<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Pembunuhan Sadis di Amerika Serikat Ditangkap di Bali</title><description>Pelaku kata dia, terdeteksi saat melewati autogate Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ketika baru tiba dari Taipei, Taiwan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/340/3214357/pelaku-pembunuhan-sadis-di-amerika-serikat-ditangkap-di-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/04/24/340/3214357/pelaku-pembunuhan-sadis-di-amerika-serikat-ditangkap-di-bali"/><item><title>Pelaku Pembunuhan Sadis di Amerika Serikat Ditangkap di Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/04/24/340/3214357/pelaku-pembunuhan-sadis-di-amerika-serikat-ditangkap-di-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/04/24/340/3214357/pelaku-pembunuhan-sadis-di-amerika-serikat-ditangkap-di-bali</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2026 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/340/3214357/viral-tU4g_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku Pembunuhan Sadis di Amerika Serikat Ditangkap di Bali</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/340/3214357/viral-tU4g_large.jpg</image><title>Pelaku Pembunuhan Sadis di Amerika Serikat Ditangkap di Bali</title></images><description>JAKARTA - Seorang warga negara (WN) Amerika berinisial AJP yang merupakan buronan aparat penegak hukum di Amerika Serikat dalam kasus pembunuhan di South Carolina, Amerika Serikat ditangkap di Bali.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengatakan, penangkapan ini didukung oleh sistem autogate yang canggih.&#13;
&#13;
Pelaku kata dia, terdeteksi saat melewati autogate Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ketika&amp;nbsp;baru tiba dari Taipei, Taiwan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Autogate Imigrasi telah terintegrasi dengan sistem Interpol 24/7, sehingga subjek DPO Interpol yang datang ke Indonesia dalam pelarian akan langsung terdeteksi saat melakukan pemeriksaan keimigrasian,&amp;quot; kata Hendarsam, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman menjelaskan, AJP tiba di Indonesia pada 17 Januari 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada 19 Januari 2026, AJP diserahkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk dilakukan pengawasan secara ketat dan ditempatkan di ruang detensi guna pemeriksaan lebih lanjut,&amp;quot; ujar Yuldi.&#13;
&#13;
Yuldi menambahkan bahwa selama proses tersebut, Imigrasi juga melakukan koordinasi intensif dengan perwakilan Pemerintah Amerika Serikat guna memastikan kesiapan teknis dan administratif proses pemulangan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang warga negara (WN) Amerika berinisial AJP yang merupakan buronan aparat penegak hukum di Amerika Serikat dalam kasus pembunuhan di South Carolina, Amerika Serikat ditangkap di Bali.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengatakan, penangkapan ini didukung oleh sistem autogate yang canggih.&#13;
&#13;
Pelaku kata dia, terdeteksi saat melewati autogate Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ketika&amp;nbsp;baru tiba dari Taipei, Taiwan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Autogate Imigrasi telah terintegrasi dengan sistem Interpol 24/7, sehingga subjek DPO Interpol yang datang ke Indonesia dalam pelarian akan langsung terdeteksi saat melakukan pemeriksaan keimigrasian,&amp;quot; kata Hendarsam, Kamis (23/4/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman menjelaskan, AJP tiba di Indonesia pada 17 Januari 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada 19 Januari 2026, AJP diserahkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk dilakukan pengawasan secara ketat dan ditempatkan di ruang detensi guna pemeriksaan lebih lanjut,&amp;quot; ujar Yuldi.&#13;
&#13;
Yuldi menambahkan bahwa selama proses tersebut, Imigrasi juga melakukan koordinasi intensif dengan perwakilan Pemerintah Amerika Serikat guna memastikan kesiapan teknis dan administratif proses pemulangan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
