi pusat produksi pengetahuan dan peradaban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fakultas Ushuluddin memiliki sejarah panjang sebagai rahim lahirnya pemikir besar Islam Indonesia, seperti Harun Nasution dan Quraish Shihab,&amp;rdquo; ujar Nasaruddin Umar, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Karena itu, menurutnya, revitalisasi Ushuluddin bukan sekadar kebutuhan institusional, melainkan agenda strategis keilmuan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fakultas Ushuluddin harus kembali menjadi rujukan. Kita tidak hanya menjadi konsumen keilmuan, tetapi harus menjadi produsen dalam pengembangan ontologi dan epistemologi keislaman,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin juga menyoroti pentingnya distingsi keilmuan khas Indonesia, sekaligus mendorong modernisasi fasilitas akademik berbasis teknologi.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa gedung baru harus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang hidup dilengkapi e-library, ruang diskusi ilmiah, dan ruang kolaborasi riset.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang buku, tetapi pusat akses pengetahuan digital. Dosen dan peneliti harus aktif mempresentasikan karya dan risetnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin mengingatkan bahwa peletakan batu pertama bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen panjang yang harus dijaga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Jangan berhenti di peletakan batu pertama. Bangunan ini harus segera diselesaikan, diisi, dan dimanfaatkan secara optimal,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, memperkuat arah tersebut dengan menempatkan pembangunan ini sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas akademik dan penguatan integrasi keilmuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini momentum untuk memperkuat integrasi keilmuan dan meningkatkan kualitas program studi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas kebangsaan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Gedung yang akan diberi nama Gedung Prof Nasaruddin Umar itu bukan hanya bentuk penghormatan atas kiprah intelektual dan keislaman sang Menteri, tetapi juga simbol penguatan kembali posisi Ushuluddin sebagai episentrum kajian Islam yang berpengaruh, baik di tingkat nasional maupun global.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
