<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sungai Welang Meluap, Ratusan Rumah dan Akses Jalan di Pasuruan Dilanda Banjir</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana pada periode 22-23 April 2026. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di Tanah Air. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214321/sungai-welang-meluap-ratusan-rumah-dan-akses-jalan-di-pasuruan-dilanda-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214321/sungai-welang-meluap-ratusan-rumah-dan-akses-jalan-di-pasuruan-dilanda-banjir"/><item><title>Sungai Welang Meluap, Ratusan Rumah dan Akses Jalan di Pasuruan Dilanda Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214321/sungai-welang-meluap-ratusan-rumah-dan-akses-jalan-di-pasuruan-dilanda-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214321/sungai-welang-meluap-ratusan-rumah-dan-akses-jalan-di-pasuruan-dilanda-banjir</guid><pubDate>Kamis 23 April 2026 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/340/3214321/banjir_di_pasuruan-OSNr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Pasuruan (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/340/3214321/banjir_di_pasuruan-OSNr_large.jpg</image><title>Banjir di Pasuruan (foto: dok BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana pada periode 22-23 April 2026. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di Tanah Air.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satunya terjadi di Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Hujan lebat yang terjadi pada Selasa (21/4) pukul 17.40 WIB mengakibatkan Sungai Welang meluap yang berdampak banjir ke area permukiman warga di sekitar aliran sungai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banjir berdampak pada tujuh kelurahan di tiga kecamatan, yakni Kelurahan Karangketug di Kecamatan Gadingrejo, Kelurahan Petamanan, Kebonsari, dan Kandang Sapi di Kecamatan Panggungrejo, serta Kelurahan Wirogunan, Puturejo, dan Purworejo di Kecamatan Purworejo,&amp;quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Adapun banjir ini mengakibatkan 100 KK terdampak dan jumlah pastinya masih dalam pendataan. Tak hanya itu, ratusan rumah dan infrastruktur juga rusak akibat genangan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerugian material tercatat sebanyak 100 unit rumah serta akses jalan terdampak,&amp;quot; kata Abdul.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, petugas BPBD Jawa Timur dan Kota Pasuruan telah berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan pemantauan ketinggian genangan secara berkala. Serta melakukan distribusi logistik kepada warga terdampak banjir.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa kondisi terkini pada Rabu (22/4), cuaca terpantau hujan ringan dan banjir telah berangsur surut.&#13;
&#13;
Selain itu, kejadian bencana lainnya terjadi di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Cuaca ekstrem serta angin puting beliung pada Senin (20/4) menyebabkan beberapa rumah warga rusak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lokasi terdampak yakni Kelurahan Bhakti Karya dan Tanah Merah di Kecamatan Binjai Selatan. Tercatat 13 KK terdampak. Kerugian material di antaranya 11 unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, dan satu unit rumah rusak berat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana pada periode 22-23 April 2026. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di Tanah Air.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satunya terjadi di Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Hujan lebat yang terjadi pada Selasa (21/4) pukul 17.40 WIB mengakibatkan Sungai Welang meluap yang berdampak banjir ke area permukiman warga di sekitar aliran sungai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banjir berdampak pada tujuh kelurahan di tiga kecamatan, yakni Kelurahan Karangketug di Kecamatan Gadingrejo, Kelurahan Petamanan, Kebonsari, dan Kandang Sapi di Kecamatan Panggungrejo, serta Kelurahan Wirogunan, Puturejo, dan Purworejo di Kecamatan Purworejo,&amp;quot; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Adapun banjir ini mengakibatkan 100 KK terdampak dan jumlah pastinya masih dalam pendataan. Tak hanya itu, ratusan rumah dan infrastruktur juga rusak akibat genangan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerugian material tercatat sebanyak 100 unit rumah serta akses jalan terdampak,&amp;quot; kata Abdul.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, petugas BPBD Jawa Timur dan Kota Pasuruan telah berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan pemantauan ketinggian genangan secara berkala. Serta melakukan distribusi logistik kepada warga terdampak banjir.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa kondisi terkini pada Rabu (22/4), cuaca terpantau hujan ringan dan banjir telah berangsur surut.&#13;
&#13;
Selain itu, kejadian bencana lainnya terjadi di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Cuaca ekstrem serta angin puting beliung pada Senin (20/4) menyebabkan beberapa rumah warga rusak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lokasi terdampak yakni Kelurahan Bhakti Karya dan Tanah Merah di Kecamatan Binjai Selatan. Tercatat 13 KK terdampak. Kerugian material di antaranya 11 unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, dan satu unit rumah rusak berat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
