<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Kembali Meletus, Letusan Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter</title><description>Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik dan sebaran abu mengikuti arah kecepatan angin, maka area landaan abunya tidak tetap.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214344/gunung-dukono-kembali-meletus-letusan-abu-vulkanik-capai-1-200-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214344/gunung-dukono-kembali-meletus-letusan-abu-vulkanik-capai-1-200-meter"/><item><title>Gunung Dukono Kembali Meletus, Letusan Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214344/gunung-dukono-kembali-meletus-letusan-abu-vulkanik-capai-1-200-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/23/340/3214344/gunung-dukono-kembali-meletus-letusan-abu-vulkanik-capai-1-200-meter</guid><pubDate>Kamis 23 April 2026 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/340/3214344/gunung-hzZr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono Kembali Meletus, Letusan Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/340/3214344/gunung-hzZr_large.jpg</image><title>Gunung Dukono Kembali Meletus, Letusan Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter</title></images><description>JAKARTA - Gunung Api Dukono di Halmahera, Maluku Utara kembali mengalami erupsi pada pukul 18.22 WIT, Kamis (23/4/2026). Erupsi abu vulkanik terlihat jelas dengan ketinggian 1.200 meter.&#13;
&#13;
Adapun ketika erupsi berlangsung, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi dilaporkan masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Kamis, 23 April 2026, pukul 18:22 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2287 m di atas permukaan laut),&amp;quot; tulis laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG ).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasca erupsi ini, masyarakat dan wisatawan di sekitar Gunung Dukono diminta agar tidak beraktivitas mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik dan sebaran abu mengikuti arah kecepatan angin, maka area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, warga diminta untuk menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Api Dukono di Halmahera, Maluku Utara kembali mengalami erupsi pada pukul 18.22 WIT, Kamis (23/4/2026). Erupsi abu vulkanik terlihat jelas dengan ketinggian 1.200 meter.&#13;
&#13;
Adapun ketika erupsi berlangsung, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi dilaporkan masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Kamis, 23 April 2026, pukul 18:22 WIT. Tinggi kolom letusan teramati &amp;plusmn; 1200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2287 m di atas permukaan laut),&amp;quot; tulis laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG ).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasca erupsi ini, masyarakat dan wisatawan di sekitar Gunung Dukono diminta agar tidak beraktivitas mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik dan sebaran abu mengikuti arah kecepatan angin, maka area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, warga diminta untuk menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
