<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump Perintahkan AL AS &amp;quot;Tembak dan Bunuh&amp;quot; Kapal Penyebar Ranjau di Selat Hormuz</title><description>Iran dilaporkan telah menyebar setidaknya 20 ranjau di Selat Hormuz. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/18/3214531/trump-perintahkan-al-as-quot-tembak-dan-bunuh-quot-kapal-penyebar-ranjau-di-selat-hormuz</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/24/18/3214531/trump-perintahkan-al-as-quot-tembak-dan-bunuh-quot-kapal-penyebar-ranjau-di-selat-hormuz"/><item><title>Trump Perintahkan AL AS &amp;quot;Tembak dan Bunuh&amp;quot; Kapal Penyebar Ranjau di Selat Hormuz</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/18/3214531/trump-perintahkan-al-as-quot-tembak-dan-bunuh-quot-kapal-penyebar-ranjau-di-selat-hormuz</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/24/18/3214531/trump-perintahkan-al-as-quot-tembak-dan-bunuh-quot-kapal-penyebar-ranjau-di-selat-hormuz</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2026 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/24/18/3214531/kapal_induk_as-ZlrE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/24/18/3214531/kapal_induk_as-ZlrE_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk &amp;quot;menembak dan membunuh&amp;quot; setiap kapal kecil yang tertangkap sedang memasang ranjau di Selat Hormuz. Pengumuman ini menandai peningkatan sikap agresif AS di tengah masa gencatan senjata dengan Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh setiap kapal... yang memasang ranjau di perairan,&amp;rdquo; tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada &amp;ldquo;keraguan&amp;rdquo; dalam melaksanakan perintah tersebut.&#13;
&#13;
Presiden menyebutkan bahwa kapal-kapal yang terlibat kemungkinan besar adalah &amp;ldquo;kapal-kapal kecil&amp;rdquo; dan mengklaim bahwa sebagian besar kapasitas angkatan laut Iran telah dihancurkan. Ia juga memerintahkan peningkatan operasi penyapuan ranjau AS hingga tiga kali lipat di selat tersebut, sebuah jalur pelayaran global vital yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.&#13;
&#13;
Selat Hormuz masih mengalami gangguan berat sejak Iran berupaya memblokir akses setelah dimulainya serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembersihan Ranjau Butuh Berbulan-bulan&#13;
&#13;
Meskipun gencatan senjata saat ini telah diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump pada Selasa (21/4/2026) di tengah kebuntuan diplomasi, Pentagon memperingatkan Kongres bahwa pembersihan ranjau sepenuhnya dari selat tersebut dapat memakan waktu hingga enam bulan.&#13;
&#13;
Menurut laporan Washington Post, para anggota parlemen diberitahu bahwa Iran mungkin telah menempatkan setidaknya 20 ranjau di dalam dan sekitar jalur air tersebut. Beberapa di antaranya dilaporkan ditempatkan secara jarak jauh menggunakan teknologi GPS, sehingga lebih sulit untuk dideteksi dan dihilangkan.&#13;
&#13;
Trump menunjukkan indikasi bahwa Iran mungkin sudah menyingkirkan beberapa ranjau dan mengklaim bahwa sebagian besar &amp;quot;penebar ranjau&amp;quot; Iran telah dihancurkan dalam serangan AS sebelumnya. Namun, Iran membantah telah menempatkan ranjau di selat tersebut dan menyebut tuduhan itu sebagai propaganda Amerika.&#13;
&#13;
Meskipun demikian, media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan peta jalur aman bagi kapal di daerah tersebut, yang memicu spekulasi lebih lanjut mengenai aktivitas militer di sekitar titik rawan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Washington Klaim &amp;lsquo;Kontrol Total&amp;rsquo;&#13;
&#13;
Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan bahwa AS kini memiliki &amp;ldquo;kontrol total&amp;rdquo; atas Selat Hormuz dan mengklaim tidak ada kapal yang dapat melintasi jalur tersebut tanpa persetujuan dari Angkatan Laut AS. Ia menggambarkan selat tersebut dalam kondisi &amp;ldquo;tertutup rapat&amp;rdquo; hingga Iran &amp;ldquo;mampu membuat kesepakatan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Trump juga mengklaim bahwa Iran tengah menghadapi gejolak politik internal. Ia menyebut kelompok garis keras &amp;ldquo;kalah telak di medan perang,&amp;rdquo; sementara kelompok moderat semakin unggul. &amp;ldquo;Iran mengalami kesulitan besar untuk menentukan siapa pemimpin mereka,&amp;rdquo; tulisnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan Amerika telah memerintahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari blokade angkatan laut Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.&#13;
