<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saksi Beberkan Manfaat Chromebook, Bisakah Dipakai Meski Internet Terbatas?</title><description>Ahli pendidikan serta guru dari berbagai daerah dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Kemendikbudristek. Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menilai kehadiran mereka penting untuk mematahkan narasi dakwaan kasus yang membelitnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214385/saksi-beberkan-manfaat-chromebook-bisakah-dipakai-meski-internet-terbatas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214385/saksi-beberkan-manfaat-chromebook-bisakah-dipakai-meski-internet-terbatas"/><item><title>Saksi Beberkan Manfaat Chromebook, Bisakah Dipakai Meski Internet Terbatas?</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214385/saksi-beberkan-manfaat-chromebook-bisakah-dipakai-meski-internet-terbatas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214385/saksi-beberkan-manfaat-chromebook-bisakah-dipakai-meski-internet-terbatas</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2026 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/24/337/3214385/nadiem_makarim-Wqfh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nadiem Makarim (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/24/337/3214385/nadiem_makarim-Wqfh_large.jpg</image><title>Nadiem Makarim (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ahli pendidikan serta guru dari berbagai daerah dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Kemendikbudristek. Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menilai kehadiran mereka penting untuk mematahkan narasi dakwaan kasus yang membelitnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sidang yang paling emosional buat saya. Karena tujuh guru dari Aceh sampai Papua, semuanya terbang ke sini untuk memberikan kesaksian mengenai bagaimana Chromebook mengubah pola belajar-mengajar di dalam ruang kelas mereka masing masing,&amp;rdquo; kata Nadiem.&#13;
&#13;
Sidang lanjutan itu digelar pada Selasa 21 April 2026. Para guru dalam persidangan menyebut Chromebook bermanfaat dalam pembelajaran dan tetap bisa digunakan tanpa koneksi internet.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satunya, Denny Adelyta Tofani Novitasari, guru di Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang menyebut perangkat tersebut membantu pembelajaran berbasis praktik. &amp;ldquo;Biasanya saya mengajak siswa untuk melakukan praktek Kimia secara virtual dan itu bisa dilakukan menggunakan Chromebook karena kami punya yang sudah touchscreen jadi itu lebih memudahkan anak-anak untuk memahami pembelajaran,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Mantan guru di Kalimantan Barat, Muhamad Firman, juga mengaku menggunakan Chromebook di wilayah 3T dengan keterbatasan jaringan dan listrik. &amp;ldquo;Saya mencoba memanfaatkan Chromebook ini di daerah 3T yang memang waktu itu kondisinya ada sinyal tapi sangat terbatas. Listriknya menggunakan tenaga surya. Jadi waktu itu saya menggunakan Chromebook ini untuk mengajar Matematika terutama di Google Slide untuk presentasi dan juga Google Spreadsheet untuk membuat grafik-grafik tabel pada pelajaran Matematika. Saya menggunakan itu secara oﬄine,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Saksi lain, Arby William Mamangsa yang juga Kepala Sekolah di Sorong, mengungkapkan, Chromebook tetap berfungsi baik meski telah digunakan bertahun-tahun dan dapat dipakai secara offline.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Chromebook ini masih berfungsi dengan baik bahkan setelah digunakan sekitar lima tahun. Perangkat ini dapat langsung menyala tanpa perlu menekan tombol power (mendemonstrasikan perangkat), serta tidak selalu membutuhkan koneksi internet karena tetap bisa digunakan secara oﬄine untuk mengakses Google Docs, Sheets, Slides, hingga Google Drive,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh kebutuhan pembelajaran sudah terintegrasi dalam sistem, termasuk data guru dan siswa yang otomatis tersinkronisasi ke akun masing-masing, sehingga memudahkan akses, termasuk untuk input atau upload nilai,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Ahli