<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Panggil Ajudan Bupati hingga Kadis Usut Kasus Pemerasan Tulungagung</title><description>Belum diketahui materi apa yang akan digali penyidik dari keterangan mereka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214475/kpk-panggil-ajudan-bupati-hingga-kadis-usut-kasus-pemerasan-tulungagung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214475/kpk-panggil-ajudan-bupati-hingga-kadis-usut-kasus-pemerasan-tulungagung"/><item><title>KPK Panggil Ajudan Bupati hingga Kadis Usut Kasus Pemerasan Tulungagung</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214475/kpk-panggil-ajudan-bupati-hingga-kadis-usut-kasus-pemerasan-tulungagung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/24/337/3214475/kpk-panggil-ajudan-bupati-hingga-kadis-usut-kasus-pemerasan-tulungagung</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2026 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/24/337/3214475/juru_bicara_kpk_budi_prasetyo-jyF9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK Panggil Ajudan Bupati hingga Kadis Usut Kasus Pemerasan Tulungagung (Nur Khabibi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/24/337/3214475/juru_bicara_kpk_budi_prasetyo-jyF9_large.jpg</image><title>KPK Panggil Ajudan Bupati hingga Kadis Usut Kasus Pemerasan Tulungagung (Nur Khabibi)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap 9 saksi terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Panggil 9 Saksi&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini Jumat (24/4), KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Tulungagung, Jawa Timur,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para saksi yang dipanggil terdiri atas ajudan bupati, Sugeng Riadi; serta dua kepala dinas, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Erwin Novianto; dan Kepala Dinas Kesehatan, Desi Lusiana Wardhani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, Achmat Rifai selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR; Eko Basuki selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR; Erna Suryani selaku Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR; Moch. Nur Alamsyah selaku Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR; Johanes Bagus Kuncoro selaku Kepala Bappenda; dan Zahrotul Aini selaku Direktur RSUD ISKAK Tulungagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemeriksaan dilakukan di BPKP Perwakilan Jawa Timur,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belum diketahui materi apa yang akan digali dari keterangan mereka. Belum ada informasi terkait kehadiran mereka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Tulungagung. KPK mengumumkan status hukum Gatut usai operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gatut ditetapkan tersangka bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal. KPK hanya menetapkan 2 tersangka, dari total 13 orang yang dibawa penyidik ke Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan kecukupan alat bukti KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka, yakni GSW selaku Bupati Tulungagung dan YOG selaku adc atau ajudan Bupati,&amp;quot; ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu (11/4/2026) malam.&#13;
&#13;
Kedua tersangka dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 20huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap 9 saksi terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Panggil 9 Saksi&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini Jumat (24/4), KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Tulungagung, Jawa Timur,&amp;quot; kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para saksi yang dipanggil terdiri atas ajudan bupati, Sugeng Riadi; serta dua kepala dinas, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Erwin Novianto; dan Kepala Dinas Kesehatan, Desi Lusiana Wardhani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kemudian, Achmat Rifai selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR; Eko Basuki selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR; Erna Suryani selaku Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR; Moch. Nur Alamsyah selaku Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR; Johanes Bagus Kuncoro selaku Kepala Bappenda; dan Zahrotul Aini selaku Direktur RSUD ISKAK Tulungagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemeriksaan dilakukan di BPKP Perwakilan Jawa Timur,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belum diketahui materi apa yang akan digali dari keterangan mereka. Belum ada informasi terkait kehadiran mereka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Tulungagung. KPK mengumumkan status hukum Gatut usai operasi tangkap tangan (OTT).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gatut ditetapkan tersangka bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal. KPK hanya menetapkan 2 tersangka, dari total 13 orang yang dibawa penyidik ke Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan kecukupan alat bukti KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka, yakni GSW selaku Bupati Tulungagung dan YOG selaku adc atau ajudan Bupati,&amp;quot; ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu (11/4/2026) malam.&#13;
&#13;
Kedua tersangka dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 20huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