&#13;
Langkah-langkah terbaru ini menggarisbawahi betapa rapuhnya gencatan senjata yang ada, dengan tekanan militer dan titik-titik kritis ekonomi tetap menjadi pusat strategi AS dalam menghadapi Teheran.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk &amp;quot;menembak dan membunuh&amp;quot; setiap kapal kecil yang tertangkap sedang memasang ranjau di Selat Hormuz. Pengumuman ini menandai peningkatan sikap agresif AS di tengah masa gencatan senjata dengan Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh setiap kapal... yang memasang ranjau di perairan,&amp;rdquo; tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada &amp;ldquo;keraguan&amp;rdquo; dalam melaksanakan perintah tersebut.&#13;
&#13;
Presiden menyebutkan bahwa kapal-kapal yang terlibat kemungkinan besar adalah &amp;ldquo;kapal-kapal kecil&amp;rdquo; dan mengklaim bahwa sebagian besar kapasitas angkatan laut Iran telah dihancurkan. Ia juga memerintahkan peningkatan operasi penyapuan ranjau AS hingga tiga kali lipat di selat tersebut, sebuah jalur pelayaran global vital yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.&#13;
&#13;
Selat Hormuz masih mengalami gangguan berat sejak Iran berupaya memblokir akses setelah dimulainya serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembersihan Ranjau Butuh Berbulan-bulan&#13;
&#13;
Meskipun gencatan senjata saat ini telah diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump pada Selasa (21/4/2026) di tengah kebuntuan diplomasi, Pentagon memperingatkan Kongres bahwa pembersihan ranjau sepenuhnya dari selat tersebut dapat memakan waktu hingga enam bulan.&#13;
&#13;
Menurut laporan Washington Post, para anggota parlemen diberitahu bahwa Iran mungkin telah menempatkan setidaknya 20 ranjau di dalam dan sekitar jalur air tersebut. Beberapa di antaranya dilaporkan ditempatkan secara jarak jauh menggunakan teknologi GPS, sehingga lebih sulit untuk dideteksi dan dihilangkan.&#13;
&#13;
Trump menunjukkan indikasi bahwa Iran mungkin sudah menyingkirkan beberapa ranjau dan mengklaim bahwa sebagian besar &amp;quot;penebar ranjau&amp;quot; Iran telah dihancurkan dalam serangan AS sebelumnya. Namun, Iran membantah telah menempatkan ranjau di selat tersebut dan menyebut tuduhan itu sebagai propaganda Amerika.&#13;
&#13;
Meskipun demikian, media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan peta jalur aman bagi kapal di daerah tersebut, yang memicu spekulasi lebih lanjut mengenai aktivitas militer di sekitar titik rawan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Washington Klaim &amp;lsquo;Kontrol Total&amp;rsquo;&#13;
&#13;
Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan bahwa AS kini memiliki &amp;ldquo;kontrol total&amp;rdquo; atas Selat Hormuz dan mengklaim tidak ada kapal yang dapat melintasi jalur tersebut tanpa persetujuan dari Angkatan Laut AS. Ia menggambarkan selat tersebut dalam kondisi &amp;ldquo;tertutup rapat&amp;rdquo; hingga Iran &amp;ldquo;mampu membuat kesepakatan.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Trump juga mengklaim bahwa Iran tengah menghadapi gejolak politik internal. Ia menyebut kelompok garis keras &amp;ldquo;kalah telak di medan perang,&amp;rdquo; sementara kelompok moderat semakin unggul. &amp;ldquo;Iran mengalami kesulitan besar untuk menentukan siapa pemimpin mereka,&amp;rdquo; tulisnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan Amerika telah memerintahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari blokade angkatan laut Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.&#13;
&#13;
Langkah-langkah terbaru ini menggarisbawahi betapa rapuhnya gencatan senjata yang ada, dengan tekanan militer dan titik-titik kritis ekonomi tetap menjadi pusat strategi AS dalam menghadapi Teheran.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