pendidikan Ina Liem juga dihadirkan ke persidangan. Ia menjelaskan efisiensi anggaran dalam ekosistem digital pendidikan. Menurutnya, platform seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) mampu menekan biaya pelatihan guru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Guru-guru bisa meningkatkan kapasitas di waktu luang tanpa harus membayar biaya transportasi dan penginapan yang selama ini sering terjadi,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ina juga menanggapi isu rendahnya IQ nasional, yang menurutnya tidak bisa langsung dikaitkan dengan kebijakan pendidikan tertentu. &amp;quot;Penyebab IQ rendah itu multifaktor, termasuk gizi dan polusi, bukan semata-mata ranah Kemendikbud,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, penasihat hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, menyebut perkara ini sebagai &amp;ldquo;kasus gaib&amp;rdquo; karena banyak dakwaan dinilai tidak terbukti di persidangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa saya katakan kasus gaib? Karena ada ceritanya, tapi tidak ada faktanya. Itu kasus gaibnya. Jadi banyak sekali cerita-cerita yang dibangun, narasi-narasi yang diciptakan, tetapi ketika sampai di persidangan, mentah semua, nggak ada fakta-fakta itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, kesaksian guru memperlihatkan manfaat nyata Chromebook dan membantah narasi yang menyebut perangkat tersebut tidak berguna. &amp;ldquo;Mereka yang merasakan langsung, mereka yang menggunakan langsung, mereka yang memakai langsung. Jadi bukan katanya, supaya kasus ini tidak menjadi kasus gaib,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Terkait isu aliran dana Rp809 miliar, ia menyebut tidak ada hubungan timbal balik dan merupakan transaksi bisnis biasa. &amp;ldquo;Ini kan uang 809 M ini kan selalu dibahas bahwa ada investasi dari Google (PT AKAB, PT GoTo) seakan-akan ada timbal balik. Kemarin jelas-jelas dinyatakan nggak ada hubungan sama sekali. Itu dua hal yang berbeda. Investasinya Google ke GoTo ini proses bisnis biasa dan mereka (pemilik saham) minoritas. Itu juga diomongkan bahwa mayoritas, itu salah, salah fatal. Mereka itu minoritas, banyak lagi pemegang-pemegang saham yang lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti ketimpangan waktu menghadirkan saksi antara pihak jaksa dan pihaknya yang dinilai tidak seimbang dalam proses persidangan. &amp;ldquo;Yang sangat memprihatinkan hari ini bahwa dari JPU mendapatkan 3 bulan dengan (menghadirkan) 60 saksi, saya baru saja 3 kali sidang yang untuk saksi saya, dan sekarang dipaksa dipercepat untuk langsung putusan. Jadi saya bingung ini keseimbangannya apa, di dalam penyajian saksi-saksi, di dalam mengundang saksi-saksi dari pihak saya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ahli pendidikan serta guru dari berbagai daerah dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Kemendikbudristek. Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menilai kehadiran mereka penting untuk mematahkan narasi dakwaan kasus yang membelitnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sidang yang paling emosional buat saya. Karena tujuh guru dari Aceh sampai Papua, semuanya terbang ke sini untuk memberikan kesaksian mengenai bagaimana Chromebook mengubah pola belajar-mengajar di dalam ruang kelas mereka masing masing,&amp;rdquo; kata Nadiem.&#13;
&#13;
Sidang lanjutan itu digelar pada Selasa 21 April 2026. Para guru dalam persidangan menyebut Chromebook bermanfaat dalam pembelajaran dan tetap bisa digunakan tanpa koneksi internet.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satunya, Denny Adelyta Tofani Novitasari, guru di Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang menyebut perangkat tersebut membantu pembelajaran berbasis praktik. &amp;ldquo;Biasanya saya mengajak siswa untuk melakukan praktek Kimia secara virtual dan itu bisa dilakukan menggunakan Chromebook karena kami punya yang sudah touchscreen jadi itu lebih memudahkan anak-anak untuk memahami pembelajaran,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Mantan guru di Kalimantan Barat, Muhamad Firman, juga mengaku menggunakan Chromebook di wilayah 3T dengan keterbatasan jaringan dan listrik. &amp;ldquo;Saya mencoba memanfaatkan Chromebook ini di daerah 3T yang memang waktu itu kondisinya ada sinyal tapi sangat terbatas. Listriknya menggunakan tenaga surya. Jadi waktu itu saya menggunakan Chromebook ini untuk mengajar Matematika terutama di Google Slide untuk presentasi dan juga Google Spreadsheet untuk membuat grafik-grafik tabel pada pelajaran Matematika. Saya menggunakan itu secara oﬄine,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Saksi lain, Arby William Mamangsa yang juga Kepala Sekolah di Sorong, mengungkapkan, Chromebook tetap berfungsi baik meski telah digunakan bertahun-tahun dan dapat dipakai secara offline.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Chromebook ini masih berfungsi dengan baik bahkan setelah digunakan sekitar lima tahun. Perangkat ini dapat langsung menyala tanpa perlu menekan tombol power (mendemonstrasikan perangkat), serta tidak selalu membutuhkan koneksi internet karena tetap bisa digunakan secara oﬄine untuk mengakses Google Docs, Sheets, Slides, hingga Google Drive,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh kebutuhan pembelajaran sudah terintegrasi dalam sistem, termasuk data guru dan siswa yang otomatis tersinkronisasi ke akun masing-masing, sehingga memudahkan akses, termasuk untuk input atau upload nilai,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Ahli pendidikan Ina Liem juga dihadirkan ke persidangan. Ia menjelaskan efisiensi anggaran dalam ekosistem digital pendidikan. Menurutnya, platform seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) mampu menekan biaya pelatihan guru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Guru-guru bisa meningkatkan kapasitas di waktu luang tanpa harus membayar biaya transportasi dan penginapan yang selama ini sering terjadi,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ina juga menanggapi isu rendahnya IQ nasional, yang menurutnya tidak bisa langsung dikaitkan dengan kebijakan pendidikan tertentu. &amp;quot;Penyebab IQ rendah itu multifaktor, termasuk gizi dan polusi, bukan semata-mata ranah Kemendikbud,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, penasihat hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, menyebut perkara ini sebagai &amp;ldquo;kasus gaib&amp;rdquo; karena banyak dakwaan dinilai tidak terbukti di persidangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa saya katakan kasus gaib? Karena ada ceritanya, tapi tidak ada faktanya. Itu kasus gaibnya. Jadi banyak sekali cerita-cerita yang dibangun, narasi-narasi yang diciptakan, tetapi ketika sampai di persidangan, mentah semua, nggak ada fakta-fakta itu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan, kesaksian guru memperlihatkan manfaat nyata Chromebook dan membantah narasi yang menyebut perangkat tersebut tidak berguna. &amp;ldquo;Mereka yang merasakan langsung, mereka yang menggunakan langsung, mereka yang memakai langsung. Jadi bukan katanya, supaya kasus ini tidak menjadi kasus gaib,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Terkait isu aliran dana Rp809 miliar, ia menyebut tidak ada hubungan timbal balik dan merupakan transaksi bisnis biasa. &amp;ldquo;Ini kan uang 809 M ini kan selalu dibahas bahwa ada investasi dari Google (PT AKAB, PT GoTo) seakan-akan ada timbal balik. Kemarin jelas-jelas dinyatakan nggak ada hubungan sama sekali. Itu dua hal yang berbeda. Investasinya Google ke GoTo ini proses bisnis biasa dan mereka (pemilik saham) minoritas. Itu juga diomongkan bahwa mayoritas, itu salah, salah fatal. Mereka itu minoritas, banyak lagi pemegang-pemegang saham yang lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti ketimpangan waktu menghadirkan saksi antara pihak jaksa dan pihaknya yang dinilai tidak seimbang dalam proses persidangan. &amp;ldquo;Yang sangat memprihatinkan hari ini bahwa dari JPU mendapatkan 3 bulan dengan (menghadirkan) 60 saksi, saya baru saja 3 kali sidang yang untuk saksi saya, dan sekarang dipaksa dipercepat untuk langsung putusan. Jadi saya bingung ini keseimbangannya apa, di dalam penyajian saksi-saksi, di dalam mengundang saksi-saksi dari pihak saya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
